Rela Kehilangan

Rela Kehilangan
kini saatnya


__ADS_3

keadaan makin kisruh.. saat ayah julia hendak melangkah memanggil dokter, tiba-tibaa..


"heheh.. maaf aku becanda" Julia membuka matanya


"huufftt kau ini ..." ibu Julia menoel hidung putrinya.


semua orang yang ada dalam ruangan itu bernafas lega.


Julia hanya tersenyum..


tapi.. tiba-tiba nafas Julia seperti terasa berat. kepalanya kembali pusing dan nyeri.. wajahnya makin pucat dan keringat dingin mengalir dari dahinya..


semua orang mulai panik.. tanpa aba-aba ayah julia berlari dari kamar rawat Julia menuju ruang dokter.


"nafas..nafasku berat.. hah hah hah.. aku aku tidak mendengar apapun.." batin Julia.


Julia mengerjapkan matanya berkali kali sambil berusah bernafas.


2 sahabatnya beserta ibu dan wali kelasnya memanggil namanya..


tapi tak ada respon dari Julia..


pandangan Julia mulai kabur.. entah kenapa bayangan kakaknya terlintas di depan matanya seakan akan menatapnya sedih..


Julia ingin berteriak.. tapi suaranya seperti mau hilang.. buram. itu yang ia rasakan..

__ADS_1


disisi lain ayah Julia tergopoh gopoh menuju ruangnan dr. Andre.. mereka pun segera berlari menuju kamar rawat Julia.. namun malangnya, kaki dr. Andre malah keseleo dan terjatuh..


ayah Julia membantu dr. Andre untuk berdiri.. dan menuntun dr. Andre untuk duduk.. tapi dr. Andre menolak dan tetap berjalan dengan pincang dan menahan sakit di pergelengan kakinya.


"semuanya.. aku minta maaf" batin julia.


ibu Julia menggenggam erat tangan Julia yang mulai mengejang.. begitupun dengan Kevin.. suara tangis pun terdengar..


"sayang.. apa yang terjadi.. hikss" ibu Julia terus menggenggam erat tangan Julia yang mulai dingin..


dalam hati julia masih ingat.. walau banyak dosa ia tetap seorang muslim .. ia pun mengucapkan 2 kalimat syahadat dan berharap ia tidak terputus dalam melafalkan..


ia pun mulai mengucapkan 2 kalimah syahadat dalam hati.. perlahan namun pasti genggaman tangan Julia dalam tangan ibu dan Kevin mulai melonggar..


matanya mulai terpejam perlahan dan nafasnya mulai tenang..


semuanya terdiam melihat reaksi tubuh Julia..


nit.. nit.. nit.. niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt


ibu Julia menoleh ke layar monitor.. garis bergelombang kini berubah menjadi garis datar..


tubuh ibu Julia gemetaran.. kakinya tak kuasa menopang tubuhnya hingga ia terjatuh ke lantai..


"tidaakkk!!!Juliaaa.. banguuuuunnn!!!" teriak Kevin .. dela menggoyang-goyangkan tubuh Julia.. sedangkan wali kelasnya hanya menghela nafas berat dan menitikkan air mata.. ia tahu, kalau Julia sudah pergi.

__ADS_1


"ti-tidak.. i-itu .. mesinnya yang rusak.. tidaakk" ibu Julia lemas ..


"TIDAAKKK.. HUAAAAA.. TIDAAKKK .." ibu Julia histeris..


dari luar kamar rawat Julia, ayah Julia dan dr. Andre yang mendengar suara kisruh dari ruangan itu lun segera masuk ke dalamnya..


Braaakk


ayah Julia membuka pintu dengan keras.. seketika ia mematung melihat kondisi istrinya yang menangis di lantai dan meluhat Kevin mengacak rambutnya..


dr. Andre segera menuju Julia dan memeriksanya..


ia mencoba memompa jantung Julia dengan alat khsusus tetap saja garisnya datar..


"haahh.. maaf om, tante.. Julia sudah tiada." ucap dr. Andre dan beberapa perawat menunduk..


"bohong!! putriku pasti tertidurr.. kalian.. tidak becus." ayah Julia pun naik darah.. emosi dan sedih bercampur jadi satu.. ibu Julia tak kuasa menahan tangisnya.. hingga ia pun pingsan..


Kevin menatap Julia.. tanpa aba-aba ia mencium kening julia dengan lembut dan lama.. dan juga dengan gemetar ..


kini mata Kevin sudah memerah.. ia tidak percaya dengan semua ini..


"jangan pergi" gumam Kevin..


ia ingin menangis berteriak...tapi entah kenapa ia tidak bisa.. dadanya sesak dan sakit..

__ADS_1


ayah Julia pun begitu.. ia bengong .. seakan akan ini mimpi..


****


__ADS_2