
waktu sudah cukup petang saat andika sampek dikediaman rumah orang tua winda.
Dengan hati yang mantap dia mengetuk pintu itu.
tok
tok
tok
"Assalamu'alaikum..."
berkali kali andika mengetok pintu itu tak ada tanda tanda orang yang membukanya.
"apa mungkin ayah sedang pergi ya?"batinnya.
Dia mencoba membuka hendle pintu.ceklek eh kok gak dikunci.
"Assalamu'alaikum ayah maaf saya langsung masuk.ayah didalam?"
"masuk nak"
"ayah,andika masuk ya?ayah dimana?"
"sini nak dikamar ayah"
andika langsung bergegas menuju kamar ayah winda dengan hati berdegup karena mendengar suara ayah winda nampak lemah.
ceklek. pintu kamar dibuka pelan oleh andika.dan dia nampak terkejut saat melihat ayah winda berbaring dengan wajah pucat.
__ADS_1
"ayah sakit?kok gak kasih tahu kami?winda tahu gak kalau ayah sakit?"
ayah menggeleng lemah.
"ayah cuma kecapekan tensi ayah langsung tinggi."
"ayah sudah ke dokter?"
"sudah.tadi kedokter diantar tetangga sebelah."
"ayo ayah andika antar ke rumah winda biar ada yang ngurus.winda juga bakalan kawatir kalau denger ayah sakit sendiri disini.kita naik taksi yah.biar motor andika disini dulu.ayo"
"ayah gak mau jadi beban winda"
"ayah gak boleh ngomong gitu.winda pasti senang bisa ngerawat ayah disana."
"makasih ayah.aku akan menjaga dan menyayangi winda dengan segenap jiwa raga saya."andika nampak berbinar bahagia.
setelah mereka berkemas,andika lalu memesan taksi online untuk ditumpangi mereka.
Dalam perjalanan tampak sunyi.ayah terus memejamkan mata disamping andika karena masih terasa pusing.
andika mencoba mengirim pesan ke winda agar dia bisa siap siap dan tidak terkejut menerima kedatangan ayahnya yang dalam kondisi tidak sehat.
"Assalamu'alaikum.Win aku dalam perjalanan pulang.aku bawa ayah kerumahmu. ternyata sudah dua hari ayah sakit.aku kasihan lihat ayah sendirian dirumah lalu aku bawa aja biar kamu bisa ikut merawat beliau disitu"
pesan terkirim tapi cukup lama tidak ada balasan dari winda.
nampak ayah sudah terlelap disamping andika.
__ADS_1
drrtt drrtt drrtt
hp andika bergetar sengaja hanya mode getar biar tidak mengganggu ayah.
"*wa'alaikumsalam ayah sakit apa?terimakasih sudah membawa ayah kerumah.akan aku siapkan kamar ayah"
"kata ayah cuma kecapekan dan tensi tinggi tapi ayah sudah kedokter kok.kamu tenang saja ya"
"ya sudah* hati hati"
Perjalanan terasa sangat melelahkan karena macet dijalan yang tidak bisa dihindari.
setelah menempuh jarak cukup jauh dan waktu cukup lama akhirnya sampai juga dirumah winda.
tampak winda sudah menunggu kedatangan mereka diteras rumah dengan wajah yang tampak kawatir.
dengan ditemani timnya,dia langsung mendekati mobil yang kami tumpangi.
"ayah...."
nampak raut kekawatiran diwajah winda saat melihat ayahnya pucat dan lemas.
dengan dipandu andika dan winda,ayah menuruni mobil dengan hati hati.
"segini dulu ya kita sambung lagi nanti.
tolong dukung aku terus biar aku semangat menulis dan bisa menghibur kaliyan semua ya."
kalau ada typo atau kesalahan dalam apapun tolong dimaafkan ya. terimakasih banyak kawan....
__ADS_1