
Ibuku berdiri di sana sambil menahan air matanya, Wilfred telah meninggalkan ruangan secara diam-diam tanpa disadari oleh Ray. Aku menyuruh ibuku duduk di kursi di sebelahku, memegang tangannya mencoba untuk menenangkannya.
Ibuku tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia adalah wanita kuat yang melakukan segalanya sendiri, ibuku bukankah tipe orang yang bisa diintimidasi oleh siapapun dan dia selalu membela dirinya sendiri.
Setelah air matanya berhenti mengalir dari wajahnya, Ray pun bertanya padanya tentang apa yang terjadi.
"Ada apa, apa yang terjadi pada ayah?"
"Ayahmu dia pergi."
"Apa maksud ibu pergi, apakah dia... mati?"
Ray sudah mengetahui bahwa hal ini mungkin terjadi. Ketika seseorang terkena wabah shadow beast, palingan mereka tidak akan berhasil bertahan hidup sampai lebih dari satu tahun, ini adalah keajaiban bahwa dia tetap hidup selama ini.
Ray menggelengkan kepalanya berharap apa yang dia pikirkan salah.
"Ayahmu telah dibawa pergi, dia dibawa pergi oleh Shadow Beast." Air mata mulai membasahi wajah ibuku lagi.
Aku terkejut dengan apa yang aku dengar. Shadow beast hanya mengambil orang jika itu sepadan dengan usaha yang mereka lakukan. Ketika seseorang terinfeksi oleh wabah shadow beast, akan ada dua hal yang terjadi pada mereka. Hal pertama adalah orang itu akan menjadi gila atau mereka akan mati dalam waktu setahun.
Hal yang kedua lebih sering terjadi, shadow beast akan mencoba masuk untuk mengambil alih tubuhnya, mirip dengan raja beruang yang Ray lihat beberapa tahun yang lalu. Meskipun ini adalah kejadian langka, peluang keberhasilannya sangat rendah sehingga mereka biasanya hanya akan mengambil alih jika tubuh inangnya kuat.
Tapi ayahku masih tetap bertahan selama ini, jadi kami semua berasumsi hal itu tidak akan pernah terjadi.
Ibuku melanjutkan.
"Ayahmu telah melawan wabah yang berada di dalam tubuhnya sepanjang waktu, lalu suatu hari dia berhasil mengambil kendali untuk sesaat. Dia menyuruhku untuk memberitahu warga desa untuk segera mengungsi, bahwa dia tidak bisa lagi melawannya. Aku membantu warga desa untuk mengungsi tetapi aku memutuskan untuk tetap tinggal di sisi ayahmu."
__ADS_1
"Apakah ibu terluka?" Kata Ray panik melihat ke tubuh ibunya untuk melihat apakah ada luka yang terlihat.
"Tidak aku baik-baik saja. Ketika aku mencoba yang terbaik untuk membantunya, walaupun aku menyadari semua yang aku lakukan sia-sia dan hanya akan menyakitinya. Ayahmu mengatakan kepadaku .... dia mengatakan kepadaku ... untuk membunuhnya, dia mengatakan itu akan menjadi pilihan yang terbaik... tetapi aku tidak bisa melakukannya Ray, bagaimana bisa aku membunuh ayahmu."
Ibuku mulai menangis lagi. Melihat wajah ibuku yang penuh dengan air mata aku sangat marah.
Ray marah pada Shadow Beast karena mengambil ayahnya, Ray marah pada manusia karena tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi yang terburuk Ray marah pada dirinya sendiri.
Marah pada diri sendiri karena selama lima belas tahun terakhir Ray hampir tidak membuat kemajuan dalam mencari cara untuk membuka semua skill yang terkunci oleh sistem.
Ray berpikir ayahnya akan baik-baik saja dan suatu hari ketika Ray mendapatkan kembali kemampuan naganya, dia bisa menggunakannya untuk menyembuhkan ayahnya dan sekarang hati Ray terasa seperti terbelah dua, karena ibu yang Ray sayangi harus menanggung semua beban ini.
Kami berdua berbicara sebentar sebelum ibuku pergi. Ray bertanya pada ibunya apa yang akan dia lakukan sekarang. Dia mengatakan bahwa dia akan bekerja di guild petualang untuk membantu orang-orang. untungnya itu jauh dari perbatasan.
Tapi tepat sebelum ibuku meninggalkan Akademi Avrion, dia memberikan ku sebuah catatan. Dia bilang catatan itu dari ayahku dan dia menulisnya sebelum dia terinfeksi oleh wabah bayangan.
Dia awalnya ingin memberikannya kepadaku setelah aku lulus ujian masuk akademi Avrion, dengan seluruh situasi yang terjadi pada saat itu ibuku benar-benar melupakannya sampai sekarang.
"Ray sayang,
Ayah tahu kamu berbakat dan bisa melakukan apapun sendiri, lagi pula kamu memiliki gen ayah dan ibumu di dalam dirimu. Meskipun kamu terlihat kesusahan dan selalu berusaha dengan keras ketika kamu masih muda, ayah tahu kamu istimewa sejak ayah dan ibumu menatapmu saat lahir. Setelah kamu kembali dari hutan membawa Gary dan Amy di punggungmu, ayah pergi ke hutan dan melihat binatang buas tingkat menengah yang telah terbunuh. Ayah tidak tahu alasan kenapa kamu menyembunyikan kemampuanmu yang sebenarnya, ini adalah pesanku kepadamu Ray, Jangan pernah biarkan siapa pun menggertak mu, jangan karena rambut merahmu yang spesial atau apa pun itu. Aku tahu kamu bisa menjadi ksatria nomor satu di akademi Avrion dan aku berharap bisa menjadi lulusan nomor satu di sana."
Setelah selesai membacanya Ray membuang surat itu ke tempat sampah dan berpikir dalam hati.
"Dasar ayah yang bodoh, bagaimana dia bisa melihatku menjadi yang terbaik di akademi Avrion sekarang."
Ray naik ke atap gedung, itu adalah tempat terbaik baginya untuk berpikir dengan jernih.
__ADS_1
Malam itu adalah malam bulan purnama dan suara magical beast bisa terdengar dari kejauhan. Pemandangan itu seolah menenangkan pikiranku. Sepertinya dunia ini sedang menambah daftar musuhku.
****
Ian dan Slyvia baru saja kembali dari sesi pelatihan ksatria putih, ketika mereka memasuki ruangan semua orang ada di sana selain Ray.
Kelompok itu membuat daftar nama untuk tugas membersihkan kamar dan hari ini giliran Ian yang membuang sampah. Ketika Ian pergi untuk membuang sampah hari itu, dia bisa melihat apa tampak seperti sebuah surat di tempat sampah. Itu adalah hal yang aneh baginya karena para ksatria tidak diizinkan untuk menerima surat dari luar. Ian tidak mau usil membaca surat itu tetapi mau tidak mau dia telah membaca beberapa baris pertama.
"Apa yang kamu baca di sana, pria besar," kata Dan.
Ian baru saja selesai membaca isi surat itu dan menyadari bahwa itu adalah hal yang sangat pribadi yang tidak boleh dilihat oleh siapapun.
"Emm tidak ada apa-apa."
"Ayolah apa yang kamu sembunyikan pria besar, mungkinkah surat pengakuan cinta."
Ian dengan cepat meletakkan surat itu di belakang punggungnya.
Bikau diam-diam merayap dari belakang Ian dan mengambil surat itu dari belakang. Semua orang sekarang telah berkumpul untuk membaca isi surat itu.
"It's so sweet, tapi bagaimana dia mendapatkan surat dari orang tuanya kupikir ksatria tidak diizinkan untuk menerima surat dari luar?" tanya Slyvia.
Gary kembali ke tempat tidurnya.
"Tidak semanis yang kalian kira. Ayah Ray terinfeksi wabah bayangan. Surat itu pasti ditulis sebelum kejadian."
Semua orang di ruangan itu terdiam. Tidak seorang pun di sana yang mengalami apa yang dialami Ray, tetapi mereka telah mendengar desas-desus dan insiden tentang bagaimana rasanya. Mereka tidak bisa membantu tetapi merasa kasihan padanya. Beberapa dari mereka bahkan berpikir bahwa inilah alasan mengapa Ray seperti itu. Dia tidak pernah berbicara banyak kepada kelompoknya dan suka menyendiri.
__ADS_1
Gary sudah mengenal Ray sejak lama, tetapi setiap kali kelompok itu ingin mengajukan pertanyaan tentang Ray kepadanya, Gary seperti hampir tidak mengenal Ray sama sekali.
Sejak saat itu mereka memutuskan bahwa mereka akan berusaha lebih keras untuk berinteraksi dengan Ray, berharap dia akan terbuka kepada mereka di masa depan.