
Setelah menghabiskan waktu seharian kemarin bersama dengan Al. Akhirnya Dara duduk bersama teman-teman seperjuangannya yang akan mendaftar SNMPTN. Adel, Tantri dan Reymond duduk di kantin SMA Cakra Pelita dengan MacBook di hadapan mereka masing-masing.
"Gimana sih cara verifikasi nilainya?" Tutur Reymond binggung bagaimana memasukan nilai rapornya.
"Lo scan dulu rapor Lo, trus Lo kirim ke email dan masukin ke websitenya lah" omel Tantri menjawab pertanyaan Rey.
"Lo ada aplikasi scan nggak, soalnya di ponsel gue nggak ada" lanjutnya.
Dara mengeluarkan ponsel iPhone miliknya yang dibelikan oleh Al waktu itu.
"Ambil nih gue ada".
"Makasih Dar Lo memang temen yang terbaik" pujinya.
"Lebay lo" ucap Dara.
"Memang Dar si Rey ini kalo ada maunya muji-muji Dasar" cerocos Adel.
" 2 in" lanjut Tantri .
"Tu Lo tau heheh, eh btw Dar Lo Daftar PTN mana?" Tanya Rey pada Dara.
"Kalo kalian?".
"Gue sih ITB dong soalnya bokap nyokap gue alumnus dari sana" ucap Rey bangga.
"Kalo gue UI, biasa suruhan nyokap" lanjut Adel.
"Jurusan juga dipilihin nyokap juga?" Tanya Tantri.
"Ya nggak lah, Gilak aja jurusan diatur-atur" cerocos Adel.
"Trus Lo ambil apa?" Dara bertanya.
"Gue ambil psikologi dong" kata Adel bangga.
"Wow jauh berarti dari rumpun saintek ke soshum" lanjut Tantri.
"Yoyoyy".
__ADS_1
"Ehh dari tadi gue nanya Dara malah si Adel semilikiti yang ngomong!!" Omel Rey .
"Serah guelah, kan Dara nanya gimana sih Lo" omel Adel.
"Sudahlah jangan berantem" lerai Tantri .
"Gimana Dar Lo jadi masuk PTN mana?"tanya Rey lagi.
"Gue masuk UI sama lagi proses daftar univ luar".
"Seriously?" Ucap mereka serempak.
"Ya, kalo UI gue ngambil FK tapi kalo univ luar nggak tau belum kepikiran mungkin sama juga".
"Wow sama dong kayak gue!!" Ucap Tantri semangat.
"Emangnya Lo masuk UI juga?" Tanya Adel.
"Nggaklah gue masuk IPB dong tapi FK hewan" ucap Tantri cengengesan.
"Elah di kirain apaan" dumel Adel.
"Eh Dar kalo Lo lulus masuk Univ luar jangan lupain kita ya, ntar Lo kalo udah gabung dengan bule-bule Lo lupdir lagi sama kawan lama" tutur Adel.
"Gue nggak diajak join ni" ucap Rey.
"Sono cowok-cowok menjauhhh" usir Adel.
✓✓✓✓
Kringggg
Bel pulang sekolah berbunyi Dara memasukan buku tulisnya kedalam tas biru lautnya.
"Gue duluan ya" ucap Dara pada kedua sahabatnya.
"Eh tunggu dong Dar" Adel berusaha menyeimbangi jalan Dara melewati koridor kelas.
"Lo balik sama siapa?" Tanya Adel pada Dara.
__ADS_1
"Di jemput, kalo Lo?".
"Sama__".
"Del" panggil seorang kepada Adel, pria itu membuka helm dari atas motor sportnya.
"Kak Gilang?" Ucap Dara keget melihat pria yang memangil Adel adalah kakak kelasnya yang dulu merupakan ketua OSIS.
"Pacar Lo?" Tanya Dara pada Adel.
"Eh bukan lah, kak sepupu gue. Udah ah gue duluan Dar dadahh" ucap Adel kemudian berlari menuju pria bermotor sport itu.
"Dar" sebuah suara memanggil Dara yang membuat langkah gadis itu berhenti.
Dara menoleh kearah sumber suara disana berdiri Raffa menatap kearah Andara.
"Gue boleh ngomong sebentar nggak" ucap Raffa dengan suara merendah.
"Gue sibuk lain kali aja" ucap Dara tanpa menatap wajah Raffa, kemudian melangkah pergi, tangannya dicekal oleh Raffa.
"Please" sekali aja, mohon Raffa dengan suara memelas.
Tinnn
Klaksonan mobil berbunyi didepan gerbang SMA Cakra Pelita, buru-buru Dara melepas cekakan tangan Raffa.
"Sorry gue bener-bener nggak bisa" ucapnya kemudian berjalan cepat menuju mobil BMW hitam itu, dan mobil itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan gedung SMA Cakra Pelita.
"Maaf nunggu lama Dar" tutur Al menatap wajah gadis yang beberapa hari lagi resmi menjadi tunangannya itu.
"Em nggak papa kok lagian gue juga baru keluar" ucap Dara kemudian mengambil ponsel iPhone dari dalam tasnya, membuka aplikasi room chat LINE .
Hening
Sejujurnya Al ingin bertanya perihal pria yang tadi mencekal lengan Dara tapi ia urungkan karena ia takut Andara bisa berpikiran yang tidak-tidak tentang dia.
"Mau nanya apa? Pria tadi?" Kata Dara seolah-olah dia tahu apa yang mengganjal di hati Al.
"Eh nggak kok" ucap Al salah tingkah kemudian kembali fokus menatap jalanan ibukota.
__ADS_1
"Dia mantan gue, beberapa Minggu yang lalu" tutur Dara kemudian matanya menatap pria yang sibuk dengan stir kemudinya.
"Nggak usah cemburu. Tenang aja gue masih akan milih Lo kok, karena gue nggak akan ninggalin orang yang tulus sama gue" lanjutnya lagi.