Reinkarnasi Tabib Jenius

Reinkarnasi Tabib Jenius
Berguru di Akademi Raja Obat


__ADS_3

“APAAA?!! TIDAK MUNGKIN!!!”


Semua murid yang ada di halaman depan Akademi Istana Obat Ilahi, kini berseru tidak percaya. Setiap pasang mata mereka melotot tajam, penuh ketidaksetujuan. Namun, tiga orang yang ada di depan mereka semua itu hanya tersenyum tipis untuk menanggapinya.


Tiga orang ini terdiri dari dua orang laki-laki dan satu perempuan.


Yang mana yang perempuan adalah Putri Baili dengan gaun serba merah menyala khas kepribadiannya. Sedang dua pria di sisi kanan dan kirinya adalah Zhao Jun dan Raja Obat—Baili Cheng.


Raja Obat Baili Cheng yang jarang tampil di depan publik itu kini memiliki penampilan bersahaja, penuh wibawa, dan juga ramah. Matanya memandang semua orang dengan tatapan cukup teduh dan menenangkan.


Jubahnya yang berwarna putih dengan campuran abu-abu gelap dan abu-abu cerah, sedikit berkibar terkena hempasan angin. Berikut juga rambut panjangnya yang berwarna hitam legam di belakang.


Sosoknya terlihat mengagumkan. Membuat orang merasa tenang sekaligus kagum, segan, dan hormat secara bersamaan.


Secara keseluruhan, Baili Cheng dan Baili Yan—sang putri, benar-benar sebuah kontras yang kelewat mencolok!


“Kenapa? Kenapa kalian bereaksi seperti itu? Memangnya kenapa kalau Xiao Jun bergabung dengan kalian untuk berguru pada Ayahku? Bukankah tidak ada aturan yang mengatakan bahwa orang dari Kekaisaran Nan tidak boleh berguru pada Raja Obat Kekaisaran Bei?!” cerocos Putri Baili menghancurkan keheningan yang sempat melanda mereka semua.


Sebelum para murid di hadapannya menjawab, Putri Baili sudah lebih dulu menoleh dan mendongak kepada sang ayah dengan tatapan sedikit manja.


“Benar begitu 'kan, Ayah?”


Zhao Jun yang melihat ini, sedikit terkejut. Dia tidak mengira bahwa Putri Baili yang begitu arogan, angkuh, dan sombong sampai bersikap begitu bebas terhadap orang lain di luar sana itu akan begitu manis saat berbicara dengan sang ayah.


Untuk beberapa alasan, Zhao Jun merasakan sedikit nyeri dan iri di dalam hatinya.


Sebab, dari kehidupan pertamanya sebagai Tabib Jenius Zhao sampai di kehidupan keduanya sebagai pemuda payah Zhao Jun, dia tak sekali pun pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Secara sekilas, nasib awalnya di dua kehidupan ini memang masih sama persis.


“Huft!”


Raja Obat Baili Cheng kemudian mengangguk guna menanggapi Putri Baili. “Iya, benar.”


“Mulai hari ini, Xiao Jun akan menjadi murid Akademi Istana Obat Ilahi. Aku harap kalian bisa bergaul dan membantunya dalam segi apa pun.”


“Dan di sisi lain, Xiao Jun di sini juga datang sebagai pekerja kasar di Akademi Pusat. Jadi, jangan sampai aku mendengar Xiao Jun mengeluhkan perlakuan kalian.”

__ADS_1


“Sebab murid-muridku semuanya, aku tahu betul apa yang terjadi kemarin di pasar obat ibukota Kekaisaran Bei. Putriku, Baili Yan, sudah menceritakan semuanya secara detail.”


“Aku ingin kejadian itu adalah yang pertama dan terakhir. Tidak boleh ada lagi hal semacam itu di sini. Siapa pun yang melanggar, akan dikeluarkan!”


Seketika, semua orang yang ada di sana menjadi diam membisu.


Mereka pun mulai mendelik ke arah Zhao Jun yang kini diubah namanya menjadi Xiao Jun untuk menghindari beberapa hal tidak perlu seperti perdebatan yang sudah-sudah, mengenai namanya yang sama persis dengan mendiang Tabib Jenius Zhao.


Hal ini mulanya diusulkan oleh Putri Baili yang langsung ditentang oleh Zhao Jun karena merasa bahwa itu tidaklah perlu. Sayangnya, Raja Obat menyetujuinya dengan alasan yang sama. Apalagi, kini mereka ada di Kekaisaran Bei yang masih sangat kehilangan atas kematian Tabib Jenius Zhao.


Hubungan baik yang dijalin Raja Obat dengan Tabib Jenius Zhao telah membuat semua orang di Kekaisaran Bei menyisihkan tempat khusus di hati mereka untuk Tabib Jenius Zhao.


Dan tentu saja, hal ini mengejutkan Zhao Jun. Dia tidak mengira posisinya di hati masyarakat Kekaisaran Bei cukup tinggi. Pengaruh Raja Obat memanglah besar dan oleh karena itu, Zhao Jun setuju untuk menerima perubahan namanya selama di Kekaisaran Bei.


“Bagaimana? Apa kalian sanggup?” tanya Raja Obat Baili Cheng sekali lagi.


Mendengar ini, semua murid Akademi Istana Obat Ilahi tidak berani membantah.


Mereka semua langsung membungkukkan tubuh mereka 90 derajat dan menjawab 'ya' secara serempak. Baru setelah itu, Raja Obat Baili Cheng membubarkan mereka untuk kembali melakukan aktivitas belajar seperti biasa.


“Xiao Jun, aku harap kau akan terbiasa untuk tinggal di sini. Baik itu belajar ataupun bekerja, aku akan melihat perkembanganmu secara berkala. Masalah asrama tempat tinggal dan seluruh keperluan yang kau butuhkan, kau bisa menanyakannya pada Baili Yan.”


Zhao Jun mengangguk. “Terima kasih, Raja Obat Baili Cheng!”


Raja Obat Baili Cheng tersenyum santai. “Tidak masalah. Dan kalau kita sedang berada di area akademi ataupun Istana Obat Ilahi, kau bisa memanggilku dengan sebutan Ketua Akademi.”


“Baik, Ketua Akademi. Aku mengerti, terima kasih banyak.”


“Hmm. Kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Aku masih punya beberapa urusan yang harus segera diselesaikan.”


Tatapan Raja Obat Baili Cheng kemudian beralih pada Putri Baili.


“Yan'er, aku serahkan urusan akademi luar dan akademi pusat kepadamu. Hari ini Ayah sangat sibuk, jadi jangan banyak bertingkah.”


Baili Yan cemberut mendengarnya. Dia lantas mencoba bergelayut di lengan sang ayah, sebelum akhirnya mengangguk dengan senyuman manis di wajahnya.

__ADS_1


“Baiklah, baiklah. Aku tidak banyak tingkah, Ayah. Jangan khawatir!”


Sudut mulut Zhao Jun berkedut setelah dia mendengar ucapan Baili Yan.


“Baguslah. Ayah pergi sekarang, Yan'er. Kau ajak Xiao Jun untuk berkeliling Akademi Istana Obat Ilahi ini. Dia pasti belum hafal semua denahnya. Itu akan membuatnya kesulitan saat bekerja nanti.”


Baili Yan mengangguk ringan, menyetujui perintah sang ayah dengan mudah, sebelum akhirnya ditinggal oleh Baili Cheng beberapa saat.


Dan kini, hanya tersisa Baili Yan dan Zhao Jun di sana. Dengan beberapa pandangan, Baili Yan kemudian memimpin jalan. Sedangkan Zhao Jun, dia berjalan selangkah lebih lambat di belakangnya. Keduanya berjalan dalam diam sampai tiba di depan kelas murid junior.


“Nah, Xiao Jun. Mulai besok, kau akan ikut belajar bersama mereka di ruang kelas murid junior ini. Akan ada beberapa guru yang membimbingmu nanti,” tutur Baili Yan santai.


Zhao Jun manggut-manggut saja mendengar penuturannya. Sebab bagaimanapun juga, dia sudah pernah datang ke Istana Obat Ilahi dulu. Mengenai Akademi Luar dan Pusat di sini, dia sudah pernah mendengar penjelasan sekaligus detailnya dari Raja Obat Baili Cheng.


Namun, hal ini membuat Baili Yan menyipitkan kedua matanya karena heran.


“Kau tidak terkejut? Penasaran? Atau apa pun?”


Zhao Jun menggeleng. “Aku lebih tertarik untuk melihat gedung yang lain. Seperti gedung praktik yang digunakan para murid untuk berlatih membuat obat.”


Walaupun agak curiga, Baili Yan tidak memikirkannya lebih lanjut. Dia mengangguk dan kembali memimpin jalan. Namun, beberapa pertanyaan yang sempat bersarang di kepalanya, membuatnya gatal untuk bertanya pada Zhao Jun.


“Xiao Jun, aku masih tidak mengira kau akan langsung menerima tawaranku berguru pada Ayah. Kupikir kau hanya akan memilih untuk fokus bekerja di sini.”


Zhao Jun menatapnya sekilas. “Jika aku bisa melakukan dan mendapatkan keduanya sekaligus dalam satu waktu, kenapa aku harus mengorbankan salah satunya?”


Senyum tipis Baili Yan yang semula masih terlihat jelas, kini sirna seketika. “Ya. Kau benar.”


Sekarang giliran Zhao Jun yang menyunggingkan senyuman miring untuk menanggapinya. Tapi di dalam hatinya, sebaris keinginan terlontar begitu saja.


“Tidak mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan ini. Apalagi aku butuh Pil Pembersih Tulang dan Darah itu. Dengan segala fasilitas dan uang yang aku dapat dari sini, aku bisa mendapatkannya lebih cepat dan mudah. Siapa yang akan menolak?”


Baru saja Zhao Jun selesai membatin, tiba-tiba saja Baili Yan bercelatuk.


“Oh! Jangan bilang kau menerima tawaranku ini dengan mudah karena kau bertekad untuk membuat Pil Pembersih Tulang dan Darah kemarin itu?”

__ADS_1


Senyum Zhao Jun sirna seketika!


__ADS_2