Rela Kehilangan

Rela Kehilangan
Adik


__ADS_3

oke lanjut.


Saatria melepaskan pelukannya dan beralih memegang pinggang Dela yang bisa di katakan Sexi..


Dela merasakan ada yang terjadi, Dela dengan cepat mengehentikan tangan suaminya yang mau mengrepe-*****... Hampir saja leher Dela di sosor, tapi secepat kilat Dela mencegah kepala suaminya itu.


"Hmm apaan sih Mas! Sana mandi dulu, asem tau" ujar Dela menutupi blush di pipinya.


Yah, Dela dan Satria baru menikah tahun lalu, mereka belum di karunia anak.


"Heleehh alasan kau ini" balas Satria


Dela melepaskan diri dari pelukan Satria


"Sana mandi, lalu makan" titah Dela gugup.


"Hmmm baiklah.. Ngomong-ngomong kita sudah 1 tahun menikah, dan kau masih saja gugup begini sayang.. " Satria mencoba menggoda Dela.


"A-apa yang Mas katakan.. sudahlah sana mandi." Dela mencoba menyibukkan diri merapikan piring .


"Oke oke fine... Aku mandi.. " berbalik arah..


Dan dia malah menarik tangan Dela.


"Mas, kenapa kau menarikku hah... Sudah ku bilang mandilah dulu " Dela mencoba berontak malu.


Satria menghentikan langkahnya, kemudian melepas genggaman tangan Dela lalu menghadap wajah Dela.


"Sayang.. dengar, iya aku mau mandi kok.." ujar Satria


"Tapi kenapa menarikku mas?" tanya Dela cemberut


"Tentu ikut aku." jawab Satria terkekeh


"Kemana?" tanya Dela

__ADS_1


" Ke laut."


"Lah untuk apa Mas?"


"Bunuh diri"


"Aish kenapa?"


" Aahhrrgg Dela sayang, kau tidak faham?" Tanya Satria gregetan


Dela menggelengkan kepala pura-pura tidak mengerti


"Huufftt... Istriku sayang, kamu harus ikut aku ya.."


"Lah kemana sih mas"


"Ke kamar mandiii.. okke.. No bawel baby"


"Hah?! untuk apa.."


Dengan cepat dela menahan menggunakan jari-jarinya


"Mandi? A-aku sudah mandi " tolak Dela


"Baiklah temani aku mandi"


"Apa?! Tidak mas. Ini memalukan.."


"Hmmm sayang, aku ini suamimu, apa salah aku minta di temani mandi? " Satria mencoba menggoda Dela yang kondisi pipinya sudah seperti kepiting rebus


Dela tak kunjung menjawab.. ia terus menunduk


suaminya merapatkan tubuh dela dengannya.


"Aku.. aku kalau ikut bagaimana dengan makannya mas? Mas mandi saja sana" Elak dela

__ADS_1


"Aih, kenapa dengan makananya, mereka tidak akan kabur kok"


"Nanti di makan kucing Maass" dela mencoba berontak


"Kucing ghaib maksudnya.. wkkwkw .. Sayang, kita tidak memelihara kucing." ujar Satria menyeringai


"Ah.. sudahlah mas.." Dela menggelitik pinggang suaminya. berhasil..


Dela berhasil lepas dari pelukannya dan berlari kecil ke dapur.. Satria terkekeh melihat tingkah Dela.


Di sisi lain


Rumah Julia


"Papa, Mama, lihat, gambar putri bagus kan?" tanya seorang putri kecil berusia 6 th menyodorkan kertas yang sudah di warnai


PUTRI CANTHIKA. Ia lahir 1 tahun setelah sepeniggalnya Julia.


Yah mereka di karunia seorang puteri yang lucu dan imut dan rupanya mirip seperti Alm. Julia.


"Waahh bagus sekali.. " Ayah julia mengelus lembut kepala Putri.


"Bagus sayang.. Andai kakakmu-"


"Ma, jangan sedih.. Kakak kan ada di sini." Putri menyentuh dadanya.


Ortu julia terkejut, siapa yang mengajarinya.. mereka teringat, sewaktu Julia sakit Julia juga melakukan hal yang sama seperti Putri.


"*Ma, Pa, dengarkan Julia.. Biarpun takdir berkata Julia harus pergi, tapi percayalah.. Julia.." julia menyentuh dada ibu dan ayahnya..


"Julia ada disini.. Hidup disini.. Dan tak akan mati.. Hanya raga Julia saja yang harus pergi" ucap Julia dengan suara yang bergetar*..


Ibu julia menitikkan air mata, ia merasa sosok Julia ada dalam diri Putri..


mereka pun memeluk Putri erat..

__ADS_1


"Terima kasih Tuhan, kau telah memberi putri pada kami tanpa harus meninggalkan sosok julia." bathin Ayah julia


__ADS_2