Reinkarnasi Sang Naga Merah

Reinkarnasi Sang Naga Merah
40. Ksatria Naga


__ADS_3

Aku terbangun karena suara dua benda logam yang saling beradu terdengar di seluruh mansion. Itu sangat menggangguku karena pendengaran ku lebih sensitif daripada orang lain.


Joe sedang berdiri di depan pintu sambil memukul-mukul dua panci logam, sepertinya ini adalah cara tradisional untuk membangunkan siswa baru.


"Bisakah kamu membangunkan kami dengan cara yang lebih biasa," keluh Gary.


Kami segera turun dari tempat tidur dan mengenakan seragam sekolah standar, berbaris di depan Joe. Joe melihat kami satu-persatu dan memeriksa semuanya seperti urutan dalam perlengkapan dan ikat pinggang.


"Bagus, kalian mulai terlihat seperti ksatria sejati sekarang, sayangnya, aku punya kabar buruk. Pelatihan telah dibatalkan untuk hari ini dan akan dimulai besok. Pertemuan darurat telah diadakan diantara ksatria utama. Kalian bebas untuk menggunakan waktu kalian seperti yang kalian inginkan."


"Bisakah aku pergi ke luar?" Ray bertanya.


"Sayangnya tidak, sampai kamu mempelajari dasar-dasarnya di akademi Avrion, kamu tidak diizinkan meninggalkan kota. Silakan mengunjungi perpustakaan atau bahkan gereja untuk mendapatkan berkah dari penyihir suci."


Joe memberi hormat kepada kami sebelum pergi.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang, Ray?" tanya Gary.


"Aku sedang berpikir untuk pergi ke perpustakaan, bagaimana denganmu?."


Aku ingin pergi mencari informasi baru tentang ksatria naga dan penyihir suci. Mungkin itu akan memberikan ku gambaran tentang apa yang ada di dalam makam itu. Meskipun aku bisa pergi menjarah kuburan, itu adalah sesuatu yang tidak ingin aku lakukan pada hari pertamaku di sini.


"Kedengarannya membosankan, aku akan pergi ke tempat latihan, mungkin ada beberapa orang yang akan bertanding denganku."


Biksu telah memutuskan untuk kembali ke asrama dan menyusul yang lainnya, sementara Kyle pergi bersama Gary ke tempat latihan. Aku senang mereka meninggalkan ku sendirian disini.

__ADS_1


Perpustakaan adalah tempat yang megah seperti gedung lain di akademi Avrion. Rasanya butuh seumur hidup untuk bisa membaca semua buku ini.


Aku memutuskan untuk memeriksa informasi tentang ksatria naga. Tentu saja, ada banyak buku tentang ksatria naga karena mereka adalah pendiri akademi Avrion.


Aku membaca sekilas beberapa buku yang aku pilih secara acak, kebanyakan dari mereka berbicara tentang bagaimana lima ksatria berkumpul untuk melindungi kerajaan dari Shadow Beast.


Diyakini bahwa shadow beast berasal dari benua yang berbeda. Ketika datang ke benua selatan itu mulai mengambil alih tanah dengan cepat. Gencatan senjata dilakukan antara kerajaan dan para ksatria naga berhasil menahan shadow beast. Itu sekitar lima puluh tahun yang lalu dan belum ada aktivitas dari shadow beast sejak itu.


Meskipun aku belajar sedikit tentang masa lalu disini, aku tidak menemukan informasi tentang senjata atau baju besi mereka. Ini adalah informasi yang aku cari. Sampai aku menemukan sebuah buku berjudul "Kebenaran tentang ksatria naga."


Buku ini berbeda dari yang lain, karena tidak berbicara tentang kejadian yang besar atau kisah para ksatria naga. Buku ini menceritakan tentang kepribadian mereka dan senjata yang mereka gunakan, buku ini adalah buku yang kucari selama ini.


Aku pergi untuk duduk di meja dekat perpustakaan dan mempelajari buku itu lebih dalam. Kemudian aku membaca sesuatu yang membuatku tertarik.


Sihir itu bukanlah sihir standar yang dikenal di seluruh negeri, tetapi sihir yang dimiliki pada saat zaman naga yang telah lama hilang. Dikatakan bahwa meskipun banyak orang mengira mereka dinamai ksatria naga karena baju besi dan senjata yang mereka kenakan, itu sebenarnya karena keterampilan yang mereka gunakan dalam pertempuran.


Sayangnya, buku itu tidak memiliki informasi berguna lainnya di dalamnya dan tidak menjelaskan secara rinci tentang kemampuan mereka.


Aku membalik buku itu untuk melihat nama penulisnya "Lenny Steel."


"Lenny Steel, seorang penulis yang dikenal melebih-lebihkan masa lalu." Sebuah suara berkata datang dari kananku.


Aku melihat kearah kursi di sebelahku dan yang mengejutkanku itu adalah Slyvia. Aku terlalu fokus pada buku dan tidak memperhatikan siapa yang duduk disebelahku. Aku tidak tahu berapa lama dia ada di sana.


"Maksudmu apa?" Aku bertanya.

__ADS_1


"Lenny Steel, dia dulu adalah seorang ksatria di akademi Avrion itu dulu sekali, tapi kemudian dia berhenti dan menjadi penulis untuk mencari nafkah."


"Apakah orang ini masih hidup?" Jika aku dapat menemukan orang ini maka dia mungkin akan dapat menjawab pertanyaan ku tentang para ksatria naga.


"Dia berhenti menulis buku sejak lama jadi aku tidak yakin, tapi mungkin Wilfred mengetahui lebih banyak informasi tentang dia."


"Apakah kaj tahu jika dia menulis buku tentang penyihir suci?"


Sulit untuk menemukan buku tentang penyihir suci. Itu tabu bagi orang untuk menulis tentang itu sehingga semua cerita cukup umum.


"Bahkan jika dia melakukannya, aku tidak akan menggunakannya sebagai sumber yang kredibel, meskipun buku-bukunya adalah teori dan ide yang menarik untuk dibaca, buku-bukunya dikategorikan oleh banyak orang sebagai dongeng fantasi. Jika kamu ingin mengetahui beberapa informasi, kamu selalu bisa bertanya kepadaku."


"Tahukah kamu mengapa penyihir suci begitu dipuja, bahkan di kota Avrion. Saat aku sedang berjalan-jalan, aku mendengar banyak orang mengatakan kalimat "Berkatilah penyihir suci." Ada banyak gereja dan kuil-kuil yang mendedikasikan dirinya untuk penyihir suci.


"Sebenarnya yang mereka sebut penyihir suci adalah orang yang memberikan para ksatria naga kekuatan, itu juga yang membimbing mereka untuk membuat akademi Avrion untuk memperingatkan mereka tentang shadow beast."


"Apakah ada cara untuk bertemu penyihir suci?"


Jika ada kesempatan untuk melihatnya, mungkin aku bisa bertanya mengapa aku berubah menjadi manusia.


"Penyihir suci dikatakan berada di ibukota Alure dekat akademi Roland, tetapi mereka tidak membiarkan siapa pun untuk melihatnya."


Aku berharap bahwa perjalananku ke perpustakaan akan dapat menjawab pertanyaan yang aku miliki tetapi sebaliknya, itu malah memberikanku lebih banyak pertanyaan.


Aku mengobrol dengan Slyvia beberapa saat lebih lama untuk menanyakan lebih banyak pertanyaan tetapi informasi yang dimiliki Sylvia terbatas, pada akhirnya kami kembali ke asrama bersama untuk beristirahat untuk hari berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2