Rela Kehilangan

Rela Kehilangan
kado untuk julia


__ADS_3

"eh kevin.. kamu ingat tidak ini tanggal berapa?" tanya dela.


kevin yang mendengar itu tetap melangkahkan kakinya dan mencoba mengingat..


mereka sedang pulang sekolah bareng


"mmm tanggal 10 juli" jawab kevin


"terus ada hari istimewanya tidak?" tanya lagi dela


"hari istimewa ya? kurasa tidak.. aku lahir tanggal 2 mei. ah entahlah." jawab kevin menghendikkan bahu


"oohhh jadi kau benar benar melupakannya ya" tanya lagi dela


kevin menghentikan langkahnya.


"hari ultah julia ya." gumam kevin tersenyum


"aku inget" jawab kevin


"ultahnya julia ya?" tanya kevin. dela mengangguk


"tapi kenapa tidak ada perayaan ya?" tanya kevin melanjutkan langkahnya.


"oh ayolah kevin. julia itu sudah besar.. tapi tidak ada salahnya sih di rayakan hehe" ujar dela.


"heeeeee kau ini." kevin menjitak kepala dela.


"awww" dela meringis


"kasar sekali kau ya. hmm" ujar dela.. kevin terkekeh..


ia seketika diam mengingat kenangan jalan kaki bersama julia.. tawanya.. debatannya.. julia yang sekarang sudah berubah.


"disaat aku mencintaimu, kau malah menghindar dariku" batin kevin


"kau mau memberi kado tidak?" tanya dela penasaran dan berharap jawabannya adalah tidak


"entahlah. melihat sikapnya saat ini, aku ragu del. bisa saja ia membuang kadoku begitu saja." jawab kevin..


hati dela begitu senang mendengarnya..


"lalu kau ? " tanya kevin


"aku akan memberinya kado.. tapi apa ya?" jawab dela


"bagaimana kalau boneka?" usul kevin


"mmm boleh juga.. antarkan aku ya beli kado nanti sore" pinta dela


"aduh del. sepertinya tidak bisa deh. kau cari sendiri deh ya.. kita udah sampai di pertigaan nih.. sampai jumpa besok bye." kevin menolaknya dan langsung menuju arah rumahnya yang berlawanan arah dengan dela.


dela tersenyum kecut mendapat penolakan dari kevin.


"bye" balas dela lemas.


"aku harus mendapatkanmu kevin" gumam dela semangat..


***


toko boneka


"mbk.. bungkus ini ya.. langsung bungkusin pakai kertas kado deh" dela menyodorkan belanjaannya. sebuah bonea hello kitty warna pink.


"makasih." dela keluar dari toko boneka itu.


saat di depan toko ia berpas-pasan dengan indra.


"i-indra.. kau?"

__ADS_1


"kak karin? kaliaaannn" dela heran melihat indra dan karin bergandengan tangan


"eh adik kelas.. " sapa karin tersenyum.


dela membalas dengan senyuman garing..


"aku tau kau mantan indra kan? tapi tenang saja.. aku tidak akan jahat kok sama kamu. kamu pasti tau kan aku siapa jadi nggak perlu kenalan. heheh" ucap karin


"ah iya kakak ipar. tidak masalah."balas dela.


"apa? kakak ipar?" karin heran. ada sedikit rasa tidak suka saat mendengan dela menyebutnya begitu.


"ah maksudnya kakak kelas. hahah. " dela gugup


"cepet banget dapat penggantiku" batin dela.


"minggir. jangan menghalangi jalanku" ucap indra dingin..


"dasar pria es batu" batin dela.


***


"good morning princess cool" sapa dela


julia tersenyum dan duduk di bangkunya.


"kau tau jul? aku mudah beradaptasi dengan sikap dinginmu ini loh hahah.." dela menyenggol lengan julia


"baguslah" jawab julia .


"iya dong.. dengan sikap indra yang dulu saja aku terbiasa.. apalagi dirimu jul. wkwkw" canda dela


deg


"jika luka lama sudah terkubur jangan sekali kali kau menggalinya lagi.. jangan membuatku membencimu" julia menatap tajam dela


dela menelan ludahnya


"a-aku kan hanya bercanda julia yang cute. heheh" dela tersenyum kaku dan mengelus rambut julia.


"bercanda sekedarnya saja."


"ah sudah sudah.. jangan marah lagi ya.. ini. aku ada sesuatu untukmu" dela mengambil kotak kado dari tasnya


"apa ini?" tanya julia heran


"hey.. kau lupa ingatan ya. kau kemarin ultah.. hm hm.. ini kado untukmu" dela menyodorkan kadonya


julia merasa terharu..


"terima kasih sahabatku. maafkan sikapku ya." julia memeluk dela.


saat berpelukan entah kenapa hati dela rasanya seperti di iris.


"sudah sudah.. jangan kebanyakan drama " ucap kevin.


julia menatap tajam kevin.


"jangan ikut campur bocah tengik" ujar julia melepas pelukannya


"heh bocah tengik katamu!! ingat ya.. aku ini pria tertampan di sekolah.. benar kan indra?" indra hanya memutar mata bosan


"rindu rasanya aku bercanda denganmu julia.." batin kevin


"hish" julia melengos


___


kriinggg.4x

__ADS_1


jam pulang..


julia merapikan bukunya dengan santai saja.


"julia aku duluan ya.. aku ada urusan dengan mami" pamit dela.


"shoping?" tebak julia


"ah kau ini.. tau saja.. hahah ya sudah. see you" dela melambaikan tangan dan di balas anggukan saja oleh julia.


"hai" sapa kevin.


julia yang hendak menggendong tas nya pun menoleh.


"hm" julia melangkahkan kakinya


namun tangan julia segera di tarik oleh kevin.


julia berontak.


"lepaskan kevin. disini tinggal kita berdua. nanti ada fitnah" berontak julia mengibaskan tanganya.


"julia.. aku ingin bicara" ucap kevin melepas genggamannya.


"katakan. aku tidak punya banyak waktu" balas julia mem-PW-kan posisi tas di punggungnya.


NB: PW\= POSISI WENAK


"julia.. kamu kenapa berubah sih. mana julia yang dulu"


"seseorang akan berubah seiring bergulirnya waktu" ujar julia


"jul.. aku merasa.. kamu ini bukanlah juliaku yang dulu.. kamu berubah.. kamu cuek, dingin, bahkan tak jarang kamu bicara kasar"


"apakah kau ingat? aku pernah menyuruhmu untuk tidak menggangguku bukan? dan kau menyetujuinya.. lalu sekarang? heh dasar" julia tersenyum remeh


"iya aku tau jul. tapi aku merasa ada yang kurang.. kumohon.. jangan begini"


"jangan buang waktuku kevin. "


"tapi jul-"


"dan ya, kapan aku pernah menjadi juliamu? hah jangan berharap." julia membalikkan badannya hendak melangkah


deg


hati kevin bagai di iris..


"tunggu julia" julia menghentikan langkahnya


"apalagi. sudah ku bilang jangan ganggu aku."


kevin tak menjawab.. ia berdiri di depan julia. dan menyodorkan sebuah kotak kado yang tidak terlalu besar


"happy birthday ya. maaf telat kadonya. do'a terbaik untukmu "


julia tak kunjung menerima kado itu. kevin meraih tangan julia dan membuka telapak tangan julia kemudian ia meletakkan kado itu di tangan julia.


julia memandang kado itu..


"sudah terlalu kejamkah aku" batin julia.


"maaf telat memberikan kadonya dan ucapannya" ucapan kevin membuyarkan lamunannya


kevin membalikkan badan dan melangkahkan kakinya.. kemudian ia menghentikan langkahnya lagi.


"dan ya.. kado utamanya adalah.. mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi. pegang kata-kataku ini julia.. semoga bahagia" kevin melanjutkan langkahnya.


tanpa kevin sadari, julia meneteskan air matanya.. dan memegang erat kado itu.

__ADS_1


"maafkan aku kevin.. aku tidak mau kalau aku terus berharap bisa memilikimu sedangkan kondisiku antara hidup dan mati begini. hiks.. semoga dela bisa menjadi wanita pilihanmu ." gumam julia. ia menyeka air matanya dan pulang..


#bersambung


__ADS_2