
‘CHA! CHA! CHA!’
Suara pecutan yang diiringi ramainya bunyi derap tapak kaki kuda dan kereta yang ditarik di belakangnya, berhasil memecah keramaian pasar ibukota Kekaisaran Bei hingga membuat suasana menjadi hening untuk beberapa saat.
‘SWOOOSH!’
Angin dari kereta kuda yang melaju cepat itu pun juga menerpa wajah Zhao Jun hingga membuatnya menyipit untuk menghindari debu masuk ke dalam matanya.
Dan bertepatan dengan itu, Zhao Jun akhirnya melihat sosok yang berada di balik tirai jendela kereta kuda.
“Y-Ying Fei?”
Bahkan jika dia hanya melihatnya sekilas, Zhao Jun yakin dia tidak salah melihat. Sosok wanita dengan gaun serba putih nan mewah yang ada di dalam kereta kuda itu adalah Ying Fei!
“Itu artinya, utusan Kekaisaran Nan yang dimaksud tadi adalah Ying Fei? Tapi mana mungkin Ying Fei datang sendiri ke sini? Atas dasar apa—”
Ucapan Zhao Jun langsung terhenti di tengah jalan ketika dia ingat bahwa Ying Fei sekarang adalah salah satu petinggi di Balai Obat Surgawi.
Di sisi lain, Kekaisaran Nan dan Kekaisaran Bei hanya pernah memiliki ikatan kerja sama dalam bidang pengobatan saja, yang didasari oleh hubungan baik Zhao Jun dengan Baili Cheng.
“Lalu sekarang, Ying Fei datang ke Kekaisaran Bei dengan embel-embel 'utusan Kekaisaran Nan'. Seharusnya, Ying Fei datang dengan membawa nama Balai Obat Surgawi bukan?”
Zhao Jun tentu memikirkan hal ini secara mendalam.
Dia belum mendapat informasi ataupun kabar terbaru mengenai Kekaisaran Nan dari Tian Feng sejak terakhir kali dia memberi surat merpati sebulan lalu.
Dan sekarang menyaksikan hal ini, dia pun sangat penasaran akan apa yang hendak dilakukan Ying Fei di sini. Beberapa tebakan muncul di dalam hatinya.
“Apakah dia datang untuk bertemu Raja Obat Baili Cheng?”
Kedua mata Zhao Jun menyipit. Ingin rasanya dia kembali ke akademi. Tetapi dia belum mendapatkan bahan obat untuk Pil Pembersih Tulang dan Darah.
Dia jelas tidak bisa menunda hal penting ini. Hanya saja, dia juga tidak sanggup untuk terus menduga-duga apa tujuan Ying Fei datang ke sini!
“Sial! Kenapa dia harus datang hari ini?”
Meskipun kesal, Zhao Jun tidak bisa berbuat apa-apa.
Dia harus memprioritaskan masalahnya terlebih dahulu dibanding memikirkan Balai Obat Surgawi dan seluruh kaitannya dengan Ying Fei.
“Aku akan bertanya pada Putri Baili nanti. Semoga saja dia mau memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi di sana.”
Setelah itu, Zhao Jun berbalik untuk menghampiri salah satu kios yang menjual banyak bahan obat berkualitas tinggi dengan harga cukup murah.
Setelah mendapatkan bahan-bahan langka yang sangat sulit didapatkan di Kekaisaran Nan namun begitu mudah didapat di Kekaisaran Bei, Zhao Jun berjalan menyusuri kios-kios pedagang untuk membeli makanan.
“Bakpao, bakpao! Ayo, siapa yang mau membeli bakpao!”
“Mi rebus! Mi rebus! Ayo siapa yang mau mampir dan makan mi yang lezat ini?”
__ADS_1
Perut Zhao Jun berbunyi nyaring setelah mendengar dua penjual dari kios yang berseberangan itu saling meneriakkan makanan yang mereka jual secara bergantian.
“Setelah ini, aku harus kembali ke akademi untuk melakukan pekerjaan kasar. Mungkin makan mi saja tidak cukup,” gumamnya mempertimbangkan.
Dengan demikian, Zhao Jun melangkahkan kakinya ke arah kios penjual bakpao.
“Bos, berapa harga bakpaonya? Aku ingin membeli 5 buah saja.”
“Kemari, kemari. Satu bakpao 5 sen saja!”
“Baiklah!”
Dari kejauhan, sosok Wang Li terlihat berjalan tergesa-gesa sambil mengedarkan kedua matanya ke sekeliling untuk mencari di mana Zhao Jun berada.
Dan begitu Wang Li mengalihkan pandangannya ke arah kios penjual bakpao, dia langsung mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri Zhao Jun yang hendak pergi dari sana.
“Huh! Kau tidak bisa lari lagi, Pecundang! Kali ini aku akan membuatmu babak belur!” ucapnya penuh kebencian.
Tanpa basa-basi, Wang Li yang melihat adanya kantong berisi bahan obat di tangan kiri dan kantong berisi bakpao di tangan kanan Zhao Jun itu pun langsung mengambil ancang-ancang guna menyerangnya!
“HMPH! RASAKAN TENDANGANKU INI, PAYAH!” seru Wang Li sambil mengangkat kaki kanannya siap menendang punggung Zhao Jun dan membuatnya tersungkur!
Mendengar ini, Zhao Jun mengerutkan alisnya. “Orang ini!”
Dia mendelik sedikit sebelum akhirnya menggeser langkahnya ke samping untuk mengelak, membiarkan tendangan Wang Li meleset mengenai udara kosong!
“Sial!”
Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Dia buru-buru berbalik sambil mengayunkan tangannya sekuat tenaga untuk memukul Zhao Jun.
“HYA!”
Zhao Jun mendesis pelan dan mengelak ke samping sekali lagi sambil mengayunkan siku lengan kanannya ke perut Wang Li.
‘BUGH!’
Alhasil, selain gagal memukul Zhao Jun, Wang Li juga mendapat pukulan balik yang cukup keras dari Zhao Jun. Bahkan, pukulannya ini berhasil membuat Wang Li terhuyung mundur, hampir jatuh terjengkang!
“Argh!”
Wang Li merintih kesakitan.
Pukulan siku lengan kanan Zhao Jun barusan terlalu menyakitkan. Perutnya seperti dikoyak paksa, membuatnya mual dan kram sekaligus.
Zhao Jun yang melihat ini pun mendengus ringan. “Apa yang kau lakukan, Wang Li?”
Wang Li tersenyum miring. Dia mencoba untuk bertahan dengan menyembunyikan rasa sakit di perutnya dan berdiri tegak sambil memandang Zhao Jun remeh.
“Hmph. Apa kau sungguh tidak tahu alasanku melakukan semua ini?”
__ADS_1
Zhao Jun berdecih. “Aku tidak berniat membuang waktuku dengan bermain tebak-tebakan bersamamu di sini, Wang Li.”
“KAU!!!”
Wang Li menggeram marah. Dia mengepalkan kedua tangannya sekali lagi sebelum bergegas maju dan berseru lantang penuh emosi.
“Aku akan menghajarmu, Xiao Jun! Sudah cukup untuk penghinaan yang kau berikan kepadaku sedari kemarin! Aku ingin kau merasakan balasannya!”
Zhao Jun terkekeh. “Sepertinya kau tidak bercermin, Wang Li? Siapa yang memulai semua pertengkaran ini, kau tahu lebih baik daripada aku!”
“Berhenti berbicara omong kosong! Rasakan pukulanku kali ini!”
Melihat keseriusan Wang Li yang mulai mengumpulkan kekuatan spiritual di tangannya, Zhao Jun tidak berani bersikap sembrono.
Dengan fokus tinggi, Zhao Jun memegang erat dua kantong berisi bahan obat dan bakpao di tangannya sambil bersiap memasang posisi kuda-kuda.
“HYAAA!!!”
Wang Li berlari ke arah Zhao Jun secepat kilat dengan tangan kanan siap meninju kapan saja dia ingin bertindak.
Sedangkan Zhao Jun memilih untuk tetap tenang sambil menggertakkan giginya, siap melakukan gerakan menghindar dan memberikan serangan balik.
‘BUGH!’
Perkelahian antara keduanya tidak bisa lagi dihindarkan.
Zhao Jun berusaha keras untuk mengimbangi setiap serangan Wang Li dengan tetap mempertahankan dua kantong berharga di tangannya erat-erat.
“Sial! Ini tidak mudah!”
Namun, Zhao Jun juga tidak berani meletakkannya di sembarang tempat. Dia khawatir sasaran Wang Li kali ini adalah dua kantong yang dia bawa ini.
Pun dia sama tidak beraninya menitipkan pada beberapa warga yang kini malah menonton pertarungan mereka berdua, dengan alasan keselamatan mereka dan khawatir mereka akan mencurinya.
Bagaimanapun juga, Zhao Jun tidak bisa mempercayai orang lain secara sembarangan sekarang!
Semua berkemungkinan memiliki niat buruk!
“Xiao Jun! Kau tidak akan aku biarkan kembali ke Akademi Istana Obat Ilahi lagi!”
Wang Li tiba-tiba berseru marah dari seberang. Kedua matanya bersinar dengan niat membunuh yang cukup kuat. Tampaknya, dia tidak akan melepaskan Zhao Jun dengan mudah kali ini.
“Sudah cukup atas semua perhatian yang kau rebut dariku, Pecundang!”
“Atas dasar apa kau memenangkan apresiasi langka Raja Obat Baili Cheng yang bahkan belum pernah aku dapatkan sebelumnya?!”
“KAU BENAR-BENAR TIDAK LAYAK!”
“LEBIH BAIK KAU MATI SAJA!”
__ADS_1
“HYAAAA!!!”