Rela Kehilangan

Rela Kehilangan
dilema


__ADS_3

"ya sudah, ada keperluan apa kamu sampai kesini julia.. kamu bisa saja kan menelfonku" ucap dr. ani


julia hanya cengengesan..


"a-aku.. aku mau periksa kesehatanku saja tan" ujar julia


"ohhh baiklah.. ayo kita periksa kondisimu ya.."


julia mengangguk..


beberapa kemudian mereka telah usai melakukan pemeriksaan..


"baiklah tante.. julia pamit pulang dulu ya.. tolong telfon julia ya kalau hasil tesnya sudah keluar" ucap julia.


"baiklah.. "


***


esok paginya.


rumah julia.


"aku berangkat dulu ya ma.. assalamu'alaikum" pamit julia


"iya.. hati-hatiya di sekolah.. wa'alaikum salam" sahut ibunya


julia tersenyum.. kemudian ia masuk ke dalam mobil.


sesampainya di kelas..


julia yang baru masuk ke kelas mendapat dela yang sedang menangis..


masih jam 06:01.. masih sepi tentunya.


"dela, kamu kenapa? pagi pagi kok mewek." tanya julia merengkuh pundak dela


dela tak menjawab... ia langsung memeluk julia.


julia mengusap-usap punggung dela


"tenang. katakan ada apa." ucap julia lagi.


"a-aku dan indra.." dela sesenggukan


"iya.. kenapa.." tanya julia menenangkan


"kami putus jul."


"kok bisa?" tanya julia


"aku di putuskan olehnya karna dia tau kalau aku diam diam punya perasaan sedikit suka pada kevin jul.. tapi.. tapi aku itu masih mencintainya.. "jawab dela


"jadi benar, dela ..." batin julia


tanpa sadar, dela telah membocorkan rahasianya itu..


ia melepaskan pelukannya..


"waah.. kamu juga sih.. kan udah punya indar.. kenapa masih suka sama kevin.." ujar julia


"mmmm.. anu.. bukan begitu." elak dela


julia mencoba tegar.. karna ini kedua kalinya ia merasakan sakit..


"anu anu apa.. " goda julia


"ah sudahlah.. jangan di bahas ya.. oh ya, nanti ikut aku ke perpus ya.." dela mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"mmm baiklah.."


___


krringg...


bel istirahat berbunyi..


mereka berdua menuju perpus.. di sepanjang perjalanan hanya dela yang mengoceh.. katanya sih untuk mengalihkan rasa putus cintanya itu.


julia hanya diam tak merespon ocehan dela.. dela yang menyadari itu mengibaskan tangannya di depan wajah julia.


"hey.." julia terkejut mendengar suara itu.


"ah iya.. ada apa" tanya spontan julia.


"kau melamun ya?" tanya dela


"tidak.. pantang bagi wanita cute seperti aku ini melamun.. hahah"


"hhhh kau ini.. " dela memukul lengan julia pelan.


kini mereka sudah sampai di perpus.. dela hanya mondar mandir mengelilingi ruang perpus.


julia yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya..


julia duduk di bangku perpus sambil melihat dela yang mondar mandir di sepanjang rak buku.


"sshh" desis julia memegang kepalanya yang nyeri lagi


dela yang melihat itu pun berjalan dengan cepat ke arah julia.


"julia... kamu kenapa?" tanya dela khawatir


"dela.. aku pusing.. dan aargggh!! nyeri sekali" julia sangat kesakitan.


"bibi.. apa bibi bawa air minum?" tanya dela buru-buru


"iya.. bibi bawa. memangnya kenapa nak?"


"teman saya merasa pusing bi.. jadi saya mau minta airnya... lama jika harus ke kantin untuk beli air. apa boleh bi?" dela menunjuk arah julia yang terus memegangi kepalanya.


"oh.. boleh.. sebentar ya." penjaga perpus bergegas ke mejanya dan mengambil botol minuman


"ini" ujar penjaga perpus menyodorkan botol itu.


"terima kasih bi" dela berlari menuju julia.


"julia.. ini.. ayo minum dulu ya."


julia langsung meminum air itu.


"terima kasih dela.. aku tidak apa-apa kok" ucap julia.


dela bernafas lega.


"sebaiknya kita ke kantin.. kita masih punya waktu 15 menit.. aku sudah lapar. hehe" ucap julia


dela mengangguk


"haruskah aku mengalah lagi atau aku harus bersikukuh dengan perasaanku pada kevin... yaa.. aku mulai mencintainya.. hiks. bagimana ini.. apa aku harus merelakan kevin demi dela?" batin julia.


***


pulang sekolah..


julia langsung menuju RS.. karna dr. ani menelfon bahwa laporan hasil tes sudah keluar..

__ADS_1


julia penasaran,.tapi ia juga takut untuk membuka isi laporan tes itu..


dr. ani hendak mengatakan isi surat itu.. tapi julia menolaknya dengan alasan ia ingin tau sendiri di rumah.


***


dirumah julia


20:30


kini julia tengah duduk di tepi ranjangnya.. ia memegang surat ity dengan suhu badan yang panas dingin..


sedikit demi sedikit ia menarik lembaran kertas dari amplopnya.. jantungnya berdetak 2 kali lipat dari normalnya..


di bacalah hasil tes itu.. ia sangat serius saat membacanya.. suhu badannya panas dingin sekali.. jantungnya seakan berhenti berdetak.. ia melipat kembali kertas itu..


ia terduduk meringsut ke lantai.. ia menekuk lututnya dan memeluknya..


"hikss... beginikah nasibku tuhan.. apa yang harus ku lakukan.."


julia menumpahkan tangisnya dalam lekukan lututnya..


KRIEETT suara pintu yang terbuka


julia menghapus air matanya dan melihat siapa yang masuk.


"sayang .. kamu kenapa.. kok menangis sih putri mama ini" tanya ibu julia yang mendekati putrinya.. ia menunutun julia untuk duduk di ranjang.


" .." tak ada jawaban


"sayang.. jawab mama . jangan diam begini. jangan buat mama khawatir" imbuhnya.


ia menarik wajah julia untuk menghadap wadahnya..


ia menangkup pipi julia dengan kedua tangannya


"julia sayang. katakan.." ucap ibu julia uang merasa cemas


"hikss.. mama.. mamaaa hiikkksss" bukannua menjawab julia langsung berhambur ke pelukan ibunya..


ibi julia mengelus punggung julia.


"sayang.. jangan buat mama sedih ya.. ayo katakan.." ucap ibu julia.


julia mulai tenang.. ia melepas pelukannya..


"mama.. julia tidak apa-apa.. julia hanya rindu kakak saja. heheh" julia berbohong


"benarkah begitu?" ibu julia menatap dalam dalam mata julia.


"benar mama"


"mama ada perlu apa?" tanya julia.


"mama merasakan hal yang tidak beres denganmu nak. jadi mama kemari untuk mengecek kondisimu" jawab ibu julia.


"ooohh begitu.. mama.. julia baik-baik saja.. "


"benarkah?" ibu julia ragu


"percayalah pada julia ma.. julia tidak apa-apa.. " julia berusaha meyakinkan ibunya.


ia tak ingin ibunya bersedih gara-gara julia.


#bersambung


makasih udah mampir ya.. jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2