
“R-Raja Obat—maksudku, Ketua Akademi!” sapa Zhao Jun setengah terkejut tapi tetap formal.
Raja Obat Baili Cheng tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya sedikit sebagai tanggapan atas salam yang Zhao Jun lakukan.
“Kau sangat membuatku terkesan, Xiao Jun,” komentarnya kemudian.
“Anda mengolok-olok saya, Ketua.”
“Tidak, tidak. Aku sungguh-sungguh. Dan bahkan, sangat disayangkan karena aku tidak tahu bahwa kau memiliki banyak bakat yang tersembunyi seperti ini. Salahku tidak mencoba mengenalmu lebih dalam pada awalnya. Aku tampaknya benar-benar meragukan pandangan Putriku.”
Zhao Jun tidak tahu harus berkomentar bagaimana. Apalagi dia paham betul karakter Raja Obat Baili Cheng ini seperti apa.
Pertemuan dan kerja sama yang mereka berdua lakukan di masa lalu, membuatnya mengerti bahwa Raja Obat adalah orang yang bersikap terus terang meskipun seluruh kalimatnya terdengar enak di telinga.
Dia bukanlah tipe orang yang suka membual, memuji tanpa penilaian objektif, ataupun sering berbasa-basi dengan orang asing.
Dan di sini, Raja Obat dengan murah hati memujinya demikian, maka dapat dipastikan kalau dia telah berhasil masuk ke dalam pandangan Raja Obat. Dengan begitu, mungkin perjalanannya ke depan akan menjadi sedikit lebih mudah.
“Meskipun ini tidak masuk dalam rencanaku, tapi mendapatkan dukungan lebih dari Raja Obat akan membantuku untuk mencapai tujuanku lebih cepat dari yang seharusnya.”
Ketika batin Zhao Jun mulai bergolak dengan beberapa rencana dan pemikirannya ke depan, Raja Obat Baili Cheng tampak meneliti ekspresi Zhao Jun dengan saksama.
“Xiao Jun, aku ingin melihat kau memainkan teknik pedang itu lagi.”
Zhao Jun mengangkat pandangannya dan mengerjap sebentar, sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan.
“Baik!”
Setelahnya, Zhao Jun lantas mengambil kembali ranting kayu yang sempat dia letakkan di tanah demi menghormati datangnya Raja Obat Baili Cheng, lalu mulai berjalan ke tempat dia sebelumnya berlatih.
“Huft!”
Dengan menghela nafasnya sejenak, Zhao Jun kemudian mulai memasang sikap kuda-kuda, sebelum akhirnya memulai kembali latihan yang tadinya dia akhiri secara mendadak.
“HYA!”
__ADS_1
Sembari mengayunkan tangannya yang memegang ranting kayu selayaknya pedang sungguhan, Zhao Jun memusatkan fokusnya ke depan lurus. Meskipun tidak ada apa-apa di sana, tapi dia bersikap seolah di sana ada seorang musuh yang layak dia serang.
Alhasil, ayunan tangan Zhao Jun menjadi semakin lincah dan lihai dari menit ke menit.
Dia mengayunkan ranting di tangannya ke kanan dan ke kiri, menghunuskannya ke depan ataupun ke belakang. Semakin lama, tidak hanya teknik ayunan pedang yang dia perlihatkan, melainkan juga teknik bela dirinya.
“HYAP!”
‘SHREK!’
Kaki Zhao Jun menyampar tanah dengan mantap. Samparannya berhasil membuat debu-debu beterbangan secara acak dan mengepul membentuk sebuah asap tipis yang samar.
Namun, tindakannya tidak berhenti di sini saja.
Dia terus melakukan manuver gerakan yang sangat lihai, hingga pada akhirnya selesai dengan sikap berdiri menyamping. Tangan kanannya memegang ranting, mengacung lurus ke depan, ke arah yang dia targetkan sebelumnya.
“Hmph!!!”
Dengkusan ringan menjadi akhir dari seluruh rangkaian latihan bela dirinya hari ini. Baik teknik pedang maupun teknik bela dirinya ternyata tetap sama baiknya, seperti masa lalu.
Hanya saja, sekarang Zhao Jun merasakan nafasnya sangat terbatas. Dia harus pandai-pandai menstabilkan kembali pernafasannya supaya dia tidak jatuh kehabisan nafas.
Sementara itu, Raja Obat Baili Cheng yang sedari tadi mengamati seluruh gerakan Zhao Jun, kini masih bergeming di tempatnya.
Ekspresinya tampak sangat serius dengan sedikit kerutan di dahinya. Auranya juga menjadi sedikit lebih berat dari sebelumnya. Di matanya, sinar aneh mulai bergerak samar.
Zhao Jun tidak menyadarinya. Dia terlalu fokus mengembalikan stabilitas pernafasannya dan berjalan menghampiri Raja Obat Baili Cheng tanpa curiga sedikit pun.
“Ketua Akademi,” sapanya terlebih dahulu. Kini nafasnya sudah beraturan dan warna wajahnya tampak lebih segar.
Sayangnya, Raja Obat Baili Cheng tidak menanggapinya. Dia tampaknya masih terhanyut dalam pikirannya yang begitu pekat dan serius. Mau tak mau, hal ini membuat rasa penasaran Zhao Jun meningkat.
“Ketua Akademi?” Zhao Jun memanggilnya sekali lagi. “Raja Obat Baili Cheng?”
Baru setelah Zhao Jun memanggil dengan julukan aslinya, Raja Obat Baili Cheng tersadar dari lautan lamunannya.
__ADS_1
Dengan sedikit terkejut, dia menatap Zhao Jun lamat-lamat. “Maafkan aku, Xiao Jun. Aku sepertinya jatuh melamun barusan.”
Zhao Jun menggeleng singkat. “Tidak masalah, Ketua. Anda pasti punya banyak hal yang perlu diurus.”
“Tidak, tidak begitu. Hanya saja, aku merasa bahwa teknik pedang sekaligus teknik bela diri yang kau lakukan barusan itu pernah aku lihat sebelumnya,” bantah Raja Obat Baili Cheng kemudian.
Ekspresi Zhao Jun berubah. Dia mengamati wajah Raja Obat Baili Cheng dengan hati-hati. Beberapa pemikiran bahkan mulai melintas di kepalanya.
“Benarkah, Ketua?” balasnya mencoba untuk tetap tenang.
Meski demikian, Zhao Jun diam-diam juga mulai menggali ingatannya di masa lalu. Dia bertanya-tanya juga di dalam hatinya.
Apakah dia pernah memperlihatkan keahlian bela dirinya di depan Raja Obat Baili Cheng atau tidak. Apalagi, teknik bela dirinya itu sangatlah khas dan tidak semua orang bisa melakukannya.
“Ya!” Raja Obat Baili Cheng tiba-tiba berseru sambil menepuk tangannya sendiri. “Aku akhirnya ingat! Aku memang pernah melihat keterampilan bela diri seperti ini sebelumnya!”
Seketika, pikiran Zhao Jun buyar. Fokusnya hilang dan kedua matanya spontan menatap wajah Raja Obat Baili Cheng yang tampak sedikit berseri tapi juga beraura agak sedih sekaligus.
“B-Benarkah, Ketua? Di mana Anda sebelumnya melihat keterampilan bela diri seperti itu?” tanggap Zhao Jun sedikit khawatir. Otaknya bekerja keras untuk mencari alibi.
Raja Obat Baili Cheng mengangguk sungguh-sungguh. Bahkan, ada senyum tipis di wajahnya.
“Ya. Aku pernah melihat keterampilan bela diri seperti yang kau lakukan itu 5 tahun yang lalu, saat aku bertemu dengan Tabib Jenius Zhao untuk pertama kalinya di Kekaisaran Nan.”
Jantung Zhao Jun mencelos. Dia pun akhirnya ingat akan hal itu.
Kejadian 5 tahun lalu yang mempertemukannya dengan Raja Obat Baili Cheng, hingga membuat keduanya membangun kerja sama dalam bidang pengobatan dua negara, tak mungkin lepas dari ingatannya!
Lantas sekarang, dia harus bagaimana?
“Kala itu, Tabib Jenius Zhao tengah berlatih sendirian di halaman Balai Obat Surgawi miliknya. Dan aku datang berkunjung bersama Kaisar Kekaisaran Nan tanpa memberitahunya lebih dulu.”
“Keterampilan dan teknik yang digunakan benar-benar hampir sama persis, meskipun ada beberapa perbedaan dalam segi kelihaian dan peletakan energi di antara kalian berdua.”
“Hanya saja, Xiao Jun, ini membuatku cukup penasaran dan tertarik denganmu. Kau, mempelajari keterampilan dan teknik bela diri pedang seperti itu dari mana?”
__ADS_1
“Bukankah kau sebelumnya hanyalah seorang pemuda miskin yang hidup sebatang kara di pinggiran ibukota Kekaisaran Nan?”
“Tapi Yan'er bilang, kau juga memiliki keahlian dalam bidang pengobatan. Sebenarnya, kau ini belajar dari mana saja hal-hal seperti ini? Apa kau punya bakat alami?”