
kevin menghampiri tempat duduk julia dan dela yang sedang makan... ya karna tak ada tempat lagi,.hanya tersisa di bangku mereka.
kevin berdehem.. sedangkan indra hanya diam saja. indra tak peduli mau duduk dimana.. dia tinggal terima beres.
dari sorot mata dan wajahnya, kevin melihat kalau dela sangat senanga dengan kehadiran mereka.. yaa menurut kevin wajarlah.. kan ada indra. tapi lain dengan julia.. kevin heran.. hari ini julia terlihat jutek..
"ada apa?" tanya dela yang membuyarkan lamunan kevin
"eh ini.. boleh numpang duduk disini? soalnya semua bangku di kantin sudah full" jawab kevin
"oohh boleh boleh.. silahkan duduk." ucap dela menepuk bangku kosong di sebelahnya..
niat hati supaya kevin yabg duduk, eh malah indra yang duduk di sebelah ino.. sedangkan kevin memilih duduk dengan julia.
ya memang, akhir-akhir ini hubungan mereka sedang renggang bisa di katakan di ujung tanduk. jadi pasangan ini terlihat saling cuek.
"terima kasih" ucap kevin
dela tersenyum.. dan julia tak menghiraukannya.
"hufftt" dela menghela nafas lesuh
"ada apa? kau tidak suka dengan keberadaan kami," tanya indra dingin yang di ikuti anggukan oleh kevin
"oh tidak.. bukan begitu.. aku hanya.. hanya.. ah sudahlah.. kalian mau pesan makanan atau hanya menonton kami berdua makan.. iya kan jul?" dela menyikut lutut julia dengan lututnya.
"makin hari, makin aneh saja dia ini" batin indra.
singkat cerita, mereka berempat sedang menikmati makanan masing-masing.. diam diam kevin melirik julia yang hanya mengaduk-aduk makananannya.
"julia." panggil kevin.
julia mendongakkan kepala.
"kau tidak kenapa napa kan?" tanua kevin.
refleks dela dan indra menghentikan aksi makannya dan menatap julia.
__ADS_1
julia hanya menggeleng.. tanda bahwa dia tak apa-apa.
"jul kamu kenapa?" tanya dela.
"aku tidak apa-apa del " jawab julia tersenyum
"benar kamu tidak apa-apa?" dela mencoba meyakinkan..
julia hanya mengangguk
"lalu kenapa kau tidak makan makananmu," tanya kevin
"aku hanya tidak lapar" jawab julia agak ketus
"oh" indra ikut nimbrung dengan jawaban singkat, padat, dan jelas.
lalu mereka pun melanutkan makan mereka.
"sebenarnya julia ini kenapa sih. aku tidak suka dengan sikapnya ini" batin kevin
krriiingg 4x.. bel tanda pulang telah berbunyi.
julia pun bergegas pulang.
"mau pulang bersama?" tawar kevin
julia tak menjawab.. ia hanya menggeleng tanda menolak.
"yasudah" kevin seperti tersulut amarahnya dan ia meninggalkan julia.
saat di gerbang, julia memegang kepalanya yang terasa sangat nyeri.. ia melihat keadaan sekitar seperti buram dan gelap.
supir yang melihat itupun bergegas keluar mobil dan berlari menuju julia.
"nona muda.. anda tak apa-apa?" supir itu segera memegang bahu julia yang hampir terjatuh
"iya pak. saya hanya lelah."
__ADS_1
"baiklah.. kita pulang sekarang nona muda"
julia mengangguk..
selama perjalanan julia melamun.
"nona muda? anda tidak kenapa napa kan." tanya supir yang melihat julia melamun dari kaca spion.
"tidak kok pak.. oh iya.. kita ke RS dulu ya." ucap julia
"rumah sakit? untuk apa nona"
"saya ada urusan pak. jangan bilang ke orang rumah ya.." supir itu mengangguk.
***
di RS.
tok tok tok
julia mengetuk pintu sebuah ruangan.
"masuk" terdengar sahutan dari dalam.
julia membuka pintu.. dr. Ani adalah dokter langganan keluarganya.
"permisi dokter" ucap julia tersenyum
"eh julia.. kemarilah sayang.. ayo ayo duduk dulu ya." balas dr. ani girang.
"heheh iya dokter.."
julia pun duduk
"jangan panggil aku dokter kalau sedang berdua begini. panggil saja tante." ucap dr. ani. julia mengangguk
#bersambung
__ADS_1