Reinkarnasi Tabib Jenius

Reinkarnasi Tabib Jenius
Dicurigai Sebagai Seorang Penjahat!


__ADS_3

“Ap-apa?! Anda adalah Putri Raja Obat Kekaisaran Bei, Putri Baili Yan?!” gagap salah seorang prajurit penjaga gerbang tersebut dengan raut wajah pucat pasi.


“Ya, benar,” jawab Gadis Bergaun Merah itu sambil menaikkan alisnya dengan tatapan santai dan melipat kedua tangannya di depan dadanya acuh tak acuh.


Seketika, kedua prajurit penjaga gerbang itu berlutut untuk memohon ampunannya.


Mereka mengaku salah telah bertindak tanpa melihat siapa tuan atau majikan dari orang yang mereka buru. Bahkan, keduanya langsung meminta supaya Baili Yan tidak melaporkan masalah ini kepada Kaisar Kekaisaran Nan.


Zhao Jun yang melihat ini, hanya menghela nafasnya diam-diam.


“Fyuh!”


Dia tahu betul kalau di Kekaisaran Nan yang sangat menghargai bahkan memprioritaskan segala hal yang berkaitan dengan pengobatan atau obat-obatan ini, kekuatan Raja Obat dari Kekaisaran Bei sangatlah tinggi.


Sekalipun Raja Obat ini adalah orang asli dari kekaisaran tetangga.


Dengan hubungan baik yang telah dijalin oleh kedua negara, tidak pernah ada masalah apa pun. Apalagi, dulunya hubungan Raja Obat memang sangat bagus dengan Zhao Jun asli, saat dia masih hidup dan mengelola Balai Obat Surgawi.


Bahkan, kekuatan Raja Obat sendiri sekarang bisa setara dengan raja-raja wilayah bagian dari Kekaisaran Nan.


Yang mana hal ini lantas membuat satu kata yang keluar dari mulut Raja Obat dan Putri Baili Yan sama kuatnya dengan ucapan Raja Wilayah Bagian bahkan Kaisar Kekaisaran Nan itu sendiri.


“Pergilah!” pungkas Baili Yan arogan pada akhirnya.


“H-hah?! Terima kasih, terima kasih banyak, Putri Baili! Kami permisi!” sahut kedua prajurit penjaga gerbang tersebut cepat-cepat.


Setelahnya, mereka berdua itu pun pergi meninggalkan Baili Yan dan Zhao Jun.


Kini, suasana hening kembali.


Zhao Jun berdiri dalam diam dan Baili Yan tampak masih sibuk mengamati sosok kedua penjaga gerbang itu sampai benar-benar hilang dari pandangan.


Zhao Jun sendiri berdiri kini menyadari bahwa dia berdiri dengan sedikit oleng. Dia harus mengurangi tekanan di kaki kanannya dan menambah beban tumpuan di kaki kiri sebagai efek keseleo pada kaki kanannya tadi.


“Aku harus mengobatinya setelah tiba di rumah,” gumamnya pelan.


Secara mengejutkan, Baili Yan mendengarnya.


“Apa?” Dia menoleh dengan tatapan tajam, penuh tanda tanya.


Sebagai praktisi bela diri, agaknya kemampuan indera pendengarannya lebih sensitif dari orang biasa. Kalau tidak, dia tidak akan mungkin bisa mendengar gumaman Zhao Jun yang sangat lirih.

__ADS_1


Zhao Jun menyentuh tudung jubahnya dan mengangguk pelan. “Benar, Putri.”


“Terima kasih banyak untuk bantuan yang Anda berikan barusan. Saya pasti akan membalasnya nanti. Tapi untuk saat ini, saya memiliki urusan yang mendesak. Mohon Putri Baili tidak tersinggung.”


Mendengarnya, Baili Yan langsung mendelik tajam. Dia mengulurkan tangannya yang memegang kipas ke arah wajah Zhao Jun.


“Kau! Beraninya kau bilang begitu?! Dan memangnya, aku mengizinkanmu?! Ingat! Kalau bukan karena aku, kau sekarang sudah ditangkap oleh mereka.”


Sebelum Zhao Jun menyelanya, Baili Yan kembali melanjutkan kata-katanya.


“Oh! Atau begini saja.”


“Karena kau tampaknya sangat tergesa-gesa untuk pergi, bahkan tidak sedikit pun memperhatikan 'wajah' Putri Raja Obat ini, maka aku akan dengan senang hati memanggil kedua penjaga itu dan berbicara jujur pada mereka!”


Zhao Jun meringis. Dia tidak tahu kalau putri Raja Obat sangatlah arogan dan angkuh. Namun, jika ditilik dari sudut pandang mana pun, dia layak berbicara demikian.


“Saya tidak bermaksud demikian, tapi saya benar-benar punya urusan. Saya harus pergi ke Balai Obat Surgawi sebelum fajar tiba, Putri Baili,” jawab Zhao Jun setelah diam beberapa detik.


Ekspresi Baili Yan berubah. Dia menurunkan tangannya dan berkacak pinggang dengan tatapan lurus penuh penasaran pada Zhao Jun.


“Kau … ingin pergi ke Balai Obat Surgawi?”


“Benar, Putri!”


Berdasarkan penampilan Zhao Jun yang begitu lusuh dan sangat miskin, agak mustahil rasanya dia punya kepentingan yang sangat serius di Balai Obat Surgawi.


Atau, mungkinkah Zhao Jun ini datang ke Balai Obat Surgawi untuk meminta obat atau melakukan pengobatan?


Hanya saja, kenapa harus malam-malam begini? Bahkan dia bilang barusan, kalau dia harus ke Balai Obat Surgawi sebelum matahari terbit. Bukankah aneh?


Segala macam pertanyaan menyeruak di kepala Baili Yan. Dan hal ini membuatnya menaruh kecurigaan khusus terhadap Zhao Jun. Tak mungkin baginya untuk membiarkannya pergi begitu saja lepas dari pengawasannya.


Bagaimana kalau ternyata Zhao Jun ini adalah seorang pencuri atau orang jahat? Bukankah dia salah menyelamatkan orang?


“Tidak!” batin Baili Yan menjerit. “Tidak boleh ada kesalahan dalam perjalananku ke sini! Ini artinya, aku tidak boleh melepaskan orang ini sebelum semuanya jelas!”


Zhao Jun tak mengerti apa yang ada di pikiran Baili Yan. Dia pun tidak menjawab pertanyaan yang dia berikan dan memilih diam.


Tapi dia heran dengan ekspresi berikut tatapan Baili Yan yang berubah-ubah terhadapnya. Ditambah dengan sosoknya yang tiba-tiba menggelengkan kepala agak histeris, dia makin bingung.


“Putri Baili?”

__ADS_1


Baili Yan menyipitkan matanya dan mendengkus dingin.


“Ekhem. Karena urusanmu tidak jelas dan aku tidak mengenal benar apa identitasmu, maka kau tidak boleh pergi sebelum aku pulang ke Kekaisaran Bei!”


Kedua mata Zhao Jun membelalak. “Tapi—”


“Tidak ada tapi! Tidak ada yang menjamin bahwa kau bukanlah seorang penjahat! Dan sebagai seorang Putri Raja Obat, aku tidak bisa sembarangan melepaskan orang tak dikenal!”


“Lalu kenapa Anda menolong saya, Putri?” sahut Zhao Jun tidak terima.


Baili Yan terhenyak dan kehilangan kata-katanya untuk sesaat.


“I-Itu, itu karena aku pikir kau adalah orang lemah dan tak bersalah. Namun, melihatmu sekarang, aku mengurungkan prasangkaku!”


“Lagipula, aku juga akan pergi ke Balai Obat Surgawi. Kau bisa ikut denganku alih-alih pergi sendirian dan membuatku berada dalam bahaya! Jadi, kalaupun kau benar orang jahat, aku masih bisa mengalahkanmu sebelum kau berbuat macam-macam!”


Kini giliran Zhao Jun yang kehilangan kata-katanya. Dia tidak mengerti alur pikiran Baili Yan yang menurutnya terlalu waspada dan aneh.


Meski begitu, tawarannya untuk mengajak dia pergi ke Balai Obat Surgawi itu benar-benar sangat membantu. Dia bisa ke sana tanpa harus sembunyi-sembunyi. Dan secara terang-terangan pun dia masih bisa selamat dengan mengandalkan Baili Yan!


“Baiklah. Hanya saja, biar saya jelaskan satu hal pada Anda, Putri Baili. Saya bukanlah orang jahat. Saya memiliki sesuatu untuk diurus di Balai Obat Surgawi. Dan itu bukan kejahatan atau tindak kriminal—”


“Sudahlah. Aku tidak ingin mendengarnya. Karena aku tidak bisa percaya dengan kata-kata saja. Biarkan fakta yang berbicara nanti! Apa pun urusanmu, selama itu membahayakanku, aku pasti akan menyeret dan membunuhmu!”


Zhao Jun menelan ludahnya susah payah, tapi tidak mampu berkata apa-apa lagi.


Tanpa banyak bicara, dia kemudian mengikuti sosok Baili Yan yang sudah berjalan lebih dulu menuju kereta kuda miliknya dengan langkah agak lebar.


Sesampainya di kereta, Baili Yan menunjuk ke sisi yang kosong di sebelahnya pada Zhao Jun. Bermaksud agar Zhao Jun duduk di sana bersisian dengannya.


“Cepat! Jangan buang waktuku! Duduk di sini, agar aku bisa melakukan tindak pencegahan kalau kau macam-macam!”


Zhao Jun menarik nafas pendek sebelum mengangguk dan masuk ke kereta kuda tersebut. Begitu dia duduk, sang kusir langsung memecut tali kekang kuda agar mereka kembali meneruskan perjalanan.


Keheningan jatuh sekali lagi.


Baik Zhao Jun maupun Baili Yan tidak saling bicara.


Masing-masing sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Sementara kepala Zhao Jun dipenuhi dengan taktik untuk melancarkan aksinya, Baili Yan disibukkan dengan pertanyaan tentang siapa Zhao Jun ini.


Sampai pada akhirnya, rasa penasaran Baili Yan memuncak. Dia tidak bisa menahannya lagi dan harus menanyakan ini pada Zhao Jun.

__ADS_1


“Hei, kau! Kau bilang, kau bukanlah orang jahat! Tapi dari awal sampai akhir, kau tidak pernah sekali pun menyebutkan atau mengenalkan dirimu padaku!”


“Hah?!” Zhao Jun mendongak dengan agak kaget. Kedua matanya bersitatap langsung dengan manik mata Baili Yan yang dipenuhi sinar curiga. “A-Aku ….”


__ADS_2