Restu Yang Tertunda

Restu Yang Tertunda
next


__ADS_3

"gimana kondisi ayah mak?" ucap andika setelah kembali dari ruang administrasi bersama mas rio.


"ayah harus opname an.gula darah ayah dan tensi ayah tinggi.ayah harus diobservasi lebih lanjut."jawabku.


"sabar ya win ini yang terbaik buat ayah agar lekas sembuh dan sehat kembali."ucapnya lagi.


"ini tadi aku sekalian bawa makanan buat kita semua.kita gak boleh ada yang sakit.karena ayah butuh kita mensuport beliau agar sehat kembali."mas rio sambil menyodorkan kantung yang berisi makanan.


"ci nanti kalau ayah sudah diruang perawatan,kaliyan pulang aja dulu kerjain pekerjaan dirumah biar aku yang menemani ayah disini.pekerjaan harus kita selesaikan agar tidak mengecewakan semua pihak.aku gak papa kok sendiri."kataku.


"biar aku temani ya win.kerjaanku lagi santai ini.masih ada yang handle semuanya."kata andika

__ADS_1


"emang gak ngerepotin kamu an?"tanyaku


"tenang aja win semua aman terkendali kok"jawabnya.


sesaat kemudian.pintu ugd terbuka dan aku melihat ayah terbaring diatas bankar rumah sakit dan didorong oleh dua orang perawat menuju ruang perawatan.


kami mengikuti perawat itu.sengaja aku memilih ruang perawatan untuk ayah yang vip karena agar ayah merasa nyaman dan kita yang menemani juga nyaman tanpa ada gangguan dari yang lain.


"mas rio,ajak cikita dan yang lain pulang biar aku dan andika disini.tolong hendle semua pekerjaan dulu selagi ayah sakit".


"ya mak.gak papa kan kita tinggal?"

__ADS_1


aku hanya mengangguk sambil tersenyum


"kita pulang ya mak.hati hati disini.nitip salam buat ayah kalau nanti ayah sudah bangun ya.assalamu'alaikum."


"wa'alaikumsalam"


"kamu istirahat aja dulu win mumpung ayah juga lagi tidur.aku permisi sebentar ya mau telepon anak anak ngabarin kalau aku masih di rumah sakit."


"ya an aku disini saja sambil nunggu ayah"


aku langsung mendaratkan bokongku disofa seberang tempat tidur ayah sambil iseng iseng buka sosial mediaku dihp.

__ADS_1


__ADS_2