Restu Yang Tertunda

Restu Yang Tertunda
nikmatnya


__ADS_3

"mas Andri makasih ya udah bimbing kita bikin iklan ini.semoga yang punya brand hijab yang kita endors senang.dan kita dapat kesempatan lagi berikutnya."


"sama sama MB windalia.semoga kerja sama kita bisa langgeng ya."


kita pun pamitan dari studio mas Andri setelah puas bikin iklan itu.


"capek gak gaess?"


tanyaku saat dimobil menuju rumah kita sambil ngemil snack yang ada dimobil.


"lumayan mak.eh Mak Andhika kemana sih kok tadi gak ikut kita?"


"katanya tadi lagi nemenin ayah beli sesuatu gitu.aku juga gak jelas."


"wah calon mantu idaman kayaknya nih"Dika sambil cengar-cengir di kursi belakang.


"do'ain aja ya gaess kaliyan tahu sendiri ayah tuh gimana."


"semoga mereka berdua cocok ya mak.andhika kan orangnya juga baik dan supel.bisa membawa diri."


"itulah mas rio.sebetulnya aku tuh deg degan banget pas proses buat iklan.selain dari proyek ini,aku juga mikirin mereka berdua."


"emang Mak ma Andhika sudah sejauh mana sih?"


"sejauh mata memandang ci hehehe"


"Mak sih gitu gak mau cerita ke kita kita"

__ADS_1


"bukannya gak mau cerita ci tapi aku takut kalau kenyataan nanti tidak sesuai.kan jadi gak enak.nanti kalau semua sudah clear aku pasti cerita deh.kaliyan kan saudaraku semua."


"semoga lancar jaya ya Mak."


"aamiin...."


semua ikut berseru mengaminkan harapanku.


"udah deh kita laper gak?eh mbak sari masak gak nih?ci kamu telpon mbak sari kalau dia gak masak kita mampir cari makan."


terdengar cikita nelpon mbak sari art kita dirumah. ternyata dia masak masakan kesukaan kita.


"kita pulang aja Mak Mbak Sari udah masak katanya."


"ok mas anggi bawa mobil pulang ya.hati hati karena kita udah lapar.lets go....tapi kita mampir dulu buat beli buah dan camilan ya.kayaknya habis dirumah."


sesaat setelah mampir membeli camilan dan buah buahan kesukaan kita,langsung cuss kembali kerumah.


"OMG Dika...laper banget lu?"


"emang situ kagak mas Rio...."


"gak salah deh tapi masih bisa ditahan dikit"jawab mas rio sambil nyengir.


aku cuma geleng geleng ngeliat kelakuan kawan kawanku itu.


meski perut aku juga lapar,tapi kenapa ya rasanya makanan ini sulit banget masuk.apa karena gak ada Andhika ya...atau karena Andhika masih sama ayah.

__ADS_1


aku langsung ke dapur menghampiri Mbak Sari yang masih sibuk bersih bersih dapur sisa masak tadi.


"mbak sari,ayah udah pulang belum?"


"belum mbak win."


"ya udah deh mbak aku makan ya.oh ya masih ada kan makanannya kalau kalau ayah sama Andhika belum makan"


"masih mbak win gak usah kawatir."


akupun makan bersama mereka.setelah itu kita pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat.


aku kirimkan pesan ke andika karena rasa penasaranku.


"an lagi dimana?masih sama ayah?beli apa sih kaliyan itu?"


lama banget menunggu balasan dari andika.serasa jam dinding dikamarku lambat banget berputarnya. tik tok tik tok tik tok


"😀😀😀"


balasan dari andika membuat rasa penasaranku bertambah besar.aku jadi gemes deh.


"sabar.penasaran ya.pokoknya aman deh ini juga dah mau pulang.sampai ketemu dirumah ya.dah..."


aku hanya bisa menarik napas panjang menerima balasan dari andika.


sabaaaarrrr.....

__ADS_1


*dukung terus novelku ya.


terimakasih kawan...


__ADS_2