
"ayah istirahat aja ya.gak usah mikir macam macam.biar ayah cepat sehat lagi.aku keluar ya."aku selimuti ayah sampai ke dada.
"ya win.maafin ayah ya ngrepoti kamu."
"gak repot kok yah.udah gak usah mikir macam macam."
setelah memastikan ayah tidur kembali aku memilih keluar bergabung dengan semua di ruang tengah.
"an makasih ya udah bawa ayah kesini.aku gak tahu kalau kamu tadi langsung ke rumah ayah."
"santai aja win.tadinya aku pengen bicara ma ayah tentang kita.pas nyampek sana aku lihat ayah lemas dan berbaring wajahnya pucat.aku bingung dan gak tega kalau harus ngebiarin ayah sendiri sakit disana.maaf ya aku tidak tanya dulu langsung bawa ayah aja kesini."
"eh aku malah berterimakasih banget an.terus tadi kamu ke rumah ayah naik apa?"
"naik motor.dan terpaksa aku taruh motorku dirumah ayah karena kita naik taksi tadi."
"ya udah nanti gak usah pulang tidur sini aja.besok bisa ngambil motornya biar aku pinjamin kunci rumah ke ayah."
"ok deh.soal motor bisa kapan aja aku ngambilnya.kalau soal aktifitasku bisa pakai motor yang lain."
"terserah kamu saja."
"ehem ehem kita dikacangin woi."
aku hanya tersenyum menanggapi merka.
"udah yuk istirahat udah malam banget.jangan sampek besok pada kesiangan.aku kekamar dulu ya."pamitku ke mereka.
"aku juga mau bobok cantik deh"
__ADS_1
"gaya lu ci...."
kita semua pada bubar menuju tempat beristirahat masing".
"mbak win mbak win...."
tok
tok
tok
aku dengar suara mbak sari mengetuk pintuku sambil teriak teriak.
"ada apa mbak?kok panik gitu?"
"itu ayah muntah muntah mbak.tadi aku habis antar bubur buat sarapan ayah.pas baru makan dua sendok.ayah langsung muntah muntah."
semua sudah ada disana.karena mereka dengar keributan mbak sari pas dikamarku.
"ayah kita ke rumah sakit aja ya.ayah udah lemas lo."
"tolong dika siapin mobil ya.kita harus bawa ayah sekarang juga kasihan tidak kemasukan makanan apapun."
"ya mak."
aku ditemani timku membawa ayah ke rumah sakit segera.
diperjalanan menuju rumah sakit nampak ayah terus memejamkan mata sambil terus kupijit pelan kepalanya mengurangi sakit kepalanya.
__ADS_1
setelah sampai dirumah sakit,aku langsung bawa ayah ke ugd agar langsung bisa ditangani.
"dokter tolong ayah saya tadi muntah muntah terus tanpa bisa kemasukan makanan sama sekali."
"ya mbak kami akan memeriksa bapak.silahkan mbak ke luar dan ke bagian administrasi dulu.biar bapak kami tangani."
"terimakasih dokter.permisi.ayah aku tinggal keluar dulu ya."pamitku dibalas anggukan kepala ayah dengan lemah.
"mas rio tolong ke bagian administrasi ya ni pakai kartu aku.aku mau nunggu disini kalau nanti dokter memanggil aku"ucapku ke mas rio sambil aku kasih kartu atmku ke dia.
setelah menerima kartu,mas rio dengan ditemani andika langsung bergegas ke ruang administrasi.
"sabar ya mak.ayah pasti sembuh kok." ucap cikita menghiburku sambil nemelukku dari samping.
"ya ci makasih kamu dan yang lain selalu ada buat aku."
"mak ngomong apa.kita satu tim mak.ibarat sudah jadi keluarga harus saling suport."
aku cuma bisa menganggukkan kepala menanggapi ucapan cikita.
"udah duduk yang tenang sini mak sambil nunggu dokter memeriksa ayah.nih minum dulu."dika menyodorkan air mineral dan langsung aku minum sedikit.
ceklek...
pintu itu terbuka dan dokter langsung ke arah kami duduk.
"dokter gimana ayah saya?"
"bapak harus dirawat ya.gula darah bapak dan tensi bapak tinggi.sebentar lagi bapak akan dipindahkan keruang perwatan.saya permisi dulu."
__ADS_1
"ya dokter terima kasih."
*ditunggu ya.....