Restu Yang Tertunda

Restu Yang Tertunda
romantis romantisan


__ADS_3

Hai jumpa lagi kita....


lama fakum gak dapat ide dan lagi ngelembur baca novel๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


yuk simak lagi ya....


Minggu pagi yang cerah secerah hati winda saat ini.


Karena lagi libur gak ada jadwal apapun,Winda cuma bisa seru seruan didalam rumah bersama semua penghuni rumah dan timnya.


..."Mak hari ini kita quality time banget ya.... banget banget pokoknya."...


..."Enak ya kalau bisa istirahat dirumah gini tapi kerasa banget capeknya."...


"Trus kita benar benar gak ngapa ngapain nih?main games apa gitu?"


"Udahlah capek aku"


Ting tong tong tong....


"Assalamu'alaikum...."


"Wa'alaikumsalam...kayak kenal suara itu?"


"buka pintu sana biar gak penasaran"


"Alamak ganteng banget anak orang nih..."


"Apaan sih mas biasa aja deh"


" roman romannya ada perlu penting dengan Mak deh..."


"Ada Mak nya mas?"

__ADS_1


"Ada tuh lagi gabut gak tau mo ngapain dirumah aja๐Ÿ˜€"


"Assalamu'alaikum Mak ganggu gak?"


"Wa'alaikumsalam hai...gak ganggu banget kok."


"Ini aku ada bawain makanan buat Mak."


"wah curang Andhika nih.disini tuh bukan cuma ada Mak tapi ada kami juga tuh.gak dapat nih kita?"


"Tenang Chikita...banyak nih aku bawain buat satu rumah bahkan cukup deh"


"makasih Andhika..."


"Chikita kalau masalah makanan cepet Nyamber deh"


"biarin dong emang kamu gak mau apa?sana kalau gak mau.biar aku habisin sendiri."


"udah gak usah berebut"


"Kemana sih?bikin penasaran aja deh."


"udah makan aja dulu "


Setelah makan bareng selesai,Andhika langsung mengajak Winda dengan diiringi suitan menggoda dari semua penghuni rumah itu.


"wah tempat apa ini an?"


"ini sebuah taman yang akan menjadi saksi aku menyatakan cinta dan sayang aku pada seseorang yang sudah beberapa waktu terakhir ini mengganggu pikiranku."


kening Winda mengkerut memikirkan omongan Andhika.


dia cuma bisa menerka nerka apa yang dimaksudnya.

__ADS_1


Andhika pun mengerti kebingungan itu.


Dia langsung menggenggam tangan Winda.


"kamulah wanita itu yang selalu ada di hati dan pikiranku.sekali lagi aku ingin tanya ke kamu.mau kah kamu jadi pendampingku?bahkan jadi istri dan ibu dari anak anakku?"


Winda masih dalam mode on terkejut atas apa yang terjadi.


sambil bersemu merah pipinya Winda menundukkan kepalanya.


dengan gemas,Andhika langsung mengecup pipi Winda.


"aaakhh"


tambah bersemu merah pipi Winda karena kecupan itu.


"win aku sangat mencintaimu dari pertama kenal sampai sekarang."


"maaf aku memanggilmu hanya dengan win."


"an...aku sebetulnya merasakan apa yang kamu rasakan tapi kamu tahu sendiri gimana ayah aku.beliau adalah orang tuaku satu satunya.aku hanya bisa menurut apa yang dikatakannya.kalau beliau merestui aku pun menerima tapi kalau beliau tidak merestui aku gak berani melawannya."


"baiklah aku akan coba minta restu ke ayah lagi dan meyakinkan beliau kalau aku benar benar menyayangimu."


"terimakasih an atas pengertianmu.sebaiknya kita pulang ya gak enak sama anak anak"


Andhika langsung mengajak Winda pulang dengan keyakinan besok dia akan mencoba berbicara dengan ayah Winda.


"win aku langsung pulang aja ya...udah sore juga masih ada kerjaan aku.salam buat yang lain ya... Assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam hati hati ya an."


Andhika hanya tersenyum sambil mengangguk sebelum akhirnya dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Dengan penuh keyakinan dia pun melajukan motornya ke arah luar kota menuju kediaman ayah Winda Lia.


bersambung....


__ADS_2