Reinkarnasi Sang Naga Merah

Reinkarnasi Sang Naga Merah
25. Hewan Peliharaan


__ADS_3

Jika ada binatang tingkat dasar di daerah sini, berarti ada peluang besar selalu ada magical beast disini. Ini dikarenakan magical beasts dapat berevolusi setelah magical beast memburu binatang buas lainnya, setelah itu mereka akan memakan kristal ajaib yang berada didalam binatang buas tersebut. Setelah magical beast memakan cukup banyak kristal, ia kemudian akan berevolusi ketingkat yang berikutnya.


Ketika berburu sekelompok babi hutan bertaring, aku mengetahuinya bahwa dimana binatang buas tingkat dasar berkumpul mereka akan menjadi target buruan binatang buas dengan tingkat yang lebih tinggi.


Aku berdiam diri tanpa menggerakkan sehelai rambut pun di tubuhku, menunggu babi hutan itu bergerak. Ketika babi hutan itu mulai menyerang ku, aku berhasil menghindari serangannya pada saat detik terakhir, babi hutan itu berhasil meninggalkan goresan sedalam satu inci di tubuhku.


Aku terlalu lambat untuk menghindari serangan itu. Jika aku mencoba melakukan hal yang sama lagi, aku mungkin bisa terluka parah. Aku berubah menjadi bentuk binatang buasku dengan meletakkan pedang di mulut aku dan berjongkok dengan keempat kaki seperti harimau.


Ketika binatang itu mulai menyerangku lagi, kali ini aku melakukan hal yang sama mulai menyerangnya. Binatang itu menggunakan taringnya untuk mencoba menggigitku, aku melompat ke pohon terdekat dan berpegangan pada batang pohon hingga jari-jari ku menancapkan sedalam satu inci.


Kekuatanku telah meningkat sangat banyak setelah menyerap batu kristal. Aku bukanlah orang yang sama seperti sepuluh tahun yang lalu.


Babi hutan itu menatapku, melihat aku melayang di atas pohon. Babi hutan itu tidak bisa memanjat atau terbang sehingga hanya itu yang bisa dilakukannya. Babi hutan itu mulai menabrakkan diri ke arah pepohonan menggunakan berat dan kekuatan penuhnya.


Kekuatan babi hutan itu sangat mengesankan karena dapat meruntuhkan pohon satu per satu. Saat pohon-pohon tumbang, aku akan segera pindah ke pohon lain di dekatnya, Melompat dari pohon ke pohon.


Aku mulai bosan dengan keadaan seperti ini, aku perlu melakukan sesuatu jika tidak cepat atau lambat aku akan kehabisan stamina dan tidak memiliki kekuatan untuk menyerang.


Ketika babi hutan itu terus mengejar ku diantara pepohonan, aku menemukan sebuah pohon yang dua kali ukuran pohon lainnya. Aku melompat ke pohon itu dengan babi hutan mengikuti di belakangku. Kali ini kekuatan babi hutan itu tidak cukup untuk merobohkan pohon itu dalam satu kali serangan. Kepalanya membentur pohon menyebabkan pohon sedikit miring tetapi tidak tumbang.


Babi hutan itu sedikit linglung karena dampaknya. Aku tahu bahwa ini adalah kesempatanku untuk menyerang. Aku berlari menuruni pohon secepat yang aku bisa. Aku perlu menyerang sebelum babi hutan itu mulai stabil.


Aku mulai berlari menuruni pohon dan melompat ke udara dengan bilah yang digenggam erat di mulutku berhasil menyerang diujung kepala hewan itu. Aku itu terus menggerakkan pedangku dari depan kepalanya hingga ujung ekornya dalam satu gerakan halus. Darah mulai menyembur keluar dari luka besar di tubuhnya, beberapa saat kemudian babi hutan itu mati.

__ADS_1


Aku mulai mengatur nafasku. Ini jauh lebih sulit dari yang aku kira. Aku mempersulit diriku sendiri karena apa pun yang terjadi aku tidak boleh mendapatkan luka. Jika aku terluka saat berburu dan kembali ke kamp, ​​​​akan sulit untuk menjelaskan penyebab aku terluka.


Aku cukup percaya diri dalam mengalahkan binatang buas tingkat menengah sejak aku berhasil mengalahkan serigala itu ketika aku masih kecil. Kali ini aku jauh lebih kuat daripada saat itu, tapi yang membuatnya lebih sulit adalah mencoba untuk tidak mendapatkan luka.


Aku mengeluarkan pisau dari mulutku dan mulai berpikir. Bentuk binatang buas ini sangat bagus untuk menyerang, ini sangat memungkinkan ku untuk bergerak lebih cepat, dan membuatku lebih gesit.


Meskipun itu membuatku bergerak lebih cepat, tetapi kekuatan serangannya lebih lemah, berbeda saat aku menggunakan tanganku. Jadi, aku harus mendapatkan momentum yang pas saat aku akan menyerang.


Bentuk binatang buas ini juga menghilangkan pertahanan, jika melawan manusia aku perlu menggunakan pedang untuk memblokir serangan daripada menghindarinya.


Dalam kasus melawan binatang buas yang besar seperti ini, tidak ada gunanya memblokir serangannya, aku hanya akan dipukul balik oleh kekuatan kasar tersebut. Untuk melawan makhluk yang cepat atau manusia, aku perlu belajar cara memblokir serangan dan melakukan perlawanan.


Jika ada cara agar aku bisa menggabungkan dua teknik itu pasti akan sangat membantuku di masa depan.


Aku memasukkan kristal itu ke dalam kantung penyimpanan di pinggangku. Bahkan jika aku tidak bisa menyerap kristal itu, aku masih bisa menggunakannya untuk membuat baju besi atau senjata. Atau mungkin aku bisa menjualnya untuk menghasilkan uang.


Dengan ini, aku cukup merasa senang untuk hari ini dan aku memutuskan untuk kembali ke kamp. Aku menggunakan skill mata naga untuk mengetahui saat yang tepat ketika penjaga tidak berpatroli dan menyelinap untuk kembali ke tenda.


Gary masih tertidur sambil mendengkur. bahkan jika tenda terbakar, aku berpikir itu pasti tidak akan membangunkannya.


Ketika aku sudah ingin tertidur, aku mulai memikirkan poin yang diperoleh dari kristal. Apa yang akan terjadi ketika aku mencapai seratus poin?


Tebakan terbaik yang bisa aku buat adalah ketika sudah mencapai seratus poin dengan batu kristal tingkat dasar yang aku miliki, aku berpikir mungkin aku dapat menyerap kristal tingkat menengah, tetapi tidak ada cara untuk menguji teori ku benar atau tidak.

__ADS_1


Ketika memikirkannya lagi, aku ingat ada hal lain yang aku miliki yang juga menyerap kristal. Anak serigala hitam yang aku dapatkan beberapa waktu lalu, selama ini aku hampir melupakannya.


Aku mulai menutup mataku dan berpikir gambar anak serigala mulai muncul. Dalam sepuluh tahun, itu sepertinya tidak bertambah besar sama sekali. Mungkin itu akan tumbuh lagi setelah aku mulai memberinya lebih banyak kristal.


Aku mulai tersenyum memikirkan betapa jeniusnya aku ini. Aku akan melanjutkan berburu di hutan dalam beberapa hari ke depan. Kristal apa pun yang aku peroleh sekarang, aku akan memberi makan serigala. Setelah mencapai seratus poin, aku akan dapat menguji teori yang aku buat.


Karena aku akan lebih sering menggunakan anak serigala ini, mungkin aku harus memberikannya nama.


Seperti biasa, segera setelah aku mulai memikirkannya, sistem meresponnya dengan sebuah pesan.Bulu hitam serigala itu mengingatkanku pada seekor naga yang biasa berteman baik denganku. Dia juga memiliki sisik hitam. Aku pikir dia akan senang dengan nama ini."Noir." Ucap Ray memberikan nama(Maaf yaa hari ini cuma bisa update 1 chapter karena author lagi gaenak badan)See youuu guyss.....



Seperti biasa, segera setelah aku mulai memikirkannya, sistem meresponnya dengan sebuah pesan.



Bulu hitam serigala itu mengingatkanku pada seekor naga yang biasa berteman baik denganku. Dia juga memiliki sisik hitam. Aku pikir dia akan senang dengan nama ini.


"Noir." Ucap Ray memberikan nama



(Maaf yaa hari ini cuma bisa update 1 chapter karena author lagi gaenak badan)

__ADS_1


See youuu guyss.....


__ADS_2