
"Makan dulu gih" bujuk pria itu kemudian mengambil mangkuk berisi bubur dari atas nakas, mengarahkan sendok stainless yang berisi bubur itu kemulut Dara.
"Gue nggak mau!!" Ucapnya menolak makan dari pria itu dengan mendorong tangannya kearah sendok, pria itu binggung kenapa Dara tidak mau makan? Ia pun lantas bertanya.
"Kenapa Dar?" Ucapnya dengan alis terangkat sebelah.
"Gue nggak suka makanan rumah sakit, apalagi sejenis bubur-buburan yang nggak ada rasa" kata Dara dengan memelas- melaskan wajah agar tidak dipaksa makan bubur tawar itu.
"Loh kalo Lo nggak makan ntar penyakit Lo nambah parah Dar, soalnya Lo kan baru siuman sejak seminggu Lo nggak sadar" pria itu memperingati Dara.
"Makan dulu dikit, ntar beberapa hari kalo Lo udah mendingan gue beliin makanan luar deh yang lo mau" ucap pria itu berusaha membujuk Dara.
"Seriously?"
"Yes i am seriously, anything for you" ucapnya kemudian mengangkat jari kelingkingnya mengajak Dara membuat perjanjian seperti anak kecil, Dara menerima uluran jari kelingking pria itu kemudian mengaitkan kelingkingnya juga melingkar bersama.
"Gitu dong" kata pria itu semangat kemudian menyuapkan Dara bubur, Dara menerima makanan itu meskipun dengan berat hati dia mengunyah bubur yang masuk kedalam rongga mulutnya meskipun Ia sangat tidak menyukai jenis makan lembek dan juga ditambah rasa yang hambar itu.
"Oh ya dari tadi kita belum kenalan loh, gue nggak tau nama Lo siapa
Padahal Lo udah tau nama gue" ucap Dara disetelah selesai dengan suapannya.
"Oh iya jadi lupa kenalan tadi, gara-gara Lo pake mewek- mewek segala" ledeknya.
"Ais Lo mah" kesal Dara dibilang mewek padahal ia memang sedang dalam mode sedih.
__ADS_1
"Canda Dar, nggak usah bete gitulah hahaha" katanya disertai tertawa lepas melihat ekpresi Dara yang kesal padanya.
"Tau ahh lagian Lo sih" geram Dara kemudian memalingkan wajahnya menghadap jendela transparan yang gordeng putihnya terbuka, sehingga cahaya matahari dengan leluasa masuk ke dalam ruang inapnya.
"Oke kita kenalan dari awal aja gimana? Nama gue Alfian Adi jaya Cakra, orang paling ganteng sebumi indonesia dan Lo bisa panggil gue Alfi, Al atau ayang ebeb juga boleh, gue suka Basket dan main alat musik kayak keyboard, piano, gitar, bass, ukulele, biola dan satu hal yang harus Lo tau gue lebih suka Lo tapi nggak suka mainin perasaan Lo. Umur gue 20 tahun status gue single no jomblo, karena single itu pilihan dan jomblo itu takdir, sebenernya gue tuh lagi nyari cewek yang tipe-tipenya mirip kayak cewek didepan gue, eh langsung aja sih gue bilang biar di kira kagak ngode gitu soalnya Lo kan nggak peka cikeelahhhh, gelar pendidikan, gue sarjana di Harvard university jurusan bisnis menajemen dan akan melanjutkan studi S2 di Stanford University tapi nunggu ketemu jodoh diindo dan Lo harus tau tipe-tipe cewek idaman Al ganteng sejagat ini :
1 : pengertian;
2 : disukaain sama boyok gue;
3 : cantik pastinya;
4 : jago masak, rajin ,pintar dan baik hati;
Alasan no 4 kenapa harus kayak gitu? soalnya seorang istri yang memenuhi syarat no 4 itu mereka pasti akan menjadi istri yang akan benar-benar baik dalam menjadi ibu dan mendidik anak-anak gue biar mereka pinter kayak bapaknya. Karena istri merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Disaat suaminya.... Sibuk cari nafkah hahahhaha" ucapnya panjang lebar kemudian tertawa setelah menjelaskan biodata dirinya yang absurd itu. Dara melongo mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Al yang sangat tidak jelas itu.
"Sumpah Lo kenalan atau daftar ke biro jodoh , atau ...mungkin jangan-jangan Lo daftar gimana caranya ngeluluhin hati mertua yaa, truss maksudnya apa coba makek jelas-jelasin tipe cewek Lo segala sumpah Al gaje banget serius dikit napa?" Dara tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Al yang panjang lebar tadi ia sungguh tak habis pikir dengan pernyataan Al yang jelas-jelas tidak berbobot .
"Yakin mau diseriusin...."ucap Al mendekatkan diri dengan duduk di ranjang Dara, ia pun sontak memundurkan sedikit tubuhnya karena Al semakin mendekat kearahnya tepatnya berhadapan langsung dengan wajahnya, saat ini wajah mereka berdua sangat dekat sangking dekatnya mereka bisa saling mendengarkan deru nafas masing- masing, Dara menelan salivanya dalam-dalam ia ingin menjauhkan Al dari hadapannya dengan cara mendorong pria itu tetapi tangannya terasa kelu saat digerakkan seolah- olah hatinya memerintahkan untuk tidak menjauh dari pria di hadapannya ini.
Al semakin mendekatkan diri kearah Dara, tatapannya kini berada tepat dinetra gadis itu, Ia mengamati setiap pahatan wajah ciptaan Tuhan yang melekat diwajah Dara. Sungguh Dara gadis yang sangat cantik, seperti artis k-pop yang sedang naik daun Lalisa personil Black pink. Meskipun wajahnya terlihat sedikit pucat hal itu tidak mengurangi kadar kecantikan yang dimiliki gadis itu.
Dulu Al hanya dapat memandang wajah gadis itu dari foto-fotonya yang terposting di akun sosmed Dara, beberapa hari yang lalu ia selalu memandang wajah gadis ini saat ia menutup mata tak sadarkan diri dan sekarang ia dapat memandang wajah gadis yang sudah menjadi candu baginya sangat dekat dengan mata indah berwarana cokelat yang menambah kesan sempurna pada Dara.
"Maka nikmat Tuhan mu manakah yang kamu dustakan" batin Al saat menatap wajah gadis ini.
__ADS_1
"Al mau n-g-p-a-i-n" ucapnya terbata-bata karena posisi mereka terlalu intim jika dilihat oleh orang lain.
Al tidak menggubris ia semakin memajukan kepalanya menghadap wajah Dara, Ia pun lebih memilih menutup mata pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya. Dara bukan gadis polos yang tidak tau kemungkian yang akan terjadi dengan posisi mereka seperti ini, tatapi ia lebih memilih bungkam meskipun hati dan otaknya tidak sejalan.
1
2
3
Dara menunggu apa yang akan terjadi padanya sambil menghitung detik demi detik.
4
5
"Happ dapat" suara bass itu mengangetkan Dara sontak gadis bersurai hitam itu membuka matanya ia melihat Al memegang semut merah dengan jarinya.
"Astaga gue pikir ngapain" Dara membatin melihat wajah tampan Al yang asik dengan semut merah itu.
"Makanya kalo punya otak di refresh pasti Lo lagi mikir yang aneh_anehkan" ucap Al meledek Dara, Dara menoleh kearah si empu pemilik suara itu dan berkata.
"Enak aja Lo bilang gue mikir yang aneh-aneh dasar" geram Dara pada Al .
"Hehehehe" ucap Al, kemudian mereka melanjutkan percakapan sampai waktu Dara untuk beristirahat tiba dan selama itu Al selalu berada di sisi gadis itu karena ia takut akan terjadi apa-apa jika ia lengah mengawasi Dara.
__ADS_1