
"baiklah.. kalau kamu memang baik-baik saja.. tersenyumlah untuk mama" pinta ibu julia.
julia pun mengukir senyum lebar yang tulus.
"ya sudah.. ini sudah malam.. kamu harus istirahat.." ujar ibu julia.
julia mengangguk dan membaringkan tubuhnya di ranjang.
"mama, temani julia tidur ya.. heheh" pinta julia.. ibunya mengangguk.. ia duduk di samping julia dan mengelus ngelus kepala julia seperti anak kecil..
21:20
julia sudah berada dalam dunia mimpi.. ibu julia bangkit dari duduknya dan mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur saja.
tak lupa pula ciuman hangat di kening julia ia berikan.. ketika hendak melangkah, ia merasa menginjak sesuatu. ia menengok ke bawah dan di lihatnya secarik kertas yang sudah di remas.
ibu julia pun mengambil kertas itu.. ia membawa keluar kamar kertas itu.. ia menutup pintu kamar dengan pelan..
perlahan lahan ia membaca kertas itu.. betapa terkejutnya ia melihat apa isi kertas itu.
ibu julia menutup mulutnya dengan telapak tangan kirinya.. ia tak kuasa menahan tangis saat ia membaca kalimat bertuliskan tebal hitam
'positif kanker otak stadium akhir'
ia berlari ke kamarnya.. namun kakinya seakan tak menyentuh lantai.. dengan sekuat tenaga ia berlari.. suaminya yabg melihat kedatangan istrinya dengan keadaan menangis itu dan tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun langsung menghampirinya dan mengajaknya duduk di sofa kamar.
"istriku.. kamu kenapa?" tanya suaminya
"julia pa.. juliaaa.."
"tenanglah ma.. tenang.." suaminya mencoba menenangkan istrinya itu..
beberapa menit kemudian ibu julia pun mulai tenang.. tenang dalam artian ia sudah mampu mengontrol nafasnya.
"baiklah ma.. katakan.. ada apa" tanya suaminya. ia menyentuh tangan istrinya yang berkeringat dingin itu.
ibu julia tak menjawab.. rasanya suaranya tercekat.. ia menyodorkan lembaran kertas hasil pemeriksaan kesehatan julia.
ayah julia menerima kertas itu dan membacanya seksama.. matanya membulat.. rasanya bagai di sambar petir saat siang bolong.
"ini pasti keliru.. " ujar ayah julia menahan emosi dan sedih antara rasa tak percaya namun itu sudah buktinya.
"kertas palsu.. kurang ajar!!" ayah julia melempar kertas itu kelantai dengan kasar.. wajahnya merah padam menahan emosi dan sedih.. ia menginjak-nginjak kertas itu..
istrinya mencoba menenangkan suaminya itu.. takut kalau terjadi apa-apa..
__ADS_1
"tidak ma!! aku tidak mau kehilangan keturunanku lagi..!" ayah julia terduduk lemas di ranjangnya.. tak terasa air matanya keluar..
"pa.. kita hubungi dr. ani saja.. " usul ibu julia
" kau benar ma." ayah julia meraih hp nya di sakunya.. dengan tergopoh-gopoh ia mencari kontak dr. ani.. entah kenapa rasanya jari ini lambat sekali.
tuuttt.. tuuttt..tuuuttt..
ayah julia \= "halo dr. ani."
dr. ani \="iya ada apa tuan."
ayah julia \=" apa julia tadi kerumah sakit tempatmu bekerja?"
dr. ani \=" beberapa hari lalu tuan."
ayah julia\="katakan! penipuan apa yang kau lakukan hah!!"
dr. ani\=" maaf tuan.. apa salah saya. kita sudah akrab bagai keluarga.. mana mungkin saya melakukan penipuan."
ayah julia \=" lalu kertas bodoh apa yang kau berikan hah!! kanker otak kau bilang?!! periksa alat alat di rumah sakit itu."
dr. ani\="tuan, maafkan saya.. tapi memang itulah hasil tes julia.. maaf.."
ayah julia\=" kumohon dr.. sembuhkan putriku.. hikss.. kumohon. berapapun biayanya akan kami tanggung." (ibu julia ikut bicara)
ayah julia\=" beraninya kau!!! putriku pasti bisa sembuh.. kau dengar itu.. aku akan bawakan dokter spesialis dan lebih profesional daripada di RS xxx"
dr. ani\="maafkan saya tuan.. jujur sayapun merasa berduka julia mengalami hal itu.. tapi.."
ayah julia\=" hikss.. berapa persen kemungkinan julia bertahan dr."(ibu julia)
dr. ani\=" dengan berat hati saya mengatakan 10% nyonya. karna penyakitnya sudah parah. tapi ia saat ini termasuk kuat.. biasanya jika orang lain mungkin dia sudah menjalani rawat inap.. tapi dia masih saja tegar.. hiks.. maafkan aku nyonya tuan.."
ayah julia\="aarrgghh!!! baiklah terima kasih waktunya." ayah julia membanting hp nya ke kasur
"paa.. juliaa.. hiksss" ibu julia berhambur ke pelukan suaminya.. ia menangis histeris.
suaminya tak kuasa menahan tangis.. haruskah ia kehilangan anaknya untuk kedua kalinya.. dosa apa yang telah ia lakukan hingga ia mendapat hukuman ini.. batin ayah julia.
"pa.. aku tidak mau kehilangan anak kita lagi.. julia harus sembuh pa.. hikss" ujar istrinya di sela tangisnya
"iya ma.. julia anak yang kuat. pasti ia bisa sembuh.. "
****
__ADS_1
paginya..
"pagi ma, pa." sapa julia menuju meja makan.. hari ini hari minggu.
"pagi sayang." sahut ortunya
"ayo kemarilah.. kita sarapan.. lihat.. mama masak sayur sup dengan gubis yang banyak.. "
"waaahh.. yummy.. " julia duduk kursinya dan melahap makanannya dengan lahap.
ibunya menatap sedih putrinya yang makan dengan lahap seakan akan dia baik-baik saja.
setelah selesai makan mereka duduk di taman belakang rumah.
"sayang" panggil ayah julia yang dduk di samping julia.
"iya pa."
"besok lusa.. kita keluar negri ya." ujar ayah julia. julia menatap ibunya yang mengangguk
"oh no papa, mama. julia tidak ingin bolos sekolah ya.. hmmm" julia masih bingung
"julia.. jangan rahasiakan ini lagi. mama tidak kuat jika harus berpura-pura baik-baik saja melihat mu nak." mata ibu julia mulai berkaca kaca.
julia menunduk
ayah julia merengkuh bahu julia.
"kami akan membawamu berobat nak.. " ucap ayahnya
"ja.-jadi.. kalian sudha tau ya." julia mulai menteskan air matanya. ortunya mengangguk.
"julia tidak mau pah, mah" tolak julia yang mulai terisak
"apa maksudnya? kamu ingin meninggalkan kami begitu?" suara ayah julia lemas
"bukan begitu pa.. hanya saja.. ini hanya akan buang-buang tenaga dan buang-buang uang saja." julia mengepalkan tangannya.
"tapi nak... kami tidak mau kehilangan kamu. kamu cahaya kami satu-satunya.." ibu julia sudah tak bisa membendung air matanya.. begitupun ayah julia.
"ma. pa, dengarkan aku.. biarpun takdir berkata aku harus pergi, tapi percayalah.. aku.." julia menyentuh dada ibu dan ayahnya..
"aku ada disini.. hidup disini.. dan tak akan mati.. hanya ragaku saja yang harus pergi" ucap julia dengan suara yang bergetar..
#bersambung
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote ya.