Restu Yang Tertunda

Restu Yang Tertunda
menegangkan


__ADS_3

Jam 11 menjelang siang,aku masih saja membantu dua orang timku mengedit konten yang baru diambil kemaren.


sambil becanda ngalor ngidul biar gak bosen ngerjain editing.


tiba tiba terdengar suara cempreng cikita sanggup memecah keheningan ruang editor itu.


"Mak ada tamu...."


"siapa sih ci?"


"ayah..."


"lho katanya masih semingguan lagi kok udah kesini aja."


"tau tuh"


"ci,aku mau nyimpen ini dulu ya.tolong kasih tau Mbak Sari tolong masakin buat ayah dan buatin ayah minum ya.sekalian beresin kamar tamu.makasih"


"siap Mak"


"Assalamu'alaikum yah sehat kan?" sambil kusalim tangannya.diikuti tim yang lain.


mereka sudah biasa seperti itu sama orang tuaku satu satunya itu.


"yah dari sana jam berapa?"


"berangkat pagi tadi rio.masih betah sendiri aja Rio ni?kamu tuh paling tua Lo diantara mereka nih?"sambil becanda ayah menggoda mas Rio.


"ayah nih datang datang langsung bully aku deh.sambil manyun bibir Rio."


aku cuma tersenyum lihat Rio diledek habis habisan sama ayah.


"dah ayah istirahat dulu deh biar gak capek.gak ada habisnya kalau becanda sama mereka ini."


"ayah istirahat dulu ya gaess...maklum tulang tua gampang capek."


"uhui ayah udah bisa bilang gaess Lo"


"jangan salah ci beliau tuh ketua regu kita hahahaha"

__ADS_1


"bener tuh Dika."


sehabis ditinggal ayah beristirahat kita langsung becanda sambil ngilangin penat.


saat aku lagi sendirian di taman belakang sambil nyiram bunga,datang Andika menemaniku.


"Mak,mumpung ayah kesini bolehkah aku mengutarakan niat seriusku ini?"


"boleh aja sih tapi tunggu dulu ya.biar ayah santai dulu."


saat mereka berdua asyik ditanam sambil berbincang,ada yang tanpa sengaja menguping pembicaraan mereka.


"ci,bilang sama Wiwin suruh ke kamar ayah ya sekarang."


"ok yah"


"Andika,dimana Mak?"


"tuh disebelah sono.kasih makan ikan.kenapa?"


"dipanggil kepala suku"


"eh emang ada apa ci?"sambil mengerutkan keningku aku langsung pergi menemui ayah.


padahal aku sudah berencana menemuinya tapi sudah keduluan aja.


"tau mak.cuma gitu tadi pesennya"


aku langsung bergegas ke kamar ayah dan kuketuk pelan pintu kamarnya.


tok


tok


tok


"assalamu'alaikum ayah,ada apa?"


"duduk dulu win"

__ADS_1


"usiamu sekarang udah berapa?ayah rasa udah waktunya kamu berumah tangga win.emang gak ada lelaki yang menyukaimu?"


"sebetulnya ada seorang lelaki yang menyukaiku yah.dia juga pengen mengutarakan keseriusan dia ke ayah."


"siapa?"


"Andika yah."


"Andika sholehudin?.anak tim mu itu?"


"ya yah."


"nanti malam suruh Andika temuin ayah ditaman belakang sehabis isya"


aku lalu meninggalkan ayah dikamarnya.


sambil memikirkan apa yang akan dibicarakan ayah dan Andika nanti malam.


aku kirim pesan ke Andika lewat WhatsApp.karena aku gak pengen teman teman pada tahu masalahku.


"Andika,ayah ingin bertemu denganmu sehabis isya'di taman belakang"


"ok mak.do'ain lancar ya.dan kita bisa dapat restu dari ayah dengan mudah."


"aamiin".


kuakhiri pesanku dan aku hampiri teman"


aku bersikap seperti biasa saja saat bergabung dengan teman timku yang lain diruang tamu sambil ngobrolin rencana konten berikutnya.


apa ya yang dibicarakan ayah nanti malam....


meski aku berusaha biasa tapi tak bisa dipungkiri hati dan pikiranku terus berputar memikirkan apa yang akan dibicarakan antara ayah dan andika.


*tunggu kelanjutannya ya kawan...


bantu like dan komennya.ok


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2