
“Huh! Huh! Huh!”
Setelah menempuh perjalanan selama 3 hari 3 malam, Zhao Jun akhirnya tiba di sebuah pemukiman penduduk yang terletak di pusat ibukota Kekaisaran Bei.
Pemukiman penduduk ini benar-benar sangat ramai dan hidup.
Dengan seluruh masyarakatnya yang begitu harmonis serta keramahtamahan mereka yang begitu kental, Zhao Jun akhirnya merasakan kehangatan yang nyata di sini.
Ketika langkahnya mengantar Zhao Jun ke pasar tradisional ibukota Kekaisaran Bei, aroma obat-obatan yang khas dan akrab akhirnya masuk ke indera penciuman Zhao Jun dengan begitu jelasnya!
“I-Ini?!” Zhao Jun tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum lebar. “Luar biasa! Bau bahan obat-obatan yang begitu segar dan wangi!”
Rasa lelah yang dia rasakan sepanjang waktu karena harus berjalan kaki tanpa henti demi tiba di Istana Obat Ilahi milik Raja Obat Baili dalam waktu kurang dari seminggu itu benar-benar lenyap seketika setelah dia menghirup aroma-aroma ini!
Tanpa pikir panjang, Zhao Jun langsung bergegas menuju ke deretan kios yang ramai dengan orang-orang berpakaian putih khas seperti seorang tabib dan murid-murid sekolah pengobatan.
“Ayo! Ayo! Bahan obat apa yang kau butuhkan? Kau pasti akan menemukannya di sini!”
“Apakah itu Akar Rumput Naga atau Ginseng Yin-Yang yang langka?! Kau bisa mendapatkannya dengan harga lebih rendah di sini!”
“Anak muda, jangan pikirkan tentang harga! Di sini sudah yang paling murah! Ayo cepat, beli bahan obat apa yang kau butuhkan!”
“Mari, mari, mari!”
Serangkaian seruan yang dilemparkan para pemilik kios untuk menjual bahan-bahan obat itu masuk ke telinga Zhao Jun dengan sangat merdu.
“Benar-benar surga bahan-bahan obat!” desis Zhao Jun sungguh-sungguh.
Sebagai penduduk asli Kekaisaran Nan yang sangat-sangat minim bahan obat hingga membuat harganya melambung begitu tinggi, melihat bahan obat dijual dengan harga miring serta dalam jumlah yang melimpah, Zhao Jun merasa sangat senang dan agak iri.
Dalam benaknya, dia berkata bahwa andai di Kekaisaran Nan bahan obat begitu mudah tumbuh, dibudidayakan, dan dijual dengan harga murah, sudah pasti Kekaisaran Nan akan menjadi negara yang sangat makmur dan tersohor.
Baik dalam ilmu bela diri dan ilmu pengobatannya.
__ADS_1
Tidak hanya menonjol di ilmu bela dirinya saja, lalu payah dalam ilmu pengobatannya. Begitu pula Kekaisaran Bei yang lebih menonjol ilmu pengobatannya dan sangat lemah dalam bidang ilmu bela dirinya.
Di mana hal ini membuat seorang ahli bela diri atau bahkan praktisi bela diri tingkat menengah saja sudah sangat dihormati di Kekaisaran Bei.
Dan jika dipikir-pikir, dua kekaisaran ini memanglah saling membutuhkan satu sama lain. Cocok bagi kedua negara untuk saling bekerja sama. Hanya saja, beberapa hal tak terlihat membuat hubungan kedua negara menjadi suam-suam kuku.
“Yo! Anak muda, kau datang untuk mencari bahan obat? Apa yang kau butuhkan? Katakan padaku, aku pasti bisa menyediakannya untukmu!” seru salah seorang penjual bahan obat pada Zhao Jun.
Seketika, beberapa orang yang tengah membeli bahan obat di deretan kios tersebut menoleh untuk melihat Zhao Jun.
Zhao Jun tidak terlalu peduli.
Dia yang memiliki bekal beberapa koin perak dan emas sebagai uang gaji yang diterimanya sebagai upah kerja dari Bibi Fang, mengangguk penuh semangat pada si penjual bahan obat.
Akan tetapi, mereka yang memandang Zhao Jun dari sisi kanan dan kirinya mulai gatal untuk bertingkah.
“Ekhem! Sepertinya aku belum pernah melihat seseorang yang begitu lusuh hidup di ibukota Kekaisaran Bei kita ini. Bahkan, ibukota kami tidak memiliki satu orang pengemis. Dari mana datangnya pemuda lusuh dan miskin ini?”
“Benar! Kita bahkan tidak memiliki seseorang yang begitu miskin di sini! Lalu dari mana asalnya pemuda ini? Apakah dia pengungsi dari negara lain?”
Mendengar orang-orang mulai bergosip tentang dirinya, Zhao Jun hanya meliriknya sekilas sebelum kembali acuh tak acuh dan sibuk bertransaksi dengan si penjual bahan obat.
Sedangkan tanpa Zhao Jun sadari, reaksinya ini membuat geram mereka. Mereka merasa baru saja dihina oleh orang lusuh, miskin, payah, dan tak berguna ini!
Meskipun kenyataannya memang sedikit benarnya begitu.
“Sepertinya, orang ini benar-benar orang dari Kekaisaran Nan! Pantas saja dia tidak memiliki etika terhadap orang lain!”
“Ya! Jadi teman-teman, bukankah lebih baik kita usir dia dari sini? Supaya ibukota Kekaisaran Bei kita tidak tercemar oleh orang lusuh dan miskin dari Kekaisaran Nan ini?!”
“Ya! Ya! Ayo, usir saja dia! Jangan biarkan ibukota kita ini menjadi kotor karena kehadirannya!”
“Usir dia, usir dia!”
__ADS_1
Zhao Jun yang sudah selesai bertransaksi dan mendapatkan beberapa bahan obat yang dia perlukan, kini menoleh dengan tatapan tajam.
“Aku tidak tahu, hak apa yang kalian punya untuk mengusirku dari sini?”
Salah satu dari mereka yang memiliki perawakan paling menonjol dari yang lain tiba-tiba maju dan membalasnya dengan senyuman sinis. Kedua tangannya dilipat di depan dada dan tatapannya jelas merendahkan.
Seumur hidup, Zhao Jun belum pernah merasakan hal seperti ini. Jangankan mendapat perlakuan tidak sopan, mereka yang berani mendongak di hadapannya saja tidak ada!
Tapi dengan tubuh baru dan kehidupannya yang sekarang, dia mendapatkan semua perlakuan tidak menyenangkan ini?!
“Aku benar-benar tidak sabar untuk kembali menjadi sosok Zhao Jun yang dikenal sebagai ahli bela diri sekaligus ahli dalam bidang pengobatan!” geram Zhao Jun dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat.
“Begitu waktu itu tiba, aku akan melihat apakah kalian berani bertindak semena-mena terhadapku, bahkan merendahkan dan meremehkanku seperti ini?!” lanjutnya sembari memenangkan diri lagi.
“Yo?! Kau barusan mengepalkan tangan? Apa kau tidak melihat bahwa dirimu itu seperti tulang yang berjalan? Lemah, payah, miskin, dan tidak kompeten!”
Rahang Zhao Jun mengeras.
“Tapi harus kuakui, bahwa dengan berani datang ke sini saja, nyalimu cukup kuat! Hanya saja, itu cukup sampai di sini!” ucap orang itu sambil menggerakkan tangan kanannya yang mengepal.
“Setelah mendapatkan satu pukulan dariku, aku yakin kau akan memilih untuk kembali ke Kekaisaran Nan-mu yang sangat kau cintai itu!!!”
Tanpa aba-aba sedikit pun, dia langsung menyerang Zhao Jun dengan mengayunkan tangan kanannya sekuat tenaga.
Zhao Jun yang melihat ini, refleks mundur menghindar. Akibatnya, tinju yang dilayangkan oleh pemuda berotot itu menghantam udara kosong begitu saja.
Hal ini jelas mengundang kemarahan pemuda tersebut sampai otot-otot di wajahnya mulai terlihat menonjol. Dia tampak sangat marah dan dendam pada Zhao Jun.
“AP-APA?! BERANINYA KAU!!!”
Zhao Jun menelengkan kepalanya. “Kenapa aku tidak berani? Kalianlah yang seharusnya tahu diri dan berpikir baik-baik sebelum menyerang orang!”
“KAU!!!”
__ADS_1
Dengan kemarahan yang membumbung tinggi di hatinya, pemuda itu lantas memberi kode pada teman-temannya yang ada di belakang untuk langsung mengepung Zhao Jun!
“AYO! HAJAR DIA!”