Reinkarnasi Sang Naga Merah

Reinkarnasi Sang Naga Merah
42. Asrama Monster


__ADS_3

Setelah enam bulan pelatihan, tidak banyak yang berubah dalam hal peringkat antar siswa. Gary masih berada di peringkat 1 sedangkan peringkat 2 dipegang oleh pria dari sekolah lain.


Aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku tidak terlalu peduli dengan peringkat. Satu-satunya alasan mengapa aku mengetahui hal ini tahu karena Kyle terobsesi dengan mereka dan terus membicarakannya.


Dia seperti papan pengumuman berjalan. Setiap kali setelah kami menyelesaikan pelatihan khusus ksatria hitam, dia akan memberi tahu kami tentang situasi terbaru akademi Avrion.


Kami saat ini baru saja menyelesaikan sesi pelatihan dan sedang beristirahat ditempat akomodasi di mansion. Sudah menjadi rutinitas bagi kami untuk mengobrol sebelum kami kembali ke asrama. Kami masing-masing duduk ditempat duduk yang sudah tersedia.


"Apakah kau tahu Slyvia baru saja mengalahkan Peter untuk memperebutkan posisi ketiga, semua orang membicarakan tentang bagaimana jika Sylvia menantang Gary. Apakah Raja kita akan berubah menjadi ratu." Kyle berkata dengan mata berbinar.


"Aku tidak terlalu khawatir, hanya ada satu orang yang bisa mengalahkanku di sini." Gary menjawab dengan wajah datar sambil melihat ke arahku diikuti dengan Kyle, untungnya tidak ada orang yang memperhatikan dan bahkan jika ada yang menyadarinya, kurasa mereka tidak akan menganggapnya serius.


Peringkatku saat ini naik dari 300 menjadi 280, aku memutuskan untuk melawan siswa menggunakan keterampilan ksatria hitam yang telah aku pelajari. Para siswa merasa kesulitan untuk menangani keterampilan ksatria hitam, sangat sulit untuk menggunakan keterampilan ksatria hitam dengan maksimal karena kebanyakan keterampilan itu digunakan untuk tersembunyi dan membunuh.


Setelah menguji keterampilan baru yang aku pelajari, aku mulai fokus untuk menguasai kekuatanku.


Aku akan hanya akan mengeluarkan sedikit kekuatanku dan mengalah saat dalam pertarungan, bisa dibilang membantu siswa untuk menaikkan peringkat. Ini adalah hal yang sangat melelahkan untuk dilakukan tetapi akan sangat membantuku untuk meningkatkan kontrol kekuatanku.


"Aku berharap aku bisa tinggal di asrama yang dijuluki asrama monster, sebagian besar peringkat 10 besar berada disini. Gary peringkat pertama, Slyvia kedua, dan Ian kelima, bahkan Dan dan Martha memiliki peringkat yang bagus walaupun bukan ksatria putih, bahkan biksu berhasil memasuki peringkat ke50."


Biksu mulai sedikit tersipu karena pujian yang diberikan.


"Ini semua berkat pelatihan khusus yang telah kami lakukan."


"Keterampilan sampah tidak berguna itu, aku bahkan belum menggunakannya dan masih tetap berada diperingkat pertama," kata Gary.


Gary masih enggan menggunakan keterampilan yang telah kami pelajari, dia hanya tidak bisa menguasainya dan akhirnya menyerah menggunakannya.


"Itu bukanlah tidak berguna, hanya karena kamu buruk dalam hal itu tidak membuatnya tidak berguna." Biksu sekarang berdiri dan menatap wajah Gary.

__ADS_1


Aku belum pernah melihat bikau menjadi seperti ini sebelumnya, karena dia memiliki kemauan yang kuat daripada siapa pun dalam hal pelatihan. Seolah-olah dia telah menjadi orang yang sama sekali berbeda setelah pelatihan.


Kyle berdiri dan menengahi mereka berdua.


"Tenanglah kalian berdua, kita semua sesama ksatria selempang hitam jadi kita harus tetap bersatu."


Gary pergi untuk mengambil selempang yang ada di lehernya dan membuangnya kelantai.


"Hal yang tidak berguna ini aku bahkan tidak membutuhkannya."


Sementara biksu berubah menjadi lebih baik setelah mendapatkan selempang hitam, Gary sebaliknya. Setiap hari dia tampaknya semakin frustrasi dalam menjalankan latihan, mungkin dia telah mencapai titik didihnya.


"Ambil," kata biksu dengan nada berat.


Biksu tampak marah pada apa yang baru saja dilakukan Gary.


"Tidak akan" jawab Gary sekarang mendorong tangan Kyle.


"Ray, bisakah kamu membantu di sini, kurasa aku tidak bisa menahan mereka lagi.


Aku sudah duduk di tempat tidurku sepanjang waktu dan tidak ingin terlibat. Bagaimanapun juga, itu urusan mereka biarkan mereka yang menyelesaikannya. Perdebatan di sana sangat menggangguku, jadi aku memberikan saran yang sederhana.


"Kenapa kalian berdua tidak bertarung dengan peringkat saja?"


Bola mata Kyle tampak seperti akan keluar dari kepalanya seolah-olah aku baru saja memberikan saran yang buruk.


"Baik, besok setelah selesai melakukan latihan dasar, kita akan duel dengan baik dan melihat apakah keterampilan ksatria hitammu sebaik yang kamu katakan."


Kyle hanya menggelengkan kepalanya pada apa yang baru saja terjadi setelah biksu dan Gary kembali ke asrama mereka.

__ADS_1


"Mengapa kamu mengatakan itu?" kata Kyle menghampiriku.


"Apakah kamu lupa bahwa kamu semua tinggal bersama, apa yang akan kamu lakukan jika mereka terus berkelahi di kamarmu."


"Jika mereka terus melakukan itu, aku akan turun tangan dan memberikan mereka pelajaran."


Kyle tertawa memikirkannya.


"Aku tahu kita berdua ksatria hitam tapi aku dan kamu bagai bumi dan langit jika dibandingkan dengan mereka, aku peringkat 160, dan kamu bahkan lebih rendah dariku, bagaimana kamu bisa menghentikan mereka berdua."


Aku pergi begitu saja dan kembali ke asrama, aku tidak mau repot-repot memberikan jawaban Kyle karena dia tidak akan percaya padaku.


Aku kembali ke kamar setelah Gary dan biksu. Saat memasuki ruangan suasananya tampak begitu tegang di antara mereka berdua, mereka berdua hanya terdiam tanpa melakukan hal lain.


Sylvia datang ke arahku.


"Apa yang terjadi pada mereka berdua, mereka sudah seperti ini sejak mereka memasuk kamar?"


"Mereka bertengkar." Aku tidak ingin menjelaskan begitu banyak, itu bukan tempatku untuk menjelaskan apapun.


Saat itu Dan datang menerobos masuk ke ruangan dengan penuh semangat.


"Apakah itu benar Biksu dan Gary akan bertarung besok!?" kata Dan.


Seluruh ruangan kaget dengan apa yang mereka dengar. Bukan hal yang normal bagi seseorang yang berpangkat tinggi untuk menerima pertandingan dengan seseorang yang beberapa peringkat di bawah mereka kecuali mereka memiliki dendam pribadi.


Pertarungan ini antara dua orang yang kami semua kenal dengan baik.


"Dari kelihatannya, aku pikir kepala kalian telah rusak melakukan ini semua," kata Sylvia.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian sepertinya seluruh sekolah sedang membicarakan pertarungan yang akan datang antara Gary dan biksu dan aku hanya bisa menebak siapa yang menyebarkan berita begitu cepat, siapa lagi jika bukan Kyle.


__ADS_2