
Hari-hari berlalu tanpa hal baru, atau kejadian spesial. Aku akan pergi ke tempat pelatihan biasanya untuk perekrutan ksatria yang akan datang. Sementara ibu dan ayahku akan terus dipanggil untuk melakukan pencarian.
Ayahku saat ini sedang dalam pencarian yang memakan waktu lebih lama dari biasanya, sebulan penuh telah berlalu. Aku mengharapkan dia untuk kembali kapan saja sekarang, jadi aku bisa menguji efek dari kristal yang telah aku serap.
Aku pulang ke rumah setelah pelatihan ku selesai di atas bukit. Ketika aku tiba di rumah aku membuka pintu dan bisa mendengar suara ibuku sedang menangis. Aku bergegas pergi kearah dapur tempat dimana suara itu berasal.
Ibuku menundukkan kepalanya bersandar di meja.
"Ibu, ada apa?" Aku bertanya.
Dia mengangkat kepalanya dari meja dan tidak bisa menghentikan air mata mengalir di wajahnya. "Itu ayahmu, dia sedang sakit"
Dia datang dan berlutut setinggi mataku mencoba menahan air matanya.
"Mari kita lihat dia bersama, aku yakin itu akan membuatnya bahagia" ucap ibuku sambil meneteskan air mata.
Dia meraih tanganku dan mulai membawaku ke kamar mereka. Saat kami semakin dekat ke kamar, cengkeramannya semakin erat di tangan kecilku. Kami berhenti tepat di luar pintu kamar tidur.
"Sebelum kita masuk, aku ingin kamu menjadi kuat Ray,"
Aku mengangguk sebagai jawaban.
"Ayahmu sedang sakit Ray, jangan dengarkan apa yang dia katakan kita harus tetap ada untuknya" Dia mulai membuka pintu perlahan.
Ayahku sedang berbaring di tempat tidur. Ketika kami memasuki ruangan, dia bahkan tidak mengetahui bahwa kami ada di sana. Kulitnya pucat dan kering seperti tidak makan berhari-hari, rambutnya mulai rontok dan matanya cekung. Ini bukan seperti orang kuat yang pernah kukenal.
Saat kami berjalan menuju tubuh ayahku, aku bisa mendengar beberapa kata keluar darinya.
__ADS_1
"Bayangan.... itu akan membunuh kita semua... kita... semua akan mati... bayangan.. bayangan" Ayah berbisik pada dirinya sendiri.
Aku dengan cepat mengaktifkan skill mata nagaku, aura ditubuhnya telah berubah dari kuning emas yang kuat menjadi warna ungu gelap yang menyeramkan. Aku belum pernah melihat warna ini sebelumnya. Apa yang terjadi padanya?
Aku melihat ke arah ibuku yang sedang menatap ayahku.
"Apa yang terjadi padanya?"
"Ayo kita bicara di luar"
Saat kami meninggalkan ruangan, ayahku terus mengulangi kata-kata yang sama berulang-ulang.
Kami duduk di dekat meja saat ibu menjelaskan kepadaku apa yang terjadi pada ayah. Ayahku telah terinfeksi oleh sesuatu yang disebut wabah bayangan. Penyakit yang menyebar ke seluruh benua tanpa obat yang diketahui.
Dia mendapatkan wabah pada pencarian terbarunya. Wabah telah menutupi setengah benua dan pencarian terakhirnya membawanya ke dekat perbatasan. Ayahku selalu tidak bisa untuk mengatakan tidak kepada orang-orang terutama jika mereka membutuhkan bantuan.
Ketika aku berbaring di kamar, aku memikirkan apa yang telah terjadi padanya. Aku belum pernah mendengar tentang wabah bayangan ini semenjak aku menjadi naga. Ada informasi penting apa yang sudah aku lewatkan. Sudah berapa lama waktu berlalu semenjak aku berubah dari naga menjadi manusia?
Aku bahkan tidak tahu keadaan dunia hari ini. Aku hanya terobsesi dengan tujuan balas dendamku, aku bahkan tidak pernah berpikir apa yang sedang terjadi pada dunia ini. Keluargaku tidak memiliki banyak buku dan ibuku telah memberi tahu semua hal yang ingin aku ketahui. ketika aku mendesaknya untuk memberi tahu semuanya, dia hanya berkata bahwa aku akan tahu dengan sendirinya.
Aku membuka jendela status dan melihat daftar skill. Skill mata naga dan summon pet ada di sana, tetapi di bawahnya ada nilai yang bisa aku lihat.
Masih tertulis 1/1000 meskipun aku memiliki skill summon pet. Aku tidak pernah memiliki keterampilan ini ketika aku masih menjadi seekor naga jadi mungkin hanya keterampilan nagaku yang terkait dengan angka ini.
Aku masih ingat aku memiliki skill yang bisa menghapus semua kondisi status, mungkin itu juga akan berhasil pada ayah.
Masalahnya adalah aku masih tidak tahu cara untuk membuka kunci skill yang lainnya. Aku pikir mungkin syaratnya adalah mengalahkan binatang buas baru tetapi ketika mengalahkan monyet gila daftar skill ku tidak berubah.
__ADS_1
Bahkan jika aku mengetahui cara membuka kunci skill, aku bahkan tidak akan tahu skill apa yang akan aku dapatkan selanjutnya.
Aku tidak tahu berapa lama ayahku bisa bertahan dalam kondisinya saat ini. Ibuku harus berhenti bekerja untuk merawatnya. untungnya mereka telah menabung sedikit uang untuk bertahan dalam kondisi seperti ini, tetapi ketika uang itu habis, apa yang bisa mereka lakukan?
Untuk mendapatkan jawaban yang aku inginkan, kesempatan terbaik adalah masuk ke akademi ksatria Roland. Dengan bantuan dan pengetahuan mereka, aku akan menemukan jawaban yang aku cari.
Apa aura ungu kehitaman itu dan apa yang terjadi pada dunia setelah kekalahanku menjadi seekor naga.
Dua minggu tersisa sampai para ksatria tiba di kota mencari kandidat. Aku harus bisa masuk ke akademi itu sekarang. Aku telah kehilangan keluargaku sebelumnya, aku tidak siap untuk kehilangan keluargaku yang lain lagi.
*****
Di aula gereja seperti katedral di suatu tempat di negeri itu, sekelompok tetua telah berkumpul. Mereka semua mengenakan jubah putih yang mengelilingi benda bola bercahaya raksasa yang berdiri di tengah ruangan.
Para tetua mulai berbicara satu sama lain dengan ekspresi khawatir di wajah mereka.
"Ramalan telah memberi tahukan hal ini," kata salah satu tetua.
"Ya tapi ini sulit"
"Sulit memang"
"Kita harus mencari bocah berambut merah dan membimbingnya di jalan yang benar, karena bocah ini memiliki dua takdir. Jika kita gagal, dia akan membawa kehancuran dunia, jika kita berhasil, dia akan menjadi penyelamat."
Para tetua mengangguk setuju.
"Kita harus menginformasikan kepada semua dengan cepat!"
__ADS_1