RISALAH RINDU

RISALAH RINDU
Petunjuk Baru


__ADS_3

Arkana dan Maher terus berusaha mengumpulkan petunjuk tentang keberadaan Alifa. Mereka juga meminta bantuan pada Farid dan Adam. Meski demikian Arkana dan Maher tak memberitahu mereka semua kebenarannya. Keduanya hanya mengatakan sedang mencari sanak saudara mereka yang sudah putus kontak sejak mereka kecil.


Setiap hari ketika ada waktu luang, mereka berempat akan pergi keluar pesantren. Mereka mencari informasi tentang semua pendatang yang ada di desa sekitar pesantren. Terutama yang berasal dari kota Yogyakarta. Dari data-data itulah mereka akan mulai mencari tahu keberadaan Alifa. Mereka saling bekerja sama, meski tercatat sangat banyak pendatang yang sudah ada dalam daftar catatan mereka. Namun mereka tak menyerah untuk menggapai tujuan mereka. Mereka selalu percaya jika usaha tidak akan pernah menghianati hasil.


Dari sekian banyak nama yang sudah mereka catat, ternyata ada dua nama keluarga yang sempat membuat mereka terkejut. Keduanya adalah keluarga Atmaja dan Yudo. Dimana keluarga Atmaja merupakan nama ayah dari Farah, sedangkan Yudo adalah nama ayah Jihan. Mereka juga tercatat sama-sama berasal dari kota yogya. Bahkan tahun kepindahan mereka pun sama. Hal itu sempat membuat mereka bingung, apakah ini sebuah kebetulan atau memang scenario yang telah dipersiapkan oleh Allah sebagai petunjuk.


“Ini beneran, Farah dan Jihan juga pendatang dari yogya?” tanya Arkana pada Farid dan Adam. Pasalnya dari mereka berdualah data itu didapat.


“Dari apa yang kami dapat seperti itulah kebenarannya Arka. Bahkan kami saja juga kaget. Kami kira mereka asli orang sini.” Jawab Farid memberikan penjelasan.


“Yang lebih mengagetkan lagi nih, bahkan tahun kedatangan mereka pun sama. Ya meski kami juga belum tahu kebenarannya. Tapi itulah informasi yang kami dapatkan dari beberapa warga dan tetangga mereka tadi.” Sambung Adam menambahkan.


“Mungkinkah ini sebuah kebetulan?” gumam Arkana merasa ada yang aneh.


“Kita harus mencari tahu kebenarannya dulu Arka, baru kita bisa menyimpulkan. Lebih baik sekarang kita lihat pilih dan kelompokkan lagi  data-data yang sudah terkumpul. Setelah itu besok kita datangi yang paling memungkinkan sebagai Alifa.” Maher mencoba memberikan saran. Sebenarnya dia juga merasa ada keanehan, tapi dia tidak ingin


membuat praduga tanpa ada pembuktian.


“Benar apa yang dikatakan Maher, dengan melakukan pengelompokan akan lebih memudahkan kita. Kita hanya perlu mencari informasi lebih lanjut tentang keluarga yang berkemungkinan besar adalah orang yang kalian cari.” Sahut Farid menyetujui saran Maher.


“Ya sudah kalau begitu langsung kita lakukan saja.” Jawab Arkana meletakkan pulpen diatas tumpukan kertas. Kemudian mereka segera melakukan apa yang disarankan Maher.


Sesuai petunjuk dari Arkana dan Maher, mereka mulai memilah. Mereka mengutamakan keuarga yang memiliki putri yang sesusia dengan Alifa atau satu tahun lebih muda dari Arkana. Selain itu mereka juga memperhitungkan tahu kepindahan mereka. Dari sekian banyak nama keluarga yang ada dalam catatan mereka, kini hanya tersisa 5 keluarga saja. Lebih mengejutkan lagi keluarga Farah dan Jihan pun termasuk dalam 5 keluarga tersebut.


Arkana dan Maher terus memandangi kertas tebut hingga dering ponsel Arkana mengalihkan perhatian mereka. Terlulis nama Afshin dilayar ponsel itu. Dengan cepat Arkana menyambungkan panggilan itu. Dia yakin jika Afshin akan memberikan informasi yang snagat penting pada mereka. Entah tentang keluarga mereka atau tentang keadaan pesantren.

__ADS_1


“Assalamualaikum kak Afshin, ada apa Kak?” sapa Arkana langsung menanyakan tujuan Afshin menelfon.


“Waalaikum salam. Kalian sedang tidak sibukkan? Kakak tidak mengganggu waktu kalian kan?” jawab Afshin memastikan.


“Tentu saja tidak Kak. Bagainama kabar kakak dan semua keluarga? Keadaan pesantren baik-baik saja kan? Mbah kung dan Mbah Ti sehat kan?” Arkana langsung memberondong Afshin dengan pertanyaan.


“Wow…wow… Satu-satu tanyanya Arkan. Kami semua baik, Mbah Kung dan Mbah Ti juga sehat. Pesantren juga dalam keadaan yang baik.” Jawab Afshin menjawabnya satu persatu secara singkat.


“Alhamdulillah kalau semuanya baik.” Sahut Arkana mengucapkan syukur.


“Kalian juga baik-baik saja kan disana? Ingat tugas utama kalian adalan belajar. Sementara misi pencarian tidak boleh mengganggu belajar kalian.” Afshin memberikan nasehat sebagai yang tertua dianatra mereka.


“Siap Kak, kakak tenang saja kami disini selalu baik.” Jawab Arkana.


“O iya kakak hampir lupa, kakak punya informasi tambahan untuk kalian. Tadi kakak tidak sengaja bertemu dengan mantan supir papanya Alifa. Menurut informasi yang beliau ketahui, kemungkinan besar keluarga Alifa tinggal di sekitaran Kecamatan suko. Kalau tidak salah pesantren Kiyai Hamid ada di kecamatan itu kan?” Afshin mulai mengatakan tujuan utamanya menelfon Arkana.


“Aamiin Ya Robbal’alamin. Ya sudah kalau begitu kalian istirahat dulu ini sudah malam. Ingat besok subuh adalah jadwal bulanan kalian setoran sama Abi.” Afshin mengakhiri percakapan mereka sembari mengingatkan jadwal wajib mereka.


“Baik Kak, kakak juga istirahat jangan terlalu sibuk dengan busur panah. Atau tidak akan ada pria yang berani mendekati kakak nanti.” Sahut Arkana justru menggoda Afshin.


“Iisss…. Bicara apa kau ini. Sudah deh kakak tutup dulu dari pada bicaramu semakin ngelantur. Assalamualaikum.” Sambar Afshin segera mengakhiri percakapan mereka.


“Waalaikum salam.” Jawab Arkana terkekeh senang.


“Kau ini suka sekali menggoda Kak Afshin.” Protes Maher menatap Arkana yang masih terkekeh. Sejak dulu Arkana memang sangat senang menggoda Afshin. Sedangkan Arkana hanya cengingisan menerima protes dari Maher.

__ADS_1


Mengingat waktu yang semakin larut, Maher meminta Adam dan Farid kembali ke kamar mereka. Tak lupa dia mengucapkan terimakasih atas bantuan mereka hari ini. Maher juga meminta Arkana lekas beristirahat. Sama seperti apa yang dikatakan Afshin melalui telfon tadi, Maher juga mengingatkan Arkana tentang jadwal mereka esok subuh. Dengan patuh Arkana mengikuti perintah sang kakak. Dia terlebih dulu membersihkan tubuhnya sebelum merebahkannya diatas kasur kesayangannya.


Alih-alih ikut istirahat bersama Arkana, Maher justru duduk terpaku menatap kertas tadi. Kertas dimana tertulis nama 5 keluarga yang berkemungkinan adalah keluarga Alifa. Maher merasa kini tujuan mereka semakin dekat. Dia juga yakin jika mereka akan segera menemukan Alifa. Apalagi setelah mendapatkan informasi tambahan dari Afshi tadi, Maher menjadi semakin yakin. Kini dia hanya perlu memastikan kebenaran dari 5 keluarga tersebut.


“Kita akan mulai dari ketiga keluarga ini dulu. Sementara untuk Farah dan Jihan akan aku urus belakangan. Selain karena sudah mengenal mereka, aku rasa mencari tahu kebenaran secara langsung dari mereka akan lebih mudah. Sedangkan untuk ketiga keluarga ini, kami belum mengetahui apapun tentang mereka. Jadi akan membutuhkan waktu dan bukti yang lebih banyak.” Gumam Maher masih menatap kertas tersebut. Kemudian dia menarik nafas dalam, meletakkan kertas tersebut dan berjalan menuju ranjangnya.


Maher merebahkan tubuhnya di sebelah Arkana. Dia menatap langit-langit kamar, tersenyum senang. Entah mengapa hatinya merasa bahagia saat mengetahui akan segera menemukan Alifa. Sejenak terlintas wajah mungil Alifa kecil. Dia masih sangat hafal bagaimana senyuman manis tercipta di wajah mungil itu. Sungguh manis dan indah, itulah dua kata yang bisa dia gunakan untuk menggambarkan senyum Alifa pada saat itu.


“O iya aku ingat, aku memiliki petunjuk kunci untuk menemukan Alifa. Seharusnya benda itu masih bersama Alifa sekarang. Aku harap aku bisa mengenalinya dari benda tersebut.” Gumam Maher tersenyum semakin lebar. Dia ingat jika dulu sempat memberikan sesuatu pada Alifa kecil. Dia juga yakin kelak benda tersebut juga yang akan mempertemukan mereka dan yang akan memudahkannya mengenali Alifa.


.


.


Bersambung.....


.


.


.


Hayo siapa yang masih ingat benda apa yang pernah diberikan Maher pada Alifa saat mereka kecil?


Coba cek lagi di novel sebelumnya ya BIDADARI SURGAKU.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian yang sudah mampir dan selalu mendukung setiap karyaku. Terimakaih juga untuk Like, Vote, Hadiah dan komennya. Jangan lupa Rate dan masukkan ke FAV ya.


__ADS_2