
Zhao Jun menoleh dengan terkejut. “Kau? Kenapa datang kemari?” tanyanya alih-alih menjawab pertanyaan perempuan tadi.
Murid perempuan itu menggaruk tengkuknya malu-malu. “Aku diminta oleh Putri Baili Yan untuk memanggilmu ke kelas. Kelas akan segera dimulai.”
Mendengar ini, Zhao Jun menghela nafas pendek sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya beberapa kali sebagai tanggapan.
“Baiklah. Aku akan segera ke kelas. Kau pergilah lebih dulu, aku menyusul.”
Murid perempuan itu tampak keberatan. Tapi dia masih menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan.
Setelahnya, dia melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan Zhao Jun sendirian di kamar asramanya. Dan tidak lama berselang, Zhao Jun juga keluar dan menyusul murid perempuan itu pergi ke kelas.
Ketika Zhao Jun sampai di kelas, semua orang telah berdiri di belakang meja belajar mereka masing-masing. Sosok Raja Obat Baili Cheng juga datang dan berdiri di depan kelas, siap mengajar materi.
Dari sini, Zhao Jun akhirnya tahu kalau dia terlambat.
“Ketua—”
“Langsung saja ke mejamu, Xiao Jun,” potong Raja Obat Baili Cheng dengan nada biasa.
Zhao Jun mengangguk. “Terima kasih, Ketua Akademi.”
Setelah itu, Zhao Jun kembali meneruskan langkahnya ke meja paling belakang untuk mengikuti kelas hari ini. Namun, dia merasakan bahwa sepertinya ada yang aneh di sini.
Saat dia berjalan menuju mejanya, dia merasa kalau semua pasang mata tengah terpusat kepadanya. Dan tatapan ini benar-benar tidak mengenakkan.
Mau tak mau, Zhao Jun yang awalnya cuek dengan kondisi sekitarnya, kini mendelik tajam untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dan kini, dia bisa melihat bahwa hampir 80 persen tatapan para murid di kelas ini telah tertuju kepadanya!
“Ini ....”
Zhao Jun menarik nafas panjang, tak ingin menghiraukannya lebih jauh.
“Baik. Karena semua murid sudah datang, maka pelajaran Pembuatan Pil Tingkat Satu hari ini akan dimulai.”
Suara Raja Obat Baili Cheng mengambil alih seluruh atensi murid. Mereka kemudian mengabaikan Zhao Jun begitu saja dan mulai fokus pada penjelasan Raja Obat.
Zhao Jun sendiri tidak berbeda.
__ADS_1
Dia mengabaikan mereka tak peduli apa yang mereka lakukan padanya dan memilih menyimak Raja Obat untuk perintah selanjutnya.
“Jadi semuanya, hari ini aku ingin kalian semua mencoba untuk membuat Pil Obat Tingkat Satu. Semua alat, bahan, dan resep pil-nya ada di rak yang berada di samping kiriku ini.”
Seketika, semua orang yang ada di sana terkejut. Bisik-bisik riuh pun mulai terdegar mengisi kelas yang sebelumnya begitu hening dan tenang.
Mereka tidak mengira bahwa jadwal kelas hari ini akan langsung praktek. Padahal Raja Obat Baili Cheng baru sekali ini memberikan penjelasan mengenai cara pembuatan pil obat tingkat satu.
Dan di antara mereka semua, yang paling tenang adalah Zhao Jun.
“Itu bagus. Ini adalah sebuah kesempatan,” ujarnya dalam hati.
Keriuhan ini kemudian diambil alih lagi oleh Raja Obat Baili Cheng yang kembali menarik atensi para murid dengan memberikan penjelasan lanjutan atas apa yang dia katakan sebelumnya.
“Seperti yang kalian tahu, teori tanpa praktek adalah salah satu hal yang sia-sia. Oleh karenanya, hari ini aku akan langsung mengubah rencana pembekalan materi secara teori menjadi sebuah kelas praktek.”
“Seluruh penjelasan, tata cara pembuatan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat membuat pil obat tingkat satu ini akan aku jelas dan tuliskan pada papan tulis.”
“Selain itu, aku juga akan mengawasi kalian dalam membuat obat. Jadi kalian tidak perlu khawatir kalau kalian nanti mengalami kesulitan apa pun bentuknya.”
Begitu seluruh kalimatnya jatuh, semua murid bersorak senang.
Zhao Jun sendiri tidak terlalu bereaksi. Dia hanya berdiri diam menunggu arahan selanjutnya.
“Baiklah. Sekarang, kalian ambil dulu semua alat dan bahan yang baru saja aku tuliskan di papan.”
Para murid mengangguk serempak. “Baik!”
“Ingat, semua orang pasti mendapatkan satu set alat dan bahan, serta buku panduannya. Jadi tidak perlu bagi kalian untuk saling berebut.”
“Ya!”
Dengan begitu, mereka semua lantas maju berbondong-bondong untuk mengambil satu set alat bahan sekaligus buku panduan pembuatan pil obat.
Tidak terkecuali Zhao Jun!
Dia dan murid lainnya kini sibuk melihat-lihat terlebih dahulu set peralatan yang terdiri dari kaldron/tungku tembaga, deretan kotak berisi tanaman herbal, dan juga tumpukan buku panduan yang ada di sana.
Baru setelah cukup melihat, murid yang lain mengambil set peralatan itu tanpa banyak memilih. Sebab mereka melihat bahwa semua itu sama saja tanpa sedikit pun perbedaan.
__ADS_1
Namun Zhao Jun yang memiliki pemahaman berbeda, kini diam di tempat dengan fokus matanya yang tertuju pada sebuah kaldron jelek di deretan rak atas.
“Kaldron ini terlihat tidak biasa. Hanya saja aku juga merasa bahwa dia juga tidak asing. Tapi di mana aku pernah melihatnya?” gumamnya.
Wang Li yang kebetulan berada di sisi kiri Zhao Jun, berhasil mendengarnya secara tidak sengaja. Dia pun langsung mendelik ke arah Zhao Jun dengan tatapan sinis.
“Yo! Apa kau tertarik dengan kaldron jelek itu, Xiao Jun?”
Zhao Jun terkejut. Dia lantas meliriknya sekilas tanpa berkata apa-apa. Namun, hal ini malah membuat Wang Li semakin sinis kepadanya.
“Tampaknya kau dan kaldron itu memiliki banyak kemiripan, sangat cocok!” ejeknya sarkastik.
Zhao Jun tak menghiraukannya. Dia tetap memilih kaldron itu dan membawanya kembali ke mejanya. Dan siapa yang mengira bahwa hal kecil ini masuk ke dalam penglihatan Raja Obat Baili Cheng.
“Nah. Karena semua sudah mendapatkan alat, bahan, dan buku panduannya masing-masing, maka praktek ini akan segera dimulai. Tapi aku punya sedikit informasi bagi kalian.”
Para murid yang sudah antusias dengan praktik pembuatan pil obat ini menjadi semakin tidak sabar setelah mendengar ucapan Raja Obat Baili Cheng.
Beberapa dari mereka spontan bertanya informasi apa yang hendak dikatakan oleh Raja Obat Baili Cheng.
“Jangan membuat kami penasaran, Ketua! Kami sudah tidak sabar untuk segera membuat pil obat!” canda salah seorang murid bertubuh gempal.
Raja Obat Baili Cheng tertawa. “Tidak perlu tergesa-gesa.”
“Membuat pil obat itu cepat, singkat, dan mudah. Jangan khawatir, aku yakin kalian semua pasti berhasil melakukannya.”
“Dan sebenarnya, informasi yang ingin aku katakan ini hanyalah informasi sepele dan tidak penting.”
Salah seorang murid buru-buru menyanggahnya.
“Bagaimana bisa sepele dan tidak penting, Ketua Akademi? Informasi apa pun yang kau katakan pastilah penting!”
Zhao Jun yang berdiri di tempatnya sambil mengusap pinggiran kaldron obat, kini mendelik ke arah murid yang berbicara barusan.
“Sudahlah.”
Raja Obat Baili Cheng kembali mengambil alih perhatian semua orang.
“Aku hanya ingin bilang kalau di antara kaldron yang kalian pegang sekarang, salah satunya adalah milikku. Kaldron itu merupakan kaldron obat pertama yang aku miliki sejak pertama kali aku berhasil membuat obat puluhan tahun lalu.”
__ADS_1