
***
bughh
julia menghempaskan tubuhnya ke ranjangnya..
"hari ini aku sangat lelah. tiap hari sih. wkwkw.." julia membetulkan posisinya..
ia mulai memejamkan matanya berharap ketenangan selalu menyertainya.
---
"hmm.. tempat apa ini.. sepertinya kamar RS.. tapi.. kenapa aku disini.. bukannya tadi aku di rumah ya... dan hey!! itu.. gadis itu mirip denganku.. dan.. apaitu.. orang tuaku disini."julia kebingungan.. ia melangkah mendekati orang tuanya yang tengah duduk di sofa .
"mama, papa? " julia memanggil tanpa mendapat respon
julia mulai khawatir..
ia mencoba menyentuh tangan ibunya.. tapi tembus..
ia makin khawatir..
ia melangkah mendekati sosok gadis yang mirip dengannya itu. di lihatnya dengan seksama wajah itu.
julia membulatkan matanya tidak percaya.
"i-ini aku? apa aku sudah tiada? tidak tidak ini pasti mimpi." julia menepuk-nepuk pipinya bahkan mencubit lengannya.
"aww " ringis julia
"ini sakit.. ini nyata? aarghhh!!! tidaaakk.."
---
__ADS_1
"TIDAAAKK!!" julia terbangun dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.. nafasnya terengah engah.
ia melihat sekelilingnya.. ini kamarnya..
ia menghembuskan nafas lega..
"hufftt.. aku masih hidup.. " julia menyeka keringat di keningnya.
"apa makna dari mimpi ini ya" gumam julia.. ia melirik jam weker di sampingnya..
jam menunjukkan pukul 23:00..
ia beranjak dari ranjanhnya ke meja belajar.
ia mengambil bingkisan kado dari kevin. perlahan lahan ia membuka kado itu..
jreng jreengg..
"amplop? ini amplop apa ya.. undangan, tagihan hutang atau uang tunai.. wkwwk.. " batin julia
kemudia julia beralih ke amplop dan membukanya..
isinya adalah 7 foto yang sudah di cetak..
sebuah senyum manis terukir di bibir julia.. rasa haru dan sedih bercampur aduk..
saat sikapnya terhadap kevin buruk begitu, tetap saja ia memberi kado yang berharga menurut julia..
julia membuka satu persatu foto itu.. foto dimana julia sedang tersenyum, marah, pipinya yang menggembung, saat tertawa ceria.. yang paling menarik perhatian julia adalah saat julia duduk bersama kevin di kantin menikmati semangkuk bakso.. julia memeluk foto-foto itu dan meneteskan air mata..
ia meraih penjepit rambut dan memasangnya di rambutnya.. ia berkaca..
"cantik" gumam julia.
__ADS_1
"eh.. tapi papa dan mama tidak mengucapkan selamat padaku? hmmm apa mereka lupa ya.. tidak apalah.. aku tidak ingin mereka merasa ini adalah ultahku yang terakhir.. walau kenyataannya begitu." gumam julia tersenyum getir.
julia duduk di tepi ranjangnya memandangi foto-foto itu ..
"terimakasih kevin.. semoga dela menjadi wanita yang terbaik untukmu.. lagipula.. sepertinya kau sudah mulai akrab ya.. heheh baguslah" julia merebahkan dirinya menatap langit-langit kamarnya.. berharap apa yang di alaminya ini hanyalah sebuah mimpi belaka.
julia memejamkan matanya dan mulai berlayar ke alam.mimpi.
***
"pagi ma, pa" julia menghampiri meja makan.
"putriku.. kemarilah.. ayo lekas sarapan.." ajak ayah julia.
"ya ya.. tenanglah pa. ini masih jam berapa.. heheh" julia melahap makanannya..
"ma, pa.. kemarin ada hari spesial nggak." tanya julia di sela sela aktivitas sarapannya.
"tentu saja sayang. jangan khawatir" ibunya mengusap pucuk kepala julia.
"kado kan.. wkwkwk" ayah julia terkekeh.
"apa sih pa. julia tidak mengharapkan itu kok." julia memutar-mutar sendoknya di atas piringnya. wajahnya menjadi murung.
"ehem... ngambek ya.. papa dan mama punya kado spesial untuk putri papa ini." ucap ayah julia.
"apa itu?" julia antusias mendongakkan kepala .
"lah katanya tidak berharap" ledek ibunya
"ah mama .. sudahlah. julia berangkat sekolah." julia pura-pura ngambek
"duuuhh kesayangan mama.. heheh.. kadonya kamu akan tau nanti ya sepulang sekolah.." ucap ibu julia. julia menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
#bersambung..