
Tes telah ditunda untuk sementara, Wilfred pergi untuk mendiskusikan tentang apa yang terjadi dengan para tetua. Sementara kami menunggu, para siswa lainnya terus membicarakan ku. Ini adalah kebalikan dari apa yang aku harapkan, aku selalu ingin menghindari menjadi pusat perhatian, sekarang aku malah menjadi pusat perhatian.
"Apa kau selalu ingin menjadi pusat perhatian?" kata Gary sambil merangkulku.
"Ini bukan hal yang aku inginkan."
"Yang pertama kau membuat masalah dengan Lancy, dan sekarang kau menyebabkan penyihir itu menderita."
Wilfred telah kembali setelah selesai berbicara dengan para tetua dan mulai berbicara dengan para siswa.
"Sepertinya penyihir itu telah menderita penyimpangan mana, murid yang sedang diuji pada saat itu, dia akan menerima skor terendah. Meskipun dia menerima skor terendah dia telah lulus ujian ini. Keberuntungan juga merupakan faktor nyata di dunia ini."
Para siswa kembali berbisik.
"Apakah ini berarti dia hanya mencetak skor dibabak kedua?"
"Rambut merah pasti sangat sial, sepertinya kutukan itu memang benar."
"Sepertinya penyihir suci telah mentakdirkannya hanya sebagai selempang merah."
Para siswa mulai melanjutkan ke tes berikutnya, tetapi sebelum itu aku memiliki pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranku.
"Apa itu Penyimpangan mana?" Aku bertanya pada Gary.
"Aku benar-benar tidak tahu, tapi aku tahu seseorang yang mungkin tahu." Gary mulai melompat di antara kerumunan siswa dan melambaikan tangan ke arah Slyvia.
"Slyvia, ke sini aku punya pertanyaan!"
Slyvia bergabung dengan kami dalam perjalanan ke fasilitas pengujian berikutnya. Dia tampak sedikit frustrasi.
__ADS_1
"Mengapa setiap kali kalian memiliki pertanyaan, kamu selalu datang dan bertanya padaku?"
"Kami benar-benar tidak mengenal siapa pun di sini, aku dan Ray selalu terjebak dalam kondisi yang sama sejak berada di kota Ranny, tetapi yang aku tahu kau selalu berada diperingkat pertama disekolah."
Sebenarnya Gary punya banyak kesempatan untuk berteman dengan siswa lainnya di kota Ranny. Setiap kali mereka mengundang Gary keluar untuk melakukan sesuatu, Gary akan selalu bertanya apakah dia bisa membawaku bersama. Jawaban mereka adalah tidak dan mereka mulai menjauhi Gary. Kami telah dianggap menjadi orang luar bagi seluruh sekolah.
"Baiklah, kurasa kalian tidak akan tahu karena itu merupakan gejala yang ada pada penyihir. Penyimpangan mana adalah gejala ketika seorang penyihir menggunakan semua mana mereka, mereka mencoba melewati batasannya sehingga menyebabkan segala macam gejala pada mana."
Ini adalah alasan yang mereka gunakan. Aku mengakui itu adalah alasan yang cukup pintar untuk menyalahkan penyimpangan mana.
Penyihir itu telah menguji lebih dari 300 siswa dan selalu merapalkan mantra ilusi. Jadi itu adalah alasan yang bisa diterima sebagian besar siswa.
Slyvia kemudian melihat ke arah Gary dan mengarahkan jarinya ke arahnya.
"Aku tidak akan kalah darimu." Dia berkata sambil berjalan cepat ke tempat tes berikutnya.
"Sepertinya ada yang punya saingan nih." kataku pada Garry.
Kami tiba di lokasi pengujian ketiga yang ternyata kosong. Hanya ada master Ksatria berpakaian serba hitam. Dia memiliki peralatan ringan dan membawa empat belati di pinggangnya. Sebuah syal menutupi bagian mulutnya sehingga hanya matanya yang terlihat.
"Tes ini disebut The Silent Knight, untuk tes ini aku ingin kalian memperhatikan dengan cermat dan mencoba menirukan semua langkahku. Aku hanya akan menunjukkannya sekali."
Ksatria itu mulai bergerak dengan gerakan yang sangat aneh dan cepat. Aku merasa kesulitan untuk melacak pergerakannya. Saat dia berpindah tempat dari satu area ke area yang lain hanya terlihat seperti bayangan.
Semua siswa menelan ludah dengan takjub. Amh ragu sebagian besar dari mereka bahkan tidak bisa mengikuti gerakannya, bagaimana kita bisa menirunya.
Banyak siswa mencoba untuk mensimulasikan apa yang telah dilakukan master ksatria tetapi tidak ada yang berhasil. Bahkan Gary dan Slyvia pun tidak bisa.
Aku bisa melihat ksatria itu menggelengkan kepalanya dengan kecewa pada semua orang. Aku juga mencobanya dengan baik tetapi hasilnya sama seperti yang lainnya, itu bukanlah bakat ku untuk bergerak seperti itu.
__ADS_1
Di akhir ujian, hanya ada dua siswa yang tampaknya disetujui oleh ksatria itu. Salah satunya adalah Monk. Meskipun Monk tidak berhasil dengan baik pada ujian lainnya, sepertinya dia telah menemukan bakatnya.
Di tempat tes keempat, cukup jelas apa yang akan terjadi hanya dengan melihat lokasi tes tersebut. Di depannya ada sebuah rumah kosong. Rumah ini memiliki banyak target panahan di berbagai tempat berbeda. Di atas atap, di jendela kecil, dan masih banyak lagi.
Kali ini seorang ksatria wanita melangkah maju. Dia memiliki sosok tinggi ramping dengan rambut panjang berwarna perak. Semua siswa laki-laki terpana dan tidak bisa menahan diri untuk terus menatapnya.
Ksatria itu dengan cepat membuat mereka semua diam ketika dia menembakkan panah yang menggores salah satu pipi siswa.
"Tes ini disebut The Eye Of Accuracy, tujuannya adalah untuk mencapai target sebanyak yang kalian bisa dan secepat yang kalian bisa.
Semakin dekat kalian ke tengah target, semakin banyak poin yang kalian dapatkan. Kalian harus menilai apakah kecepatan atau akurasi yang lebih penting."
Aku cukup bersemangat untuk tes kali ini karena skill mata naga akan menunjukkan kepadaku target tersembunyi dengan mudah, meskipun aku belum pernah menggunakan busur sebelumnya, tampaknya tidak terlalu sulit.
Ian menonton tes seperti biasanya, Slyvia dan Gary melakukannya dengan baik, mereka adalah yang terbaik kedua dari siswa yang bernama Martha Woodlock. Entah kenapa nama itu terasa familiar, bahkan penampilannya pun familiar.
Dia berpakaian serba hijau dan memiliki rambut cokelat panjang. Aku tidak bisa mengingat di mana aku pernah melihat orang ini sebelumnya.
Sekarang adalah giliran ku. Aku naik dan meraih busur di atas meja sebelum menuju ketempat tes. Kalian berdiri ditempat yang telah kami tandai X sebelum kalian mulai menembak. Sebelum Master ksatria mengatakan mulai, aku mengaktifkan skill mata nagaku.
Aku bisa melihat semua target dengan jelas dan menemukan urutan terbaik untuk menyerang mereka satu per satu.
"Mulai!!" Dia berteriak.
Aku mengambil anak panah dan menarik tali pada busur sekeras yang aku bisa.
Crashhh
Sebuah suara terdengar dan panah itu jatuh ke bawah. Tali pada busur telah putus. Aku melihat ke arah ksatria dengan bertanya-tanya dalam hati "apa yang akan terjadi dalam situasi seperti ini."
__ADS_1
"Keberuntungan juga merupakan bagian dari tes," kata ksatria wanita itu.
Aku kembali turun dari platform tes setelah mendapatkan nilai nol.