Rela Kehilangan

Rela Kehilangan
kakak


__ADS_3

***


" dela.. nanti sepulang sekolah kamu dan kwvin jangan pulang duluan ya." ucap julia sambil mengeluarkan buku dari tas nya.


"aish? ada apa memangnya?" tanya dela.


"ada kejutan." julia tersenyum


"kejutan.. wkwkwk.. aku belum ultah tau." dela menyenggol lengan julia


"kejutan tidak harus menunggu waktu ultah bukan.. bisa kapan saja dan di mana saja. sama halnya seperti kematian.." julia menatap papan tulis dengan tatapan kosong


"julia.. kau sudah sarapan belum? ngelantur aja bicaramu" dela geleng-geleng kepala.


___


krriingg 4x.. bel pulang sekolah telah berbunyi. seperti biasa semua siswa siswi berebutan untuk keluar kelas duluan.


julia tampak tenang merapikan buku-bukunya.


sekarang di kelas hanya tersisa julia, kevin dan dela.


"cepatlah del. kita kan sudah janji mau pulang bersama. lihat jam berapa.. aku mulai lapar.. bagaimana kalau nanti kita mampir ke kedai atau cafe." kevin berdiri bersandar pada papan tulis menghadao arah julia dan dela


"iya iya.." dela tersenyum


jujur hati julia sakit melihat sikap kevin yang berubah dari sebelumnya.


"maaf .. aku membuat jadwal acara kalian berantakan ya?" tanya julia lirih


"tidak juga jul.. baiklah.. katakan ada apa." tanya dela.


julia tidak menjawab. ia merogoh tas nya dan meangambil 2 bingkisan kado.


"ini untukmu dela.. dan ini untukmu kevin" julia menyodorkan kado tsb.


dela nampak bingung dengan perilaku julia ini. dela segera menerima kado itu. lain hal nya dengan kevin yang hanya memandangi kado di tangan julia.


"cih untuk apa ini" kevin memutas mata nya.


"kevin.. ambillah.. hargailah usaha julia." pinta dela.


"benar kevin. terimalah.. tenang saja.. aku tidak akan mengerjaimu seperti saat kau ultah dulu. aku janji.. setelah ini, aku tidak akan menganggumu lagi" ucap julia tersenyum


akhirnya kevin pun menerima kado itu.


"hanya dalam beberapa hari kau sudah berubah drastis kevin. hiks.." batin julia.


"baiklah.. ini karena kau yang memintaku untuk menerima kado ini ya del." ucap kevin

__ADS_1


"demi dela? hh miris sekali nasibku" batin julia.


~kevin pov~


aku juga penasaran saat dela memintaku untuk tidak pulang seperti biasanya.. dan yang lebih membuatku penasaran karena itu di minta oleh julia.


sebisa mungkin aku harus mengubah sikapku.. aku tidak ingin bersikap seperti sedia kala karena julia sendiri yang memintanya.


hatiku sangat bahagia tapi juga bingung saat julia menyodorkan kado untukku.. aku berfikir aku tidak ultah hari ini.. ada hari spesial lainnya juga tidak.


aku tak kunjung menerima kado dari julia bukan karna sengaja menolak.. hanya saja aku bingung.. kado apa ini .


kemudian sebuah ide muncul.. aku pergunakan nama dela untuk mengetahui reaksi julia.. apakah dia akan marah atau cemburu atau bagaimana. sempat aku melihat kekecewaan dan kesakitan dari matanya.. tapi sepertinya keinginannya menghindariku lebih kuat daripada sakitnya..


aku mulai berfikir dan mulai positif thingking jika julia juga punya perasaan yang sama terhadapku. hanya saja aku heran apa yang terjadi sebenarnya.


~author Pov~


"julia.. kamu tidak apa-apakan? maksud kado ini apa?" tanya dela


"aku.. aku hanya ingin memberi kenang-kenangan saja."


"lah memangnya mau kemana?" tanya dela lagi


"mmm itu.. ee.. nah kita kan kalau lulus beda universitas nantinya. begitu. sudahlah jangan banyak tanya. " julia merasa bingung. ia merasa ini bukan saatnya mereka tau kondisi sebenarnya.


"kau ini julia.. ada-ada saja. kita mah lulus masih tahun depan. wkwkw" dela terkekeh


"baiklah.. makasih ya kadonya. aku duluan. daaaahhh" dela melambaikan tangannya dan berlari kecil menyusul kevin


julia tersenyum dan mengangguk.


dalam hati kecilnya kevin merasa bersalah karena ucapan terima kasih pun tak ia ucapkan.


setelah di rasa kevin dan dela sudah tidak ada di sekitar kelas itu, julia mendudukkan tubuhnya di bangku dengan lemas. ia memegangi dadanya yang sesak.


ingin rasanya julia menahan air mata yang hendak keluar.. namun apa daya.. setitik demi setitik air mata itu makin deras.. ia ingin berteriak namun saking sakit yang ia rasakan sampai-sampai suarnya tercekat.


_menangis tanpa suara itu sakit banget .._


ia pun membaringkan kepalanya di meja dan terus menangis..


plak


julia merasa ada yang memukul pelan bahu julia. ia membuka matanya yang lengket karna habis menangis.


julia mendongakkan kepala..


"kakak?" julia merasa ragu untuk mengucapkan itu.

__ADS_1


yang di tanya hanya tersenyum dan mengangguk.


"kakaaakkk!!" julia bangkit dari duduknya dan langsung nerhambur dalam pelukan kakaknya.


"kakak! aku .. hiks.. aku merindukanmu.. hiks.. aku merindukanmu. jangan tinggalkan aku lagi hiks.." julia menarik wajahnya dari dada kakaknya


kakak julia menyeka ai mata julia dan mengelus lembut rambut julia.


"julia sayang.. tenanglah.. jangan menangis.. kau jelek sakali. hehe"


julia mengerucutkan bibirnya. dan berhenti menangis.. tapi masih sesenggukan.


"kakak tau.. kamu pasti sangat menderita kan .. dimana kamu merasakan 2 sakit bersamaan.. sakit akan penyakitmu, dan sakit karena cintamu.. tapi.. bertahanlah untuk beberapa waktu lagi sayang.." kakak julia membimbing julia agar duduk di sampingnya


"kau tau?"


julia menggeleng


"kakakmu ini juga sangat merindukanmu.. dan akuu.. sangat menyayangimuuuu" kakak julia mencubit pipi julia gemas.


"hohoho? benarkah kakak menyayangiku? tapi kakak meninggalkanku" julia menatap intens kakaknya itu.


"maafkan kakak sayang.. kakak juga tidak menginginkan hal ini.. tapi garis takdir kakak sudah begini " ia membelai adik nya itu.


"hmm..oh ya kakak. aku mau bilang sesuatu. kalau tidak lama lagi aku akan ke tempat kakak.. julia senang akan berkumpul lagi dengan kakak.. tapi juga sedih karna harus meninggalkan mama dan papa" ucap julia.. matanya kembali berkaca kaca


"kakak sudah tau itu. baiklah.. sekarang bangunlah.. sudah sore loh" ucap kakaknya tersenyum


"sore?" julia tampak bingung..


julia memeluk erat tubuh kakaknya..


namun perlahan lahan sosok kakaknya mulai memudar..


"kakak... kakak.. kakak.."


"nona muda, non? banguunn.." pak supir menepuk pelan bahu julia.


julia merasa ada yang memanggilnya.. tiba-tiba ia terkejut..


"eengghh. kakak dimana?" tanya julia dengan suara serak.


"nona muda mimpi ya.. ini sudah sore non.. nona tertidur di kelas"jelas pak supir


"ohhh" julia melihat sekelilingnya..


"kakak" guman julia.


"mari kita pulang nona." ajak pak supir.. julia mengangguk.

__ADS_1


#bersambung.


makasih udha mampir. jangan lupa like. komen dan vote ya . maaf kalau banyak typo..


__ADS_2