
‘Tok! Tok! Tok!’
“Zhao Jun! Zhao Jun!!! Ayo, buka pintunya! Aku tahu kau masih ada di dalam, Zhao Jun! Aku tahu kau belum pergi ke Kekaisaran Bei!!!”
Suara pintu yang diketuk sangat keras secara bertubi-tubi, disusul seruan akrab Tian Feng yang nadanya dipenuhi ketidaksabaran itu membuat Zhao Jun yang baru saja selesai meracik obat bubuk terakhirnya, mengernyitkan dahi, keheranan.
“Tian Feng?! Untuk apa dia datang pagi-pagi begini?” gumam Zhao Jun sambil menyimpan obat bubuknya ke dalam kotak khusus di atas meja samping tempat tidur.
Setelahnya, barulah dia melangkahkan kaki keluar untuk membuka pintu. Namun, suara seruan tidak sabar Tian Feng kembali terdengar.
“Zhao Jun! Kalau kau tidak segera membuka pintunya dan keluar untuk menemuiku, aku pastikan pintu rumahmu ini akan roboh karena aku dobrak!!!” ancamnya.
Seketika, Zhao Jun mempercepat langkahnya dan membuka pintu rumahnya dengan agak keras.
“Apa?” sahutnya agak dingin dan jengkel. “Untuk apa kau datang membuat keributan pagi-pagi begini?”
Tian Feng tidak mengindahkan pertanyaan Zhao Jun dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah, sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
“Semuanya benar-benar sudah dibersihkan?! Bibi Fang tidak berbohong?! Kau akan pergi ke Kekaisaran Bei hari ini, Zhao Jun?!” seru Tian Feng sambil menoleh ke arah Zhao Jun.
Zhao Jun menatap Tian Feng sesaat, sebelum menganggukkan kepalanya beberapa kali sebagai jawaban.
“Ya. Aku memang akan pergi ke Kekaisaran Bei hari ini.”
“Kenapa?!” sahut Tian Feng tidak mengerti.
Sembari menghela nafas panjang, Zhao Jun menjawabnya ringan. “Ceritanya panjang. Dan aku tidak punya pilihan lain selain pergi ke sana.”
Memang, apa yang dikatakan oleh Zhao Jun itu benar.
Tepat setelah dia mencari tahu rencana jahat Liu Chang dan Ying Fei terhadap Balai Obat Surgawi 3 hari yang lalu, semua rencana awalnya harus dirombak total.
Terlebih adanya pertemuan tidak terduganya dengan Putri Baili yang sangat membantu dalam segala aspek, dari segala sisi.
Segalanya harus berakhir pada keputusan ini.
“Aku tidak mengerti! Pilihan apa yang kau maksud? Dan, cerita panjang apa yang kau katakan itu, hah?!”
__ADS_1
Zhao Jun mendelik. Kalau dia masihlah dia yang dulu, dia pasti tidak akan ragu untuk bercerita secara gamblang apa yang terjadi padanya pada Tian Feng.
Namun, pengalaman dikhianati begitu hebat oleh Liu Chang sebagai sahabat benar-benar meninggalkan trauma dan dendam yang mendalam di hatinya.
Sulit baginya untuk menjelaskan hal-hal yang menurutnya berkaitan dengan privasi diri, termasuk rencana hidupnya ke depan.
“Pada intinya, aku harus pergi ke Kekaisaran Bei untuk mengobati diriku sendiri, Tian Feng. Hanya dengan pergi ke sana, aku bisa sembuh.”
Tian Feng menggeleng. “Tidak! Tidak mungkin kau hanya bisa sembuh di sana!”
“Bukankah sekarang Balai Obat Surgawi sudah memiliki Kepala Balai yang baru? Kehebatannya dalam mengobati pasti tidak kalah dari mendiang Tabib Jenius Zhao, kan?”
Zhao Jun refleks mendengkus. Dan ini membuat kedua alis Tian Feng menyatu karena bingung.
“Kenapa kau langsung mendengkus setelah aku menyebutkan Kepala Baru Balai Obat Surgawi?”
Sebagai tanggapan, Zhao Jun hanya menggelengkan kepalanya dan memalingkan pandangannya ke arah lain.
“Kau bilang kehebatannya pasti tidak kalah dengan mendiang Tabib Jenius Zhao. Lalu kenapa Raja Obat dari Kekaisaran Bei memilih untuk menghentikan kerja samanya dengan Balai Obat Surgawi?”
Dan faktanya, Baili Yan datang ke Kekaisaran Bei, utamanya pergi mencari Liu Chang di Balai Obat Surgawi 3 hari yang lalu adalah untuk menyampaikan niat ayahnya—sang Raja Obat, untuk menghentikan segala macam bentuk kerja sama pengobatan antara Raja Obat dengan Balai Obat Surgawi.
Kabar baiknya, Raja Obat tidak memutus koneksi persahabatan dan kerja samanya dengan Kaisar Kekaisaran Nan juga seluruh rakyatnya. Dengan begini, jelas sudah kalau Raja Obat sebenarnya mau bekerja sama dengan Balai Obat Surgawi karena Tabib Jenius Zhao.
Semua ini didengar langsung oleh Zhao Jun dari mulut Baili Yan saat mereka pulang dari Balai Obat Surgawi keesokan harinya.
Tian Feng tergagap. “I-itu ….”
“Kalau kemampuan pengobatannya tidak kalah, Raja Obat tidak akan mencabut kerja samanya dengan Balai Obat Surgawi di bawah kendali Tabib Liu Chang itu.”
Tian Feng masih ngeyel. “Mungkin saja itu karena hal lain.”
“Raja Obat selalu peduli dengan kemampuan pengobatan orang lain dan juga, bagaimana karakter orang tersebut. Kalau dia tidak mau bekerja sama, maka salah satu di antara dua hal itu adalah sebabnya.”
Sebelum Tian Feng kembali berbicara, Zhao Jun sudah berbalik untuk menatapnya lurus-lurus.
“Keputusanku untuk pergi sudah bulat. Lagi pula, aku pergi untuk berobat bukan untuk hal yang lain. Terima kasih sudah peduli. Aku akan segera berkemas dan berangkat.”
__ADS_1
“T-Tapi?!” Tian Feng bingung. “Bagaimana kalau aku ikut denganmu?!”
“Semenjak kita bertemu di toko kelontong Bibi Fang dan bekerja bersama di sana, kau adalah temanku! Aku tidak punya siapa-siapa juga selain kau! Haruskah kau pergi dan aku tinggal di sini sendirian?” tawar Tian Feng lagi.
Zhao Jun mengulas senyum samar. “Tian Feng, tetaplah di sini untukku. Kau harus terus mengamati apa yang terjadi di sini selama aku pergi.”
“Dengan begitu, kita bisa bertukar kabar mengenai gosip atau berita terbaru yang kau punya melalui pos surat merpati. Dan aku juga akan memberitahumu banyak hal yang terjadi padaku di sana. Bagaimana?”
Tian Feng merasa enggan. Tapi entah kenapa, tatapan Zhao Jun kepadanya membuat keras kepalanya runtuh.
“Baiklah.”
Sembari menghela nafas panjang, Tian Feng menyentuh pundak kiri Zhao Jun dengan hangat.
“Apa pun yang kau katakan, kau harus menepatinya! Kau adalah satu-satunya teman yang aku punya setelah tiba di sini. Kau juga sudah kuanggap seperti adik sendiri. Kuharap, kau bisa sembuh apa pun penyakitmu.”
Zhao Jun cukup tersentuh.
Namun, dia yang dulunya juga sudah memperlakukan dan diperlakukan seperti saudara oleh Liu Chang, tiba-tiba merinding dan waspada lagi.
“Ya. Jangan khawatir,” balas Zhao Jun sambil menyingkirkan tangan Tian Feng.
Baru setelahnya, Zhao Jun berkemas dan berangkat meninggalkan desa dengan diantar oleh Tian Feng seorang menuju perbatasan kedua wilayah kekaisaran.
“Hati-hati, Zhao Jun!”
Zhao Jun membalasnya dengan mengangguk dan melambaikan tangannya pada Tian Feng dari kejauhan.
“Perjalananku untuk membalas dendam akhirnya benar-benar dimulai. Dengan tawaran yang diberikan oleh Putri Baili, aku bisa memulai pembalasanku dari sana.”
Di dalam hati dan pikiran Zhao Jun sekarang, dendamnya untuk Liu Chang telah menumpuk sampai membentuk gunung besar.
Ditambah dengan fakta akan rencana jahat yang dimiliki Liu Chang dan Ying Fei pada Balai Obat Surgawi, Zhao Jun tahu bahwa kehati-hatiannya setelah hidup kembali sebagai pemuda payah ini telah benar.
Langkahnya sudah tepat meskipun agak terlambat!
“Di bawah bimbingan Raja Obat dan bahan obat yang lengkap di sana, aku pasti bisa segera mengobati seluruh luka dalamku secara total.”
__ADS_1
“Aku juga bisa membersihkan titik-titik meridian dan titik energi spiritualku untuk kembali melakukan pengobatan serta penguasaan ilmu bela diriku yang lalu!”
“Dan dengan memanfaatkan nama Raja Obat, aku bisa membalaskan dendamku pada Liu Chang dan merebut kembali semua hal yang telah dia rampas tanpa dicurigai oleh siapa pun!”