Restu Yang Tertunda

Restu Yang Tertunda
keputusan


__ADS_3

Tak terasa dua bulan sudah dari perjanjian yang dijalankan Andhika dan ayah.


aku gak tahu apa yang akan diputuskan oleh ayah. beliau tak pernah sekalipun menunjukan apapun.


aku juga dag Dig dug dibuatnya.


satu sisi aku pengen menjalin masa depanku dengan Andhika orang yang selama ini menyayangiku dengan tulus dan disisi lain aku gak mau jadi anak yang tidak menurut apapun yang diperintahkan orang tua.apalagi orang tuaku hanya tinggal ayah.


bagiku keluarga memang nomor satu.


aku harus mengorbankan sesuatu yang berharga sekalipun.


bismillah...


ditengah lamunanku aku dikejutkan suara hp ku.


"assalamu'alaikum ya ayah...ya aku tunggu"


sore ini ayah akan datang pasti akan membahas perjanjian itu.


hati dan perasaanku semakin tak karuan.


"assalamu'alaikum Andhika maaf ganggu.nanti malam bisa gak kerumah?ayah datang sore ini dan mengundangmu."


"wa'alaikumsalam.ya Mak aku insyaallah akan datang."


setelah aku berbincang bincang sekedarnya dengan andhika,aku langsung bergabung sama anak anak yang lain di taman belakang karena mereka lagi buat konten menanam bunga dengan baik.


"Mak kok sedih?"

__ADS_1


"gak mas rio.cuma lagi resah aja.sore ini ayah datang dan masa depanku akan ditentukan hari ini."


"udah gak sah dipikirkan,berdo'a aja semoga semua berjalan lancar.positif thinking aja ya."


beberapa saat kemudian....saatnya pertemuan ayah sama aku dan andika.


"Andhika hari ini tepat sudah dua bulan ayah memberikanmu kesempatan untuk membuktikan keseriusanmu


kepada wiwin.mungkin waktu ini cukup singkat,tapi ayah rasa kamu sudah berusaha semampumu.


tapi maaf ayah belum bisa menyerahkan Wiwin kepadamu.ayah bukannya tidak menyukaimu tapi ayah merasa kamu belum siap kalau menjadi imam buat wiwin.ayah harap kamu mengerti"


aku terkejut dengan keputusan ayah.


akupun bisa lihat kekecewaan diwajah andhika.


"maaf ayah meskipun ayah belum merestui kami,tapi aku belum mau kalau harus menikah sekarang."


"kenapa kamu tidak mau menikah sekarang?"


"aku masih ingin berkarier dulu yah".


"usia kamu sekarang sudah 25 tahun Lo."


"gak papa ayah.tolong biarkan aku sendiri dulu."


"sudahlah terserah kamu.maafkan ayah ya andhika.tapi kamu masih bisa kok berusaha."


"terimakasih ayah.kalau begitu saya mau pamit dulu.masih ada urusan di percetakan juga.assalamu'alaikum"

__ADS_1


"wa'alaikumsalam..."


istirahatku malam ini bener bener tidak bisa nyenyak. banyak yang aku pikirkan. padahal besok jam 10 an kita harus shooting iklan lagi buat produk hijab yang kemaren.


aku hanya bisa mengeluh pada Allah SWT disepertiga malamku. tak lupa aku istiharoh meminta petunjuknya mana yang harus aku jalani yang terbaik untukku.


semoga aku segera mendapat petunjuk apa yang terbaik buat kami meski aku masih ingin Allah menjodohkanku dengan andika.


tak lupa aku selalu menyebut nama andika disetiap doaku.


aku memikirkan kondisi andika lagi.apakah dia kecewa atas keputusan ayah ya?


apakah dia masih berniat memperjuangkan cinta kami ya.


apakah dia akan menyerah dan pergi.


semuanya berkecamuk dalam pikiranku.


aku putuskan untuk mengiriminya pesan karena aku tak kuasa kalau harus menelepon dan mendengar suaranya atau melihat wajahnya.


tapi entah kenapa pesanku tak dibalasnya.


*hadewh lagi buntu kawan.


bantu like dan komen ya.


jangan lupa difavoritkan juga ya novel perdanaku ini.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2