Ruang Kisah

Ruang Kisah
Bagian 7 Bukan hal Baru!


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin, Dara sudah diperbolehkan bersekolah oleh keluarga Cakra, meskipun Mami bersikeras agar Dara tetap stay dirumah mengingat kondisi Dara beberapa hari lalu drop tetapi dengan permohonan Dara dan juga bujukan dari Al akhirnya mami menyetujui Dara kembali bersekolah meskipun Dara pergi dan pulang sekolah harus dijemput oleh supir pribadi keluarga Cakra. Sebab papi takut jika Dara kenapa-napa, dan disekolah pun Dara akan diawasi oleh guru-guru suruhan Adi Cakra papi Al, akhirnya dengan berat hati Dara menyetujui perintah Adi Cakra yang merupakan Pemiliki yayasan sekolahnya, dari pada dia harus Homescholing mengikuti saran Mami.


Disinilah Ia berdiri saat ini lapangan SMA Cakra Pelita karena sudah menjadi rutinitas semua sekolah di seluruh Indonesia yang mengharuskan semua lembaga pendidikan dari SD sampai SMA melakukan upacara mengormati para pejuang dan bendera pusaka Indonesia setiap hari senin agar mampu menumbuhkan rasa nasionalisme pada setiap diri murid yang menempuh pendidikan pada masing-masing lembaga.


Terik matahari tidak melunturkan semangat Dara untuk terus mengikuti upacara dengan khidmat meskipun beberapa murid yang sedang berbaris megeliat- geliat mengubah posisi karena ketidaknyamanan akan panas yang kian bertambah ataupun pura-pura sakit agar bisa mendingkan tubuh di UKS, karena didalam sana terdapat AC dan juga ranjang yang lumayan empuk.


"Upacara selesai semua pasukan dapat membubarkan pasukannya masing-masing" ucap MC bahasa Indonesia menginstruksikan untuk membubarkan peserta upacara pagi ini.


"Horeee" ucap suara riuh dari murid yang mengikuti upacara pagi ini, mereka senang karena upacara telah selesai kemudian mereka pergi menjauhi lapangan utama itu.


Dara melangkahkan kakinya menuju kelas 12 MIPA 1 yang notabennya merupakan kelasnya. Semua orang menatap Dara dengan tatapan binggung karena sudah 2 Minggu lebih Dara tidak masuk ke sekolah tanpa alasan yang jelas, dan pada suatu hari seorang Guru piket datang menemui Sekertaris kelas dan bilang jika ada Guru yang bertanya tentang Andara bilang saja ia sedang izin kerena ini perintah dari Ketua Yayasan, dan yang lebih mengherankan lagi wajah gadis itu terlihat pucat meskipun bibirnya telah ditutupi lipblam berwarna juga tubuhnya menjadi kurus seperti orang yang sedang sakit.


"Dar Lo nggak papa?" Ucap Adel teman sebangku Dara. Karena selama 3 Minggu terakhir Ia tidak tahu kabar gadis itu.


"Gue baik kok Del" ucap Dara tersenyum manis kearah teman sebangkunya.


Dara tidak menganggap Adel sebagai sahabatnya, bukan ia tidak mau menjadikan Adel sebagai sahabat tetapi ia merasa takut jika Adel kelak cuma akan memanfaatkannya untuk mencari keuntungan.

__ADS_1


Dara bukan gadis naif yang tidak tahu meskipun selama hampir satu tahun belakangan ini Adel tidak pernah menunjukan tanda-tanda bahwa ia memanfaatkan Dara.


Bukannya Ia hanya bisa menilai orang lain dari sudut pandangnya saja tetapi karena ia pernah terhianati oleh sahabatnya yang dulu yang hanya memanfaatkan keuntungan pertemanan mereka dengan cara mengadukan setiap curhatan yang Dara ceritakan tentang keluargannya ke Dira kakak kandung Dara agar bisa menjadi bagian dari geng Dira yang terkenal masa SMP dulu, alhasil karena pengaduan-pengaduan yang dilakukan mantan sahabatnya kepada Dira, gadis itu mendapatkan pukulan lagi dan lagi dari Papa dan Mamanya.


"Lo kemana 2 Minggu ini Dar?" Tanya Adel penasaran.


"Gue ada urusan penting Del yang ngeharusin gue pergi ke Bandung" ucap Dara berbohong karena ia tidak ingin orang lain tau masalah yang saat ini menimpa dirinya.


Cukup keluarga Cakralah yang mengetahui semua masalah dan rasa sakit yang gadis itu alami.


Adel hanya ber oh ria menimpali jawaban dari Dara. Ia tahu dari manik mata gadis itu jika gadis itu berbohong tatapi ia tidak mungkin memaksa Dara untuk bercerita perihal kepergiaan Dara tanpa sebab selama 2 Minggu ini, karena ia sadar diri jika Dara hanya mengangapnya sebagai teman bukan sahabat sehingga alasan itulah yang membuat Adel enggan bertanya lebih jauh semua tentang Dara sebab ia tidak memiliki hak apapun.


"Ada apa lagi?" .


"Anu Dar gue mau ngomong sebelumnya minta maaf ya" ucap Adel menunduk ia binggung harus memulai dari mana? takutnya Dara sedikit tersinggung tapi jika ia tidak bertanya ia akan semakin penasaran.


"Kenapa?" Tanya Dara penasaran.

__ADS_1


"Lo udah tau belum kalo Raffa pacaran sama Dira si murid baru itu?" Kata Adel takut-takut.


"Gue udah tau kok tenang aja" ucap Dara tersenyum menjawab pertanyaan dari Adel dengan menunjukan ekspresi bahwa Ia baik-baik saja seolah  kejadian itu bukan masalah besar baginya.


"Lo yakin Dar? Terakhirkan Lo masih pacaran dengan Raffa?" Adel kembali bertanya entah kenapa rasa penasaran Adel tentang hubungan Dara dengan Raffa semakin meningkat, karena setau Adel Dara dan Raffa merupakan pasangan serasi di SMA Cakra Pelita dan sering dijuluki couple goals oleh murid-murid di sekolahnya, Dara si gadis cantik dengan sejuta prestasi dan Raffa si pangeran tampan yang menjadi most wanted menghipnotis pikiran semua orang apalagi mereka tidak pernah terlihat bertengkar ataupun saling cuek ketika disekolah.


Sehingga alasan-alasan itulah yang membuat murid SMA Cakra Pelita tidak sepenuhnya yakin akan kandasnya hubungan keduanya, mereka pikir itu semua cuma kabar burung belaka namun mereka terkejut kerena pada hari itu Raffa datang dengan menggenggam telapak tangan Dira dan mengumumkan kepada semua murid jika Andira Khairani Wilson resmi menjadi kekasihnya.


Semua murid kecewa akan keputusan yang dilontarkan dari mulut Raffa karena bagi mereka Andaralah yang pantas mendampingi Raffa bukan Dira yang hanya modal cantik dan modis saja.


Argumen-argumen semakin diperkuat pada saat pengumuman yang di ucapkan Raffa dilapangkan utama dan pagi itu tidak terlihat kehadiran Andara sehingga asumsi-asumsi banyak bermunculan tentang Andara yang pergi karena gagal move on atau tak terima diputuskan oleh Raffa.


"Ehemm gitu deh, nama juga nggak jodoh kita bisa apa? Ingin memaksa kehendak kita dan terus menyakiti salah satu pihak? Nggak kan" ucap Dara menatap lekat wajah Adel kemudian memalingkan kembali wajahnya menatap papan tulis putih didepannya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Gue juga nggak bisa maksa Raffa untuk stay ke gue disaat gue tau hatinya udah stuck untuk orang lain, mungkin berat bagi gue setelah setahun kita nikmati massa SMA bareng-bareng tapi ini kan udah takdir Tuhan, kalo gue nggak jodoh dengan Raffa jadi untuk apa dipaksa" lanjutnya lagi.


Adel mengangguk paham kemudian merengkuh tubuh Dara yang masih menatap kosong ke depan, kemudian berkata.

__ADS_1


"Gue salut sama Lo Dar!! Jadi pengen belajar ikhlas gue dari Lo " ucap Adel setelah mendengar cerita Dara, gadis yang sangat baik yang rela mengikhlaskan orang yang ia sayangi demi orang lain.


"Makasih" ucap Dara menerima pelukan dari Adel.


__ADS_2