
Aku tumbuh seperti ini karena luka yang kalian berikan padaku, apakah kalian sadar?
- AndaraCW
Cuaca kota Jakarta saat ini sedang tidak baik-baik saja, awan mendung menandakan bahwa hari akan hujan. Tak lama rintik-rintik hujan mulai membasahi kota metropolitan yang dikenal dengan keindahan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang itu.
Di lorong koridor SMA Cakra Pelita terdapat sebuah bangku panjang dengan warna brown kehitam-hitaman, duduklah seorang gadis bersurai hitam panjang berkuncir satu dengan ponny tail yang menutupi dahi gadis itu. Dia duduk menatap lurus kearah lapangan upacara yang basah karena rintik-rintik air hujan. Pukul 16.00 wib gadis itu belum tampak ingin beranjak dari sana, padahal langit sore telah menampakan warna keabu-abuannya. Memberi tanda bahwa langit akan berubah menjadi kehitaman.
"Maaf nunggu lama"ucap seorang pria yang kemudian duduk disebelah gadis berseragam putih abu-abu.
"Em nggak papa kok Raff" ucap gadis itu memanggil lelaki dihadapannya dengan sebutan Raff.
Nama laki -laki itu adalah Raffael Altafatuh Pradipta pria yang satu tahun ini mengisi hatinya. Pria baik dan romantis, penggertian dan penyayang itulah sifat yang dia sukai dari pria yang resmi menjadi kekasihnya satu tahun lalu.
Raffa sapaan laki-laki bermata hazel dengan garis rahang yang tegas mencetak wajahnya, bertubuh atletis serta berperawakaan tinggi . Selain wajah tampak nan sempurna Raffa juga merupakan most wanted SMA Cakra Pelita ia merupakan Kapten basket dan juga atlet Taekwondo yang sering mewakili sekolah. Sehingga menurut murid SMAnya Raffa merupakan tipe komplit pria sempurna yang diidam-idamkan para gadis di sekolahnya.
"Pulang yuk, ujan udah reda tu" ucapnya lembut dengan tangan menunjuk kearah lapangan yang menampakan air hujan telah berangsur-angsur mereda, kemudian ia menggenggam telapak tangan gadisnya menuju parkiran karena hujan telah berhenti beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Mobil Raffa berhenti di depan Mansion minimalis gaya American Classic dengan nuansa silver dipadupadankan dengan warna gold di setiap arsitektur bangunan 3 lantai.
Rumah itu adalah rumah milik gadis yang menjadi kekasih dari Raffa Pradipta Altafatuh gadis itu bukan berasal dari keluarga biasa terbukti dari rumah dan juga mobil mewah yang terparkir di halaman garasi rumah yang sedikit terbuka. Bisa kalian bayangkan sendiri betapa kayanya gadis itu.
Raffa membukakan pintu mobil BMW hitam untuk gadisnya.
"Silahkan nyonya Raffa" ucapnya disertai senyum manis kepada si pujaan hati. Gadis itu hanya tersenyum manis mebalas ucapan yang terlontar dari Raffa, baginya perlakuan romantis Raffa selalu membuat dia bahagia dan menerbitkan senyuman dibibir ranumnya.
"Besok kamu ada jadwal ngajar kan?" Tanya Raffa pada gadisnya yang berdiri dihadapannya.
"Aku temenin ya" lanjutnya lagi.
"Kamu lebih penting dari apapun Dara" ucap Raffa mengelus Surai panjang gadisnya yang ia panggil Dara itu.
"Nggak usah Raff pertandingan kamu kan H-4 lagi loh. Kamu harus ekstra keras buat latihan" alibi Dara pada Raffa.
"Yaudah kalo kamu nggak mau aku temenin, tapi kamu harus telpon aku terus kalo nggak chat aku, kasih tau oke" putus Raffa final, karena ia tidak mau gadisnya merasa tertekan akan dirinya. Raffa pun mengeluarkan jari kelingking dari dalam saku celana abu-abunya memberi isyarat bahwa Dara harus berjanji padanya untuk mengabarinya selalu.
__ADS_1
"Janji" ucap dara, Raffa mencium punca kepala gadisnya dan mengelus surai hitam beraroma Vanila yang menjadi candu baginya.
"Iiss Raffa malu" ucap dara menutupi wajah putihnya dengan tangan mungilnya.
"Ngapain malu kamu kan milikku, aku kayak gini biar orang semua tau jika Andara Chairunnissa Wilson itu hanya M. I. L. I. K. Raffael Altafatuh Pradipta" ucapnya menekankan kata milik.
"Udah sana masuk, mandi trus sholat doain calon imam biar bisa cepet-cepet khitbahi kamu" ucap dia menggoda Dara.
Pipi Dara blussing mendengar gombalan receh dari kekasihnya . Walaupun sebenarnya Dara sudah sering mendengar semua kalimat manis yang keluar dari mulutnya tetap saja pipi Dara selalu mengeluarkan rona merah.
"Ciee pipinya mirip kepiting rebus hahaha" ucap Raffa tertawa keras melihat ekpresi lucu yang ditunjukan gadisnya.
"Paaan sih Raff gaje banget" ucap Dara malu kemudian berlari masuk kedalam Mansion itu.
"Dar calon imam di tinggal nih?" Ledeknya dengan menaikan beberapa oktaf suara didepan pagar rumah Dara.
"Bodo amat Raff" ucap Dara keluar dari balik pagar hitam kemudian menjulurkan lidah mengejek kearah Raffa kemudianberlari masuk lagi kedalam rumah.
__ADS_1
Raffa tersenyum melihat gadisnya yang tengah salah tingkah, baginya menggoda Dara sudah menjadi rutinitas sekarang. Setelah memastikan Dara masuk kedalam rumah Raffapun menjalankan mobilnya menuju Mansion Pradipta untuk mandi dan rebahan.