
“Zhao Jun! Kau sudah bangun?!”
Kalimat itu adalah kalimat yang pertama kali didengar oleh Zhao Jun setelah dia membuka kedua kelopak matanya secara perlahan. Namun, rasa sakit yang mendera seluruh tubuhnya membuat Zhao Jun lambat merespons.
Dia mengerang kesakitan, lalu menutup kembali kedua matanya tanpa bicara. Ditambah dengan kepalanya yang terasa sangat berat dan pusing, dia seperti kehilangan semua kekuatannya untuk melakukan aktivitas apa pun bentuknya.
Akan tetapi, indera pendengarannya masih berfungsi sangat baik. Jadi, segala macam percakapan tetap masuk ke telinganya. Dan dia samar-samar bisa mengenali siapa yang tengah berbicara di dekatnya.
“Tabib! Kau bilang, setelah dia sadar semuanya akan baik-baik saja? Lalu kenapa dia pingsan lagi setelah membuka matanya?!”
Suara itu milik Putri Baili. Dari suaranya, dia terdengar begitu tidak sabar dalam bertanya. Ada nada ketidakpuasan juga yang terselip dalam kata-katanya.
“B-Benar, Putri. Dia sudah sadar barusan dan itu menandakan bahwa dia baik-baik saja. Dia sudah aman dari masa kritisnya. Hanya saja, dengan luka yang dia terima serta luka lama yang dia miliki, dia mungkin butuh waktu untuk benar-benar membuka matanya dan sadar secara utuh.”
Putri Baili mendengkus keras setelah mendengar jawaban sang tabib. “Hmph! Ya sudahlah! Rawat dia dengan baik! Butuh berapa lama sampai dia benar-benar bisa sadar seutuhnya?”
“Mungkin besok pagi dia akan benar-benar sadar dan membaik lebih dari sekarang, Tuan Putri.”
“Besok pagi?!!!”
“Ya, Tuan Putri.”
“Huh! Kalau begitu kau tunggu dia di sini! Begitu dia sadar, panggil aku! Aku punya beberapa hal untuk dikatakan kepadanya dan itu mendesak! Jangan sampai sesuatu terjadi padanya!”
Tabib itu terlihat kaget, tapi dia masih menganggukkan kepalanya beberapa kali sebagai jawaban atas perintah sang putri.
“Baik, Tuan Putri. Anda tidak perlu khawatir. Saya pasti akan menunggu dan merawatnya sampai dia benar-benar sembuh.”
“Baguslah! Aku akan pergi sekarang!”
Setelahnya, terdengar langkah suara kaki yang menjauh beserta pintu yang ditutup.
“Fyuh! Tuan Putri kali ini sangat aneh! Jarang sekali dia peduli dengan orang lain. Kenapa sekarang, dia tiba-tiba begitu mempedulikan orang ini? Apa yang terjadi?”
Zhao Jun hanya bisa mendengar sampai saat itu, sebelum kembali jatuh pingsan menuju alam bawah sadarnya.
Entah berapa lama dia pingsan, Zhao Jun sendiri tidak tahu persis. Tapi yang jelas, ketika dia membuka matanya untuk yang kedua kali, cahaya matahari tampak begitu terang dengan hawa yang cukup hangat agak panas.
__ADS_1
Mungkin, hari hampir siang.
“Ugh!”
Zhao Jun melenguh pelan saat dia berusaha untuk bangun dan duduk. Rasa sakit yang ada di tubuhnya sudah berkurang banyak. Hanya tersisa nyeri di beberapa bagian tubuhnya.
Sembari menyentuh kepalanya, dia lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk melihat di mana dia sebenarnya sekarang ini.
Sejenak, Zhao Jun termenung.
Sebuah ruangan yang tidak terlalu luas, dengan berbagai macam rak obat-obatan, beberapa dekorasi sederhana tapi elegan, ditambah dengan kualitas setiap barang yang begitu tinggi itu agak mengejutkannya.
Sebenarnya semua itu bukanlah apa-apa. Hanya saja, Zhao Jun merasakan bahwa ruangan ini sangat familiar bagi dirinya sendiri. Seolah dia pernah datang ke sini sebelumnya.
Secara otomatis, Zhao Jun mencoba untuk mengingat-ingat kembali apakah dia benar-benar pernah datang ke tempat ini atau belum. Dan ingatannya di masa lalu menjadi jawabannya!
“Ini adalah ruang kesehatan Istana Obat Ilahi?!”
Zhao Jun membelalak kaget. Dia tidak menyangka bahwa setelah bertahun-tahun berlalu, dia akhirnya kembali menginjakkan kakinya ke ruang kesehatan ini lagi.
Masa lalunya saat masih hidup sebagai Tabib Jenius Zhao, benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman sekarang.
“Aku benar-benar harus segera mendapatkan kembali kehidupanku yang dulu!”
Bertepatan dengan itu, suara pintu yang dibuka datang dari arah berlawanan. Hal ini pun berhasil mengejutkan Zhao Jun hingga membuatnya menoleh dengan spontan.
Di sana, sosok pria tua bertubuh kurus dengan penampilan bagus selayaknya seorang tabib kelas atas, datang dengan nampan berisikan mangkuk dan gelas.
Dari ekspresinya, tampak jelas kalau dia agak terkejut juga setelah beradu tatap dengan Zhao Jun.
“Kau sudah bangun rupanya,” tuturnya sambil mengulas senyum tipis.
Zhao Jun membalasnya dengan anggukan ringan. “Baru saja.”
“Bagaimana keadaanmu? Apa kau merasa lebih baik sekarang?” tanyanya lagi sembari meletakkan nampan yang dia pegang ke meja yang ada di samping dipan tempat tidur Zhao Jun.
“Ya, aku sudah merasa lebih baik. Apa kau yang mengobati luka-luka yang ada di tubuhku? Apa kau menemukan sesuatu?”
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Zhao Jun, tabib itu agak heran. Namun, mengingat beberapa hal, dia akhirnya mengangguk membenarkan.
“Ya. Aku melihat bahwa kau sepertinya memiliki luka lama yang bahkan sampai sekarang belum membaik sama sekali. Kurasa, itu adalah luka dari sewaktu kau kecil? Dan kemungkinan besar, kau hidup sakit-sakitan sejak kecil?”
Zhao Jun tidak langsung menjawabnya.
Dia tahu tabib ini pasti bisa mengetahuinya. Hanya saja untuk detail seperti apakah dia sakit-sakitan sejak kecil, Zhao Jun tidak tahu pasti. Bagaimanapun juga, dia bukanlah 'Zhao Jun' muda yang asli.
Tapi memang, dia juga memiliki pandangan yang sama dengan tabib tua ini. Bahwa luka yang dimiliki oleh tubuh ini sepertinya sudah ada sejak lama. Mungkin sejak kecil.
Oleh karenanyalah dia harus menerima tawaran Putri Baili datang ke sini. Sekaligus mencari tanaman obat dengan kualitas tinggi seperti yang dia dapat kemarin guna meracik dan membuat penawarnya.
Begitu semua luka dan racun aneh yang ada di tubunnya lenyap seluruhnya, dia bisa membuka seluruh titik meridiannya dan memulai pelatihannya lagi sebagai seorang praktisi bela diri sekaligus tabib jenius!
“Tidak masalah kalau kau tidak mengatakannya. Yang penting sekarang adalah kau baik-baik saja, dan tolong minumlah obat yang sudah aku buat dengan susah payah ini sampai habis. Setelah itu, aku akan memanggil Putri Baili. Dia bilang dia ingin menemuimu setelah kau bangun.”
Zhao Jun mengangguk dua kali sebagai jawaban. “Terima kasih banyak, Tabib.”
“Sama-sama.”
Setelah tabib tua itu pergi, Zhao Jun meminum obatnya dan turun untuk melihat-lihat di sekitar melalui jendela yang ada di dekat pintu.
Namun, baru saja dia sampai di dekat jendela, pintu tiba-tiba terbuka dengan sosok Putri Baili yang mengenakan gaun merah menyala di belakangnya.
“Zhao Jun!”
Zhao Jun menoleh dan menatapnya dengan tatapan polos. “Ya, Putri?”
Sekalipun nada Putri Baili tidak begitu mengenakkan untuk didengar, Zhao Jun tidak peduli. Dia memilih untuk bermain aman dan tenang dengan apa pun yang ingin dibicarakan oleh Putri Baili ini.
Dan rupanya, balasan Putri Baili bahkan lebih mengejutkan dibanding bagaimana dia bertanya barusan.
“Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu kemarin?! Dan kenapa kau membeli tanaman obat yang memiliki kualitas tinggi dan termasuk golongan tanaman langka itu? Apa kau tahu mereka semua itu termasuk tanaman untuk bahan obat apa? Bisakah kau menjelaskannya padaku?!”
Zhao Jun kehilangan kata-katanya.
Dia bingung bagaimana bisa Putri Baili tahu bahwa dia kemarin sempat membeli tanaman obat langka itu di kios penjual? Bukankah semua tanamannya dirusak oleh sekelompok pemuda arogan itu?
__ADS_1
“Apa? Kau bingung kenapa aku tahu semua itu? Kau tidak perlu tahu jawabannya. Cukup jawab apa yang aku tanyakan sebelumnya! Cepat!”