Ruang Kisah

Ruang Kisah
Bagian 13 Terbongkar!


__ADS_3

Pagi ini Dara sudah berpakaian rapi dengan memakai dress selutut  bermotif bunga dibalutkan dengan cardingan biru dan flatshoes putih, setelah izin dengan Lia bahwa ia akan mengurus Beasiswa dan membuat Visa tinggalnya di California, meskipun Adi sudah menawarinya untuk tidak mengambil beasiswa karena ia akan menjamin hidup Dara disana tapi Dara menolaknya karena ia berpikir sudah banyak ia ditolong oleh keluarga Al dan ia juga cukup tahu diri jika Al putra mereka saja menerima beasiswa untuk menempuh pendidikan S2 masa Dara yang bukan keluarga kandung mereka selalu bergantung pada keluarga Al.


Setelah memesan ojol Dara pergi ke kantor penyedia layanan beasiswa yang ia dapat dengan melampirkan LoA (latter of appcentace) yang masuk ke email-nya kemarin.


Drettt


Ponsel Dara berdering, ia segera mengangkat panggilan itu tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang meneleponnya.


"Hallo" ucap Dara masih fokus dengan kertas yang harus ia isi.


"Dar" ucap suara dari sebrang sana dengan nada suara bergetar dan sendu.


Dara menaikan kedua alisnya binggung, ia langsung melihat nomor siapa yang menelponnya ternyata itu adalah nomor Raffa.


"Ada apa fa?" Tanyanya to the point. Entah kenapa perasaan Dara tiba-tiba mendadak tidak enak.


"Keluarga Lo Dar" .


"Keluarga gue kenapa?" Ucap Dara setenang mungkin, meskipun didalam otaknya berkecamuk tentang keluarganya.


"Keluarga Lo Dar" ucap Raffa gugup.


"KELUARGA GUE KENAPA FA?"ucapnya sedikit membentak.


"keluarga Lo kecelakaan".


Damnn


pena yang berada di tangan Dara jatuh seketika, ia sangat shock begitu mendengar bahwa keluarganya kecelakaan.


"Dirumah sakit mana?" Ucap Dara to the point. Tanpa disadari air mata telah mengalir membasahi pipi oriental gadis itu.


"Di RSCM" ucapnya, Dara langsung berlari menuju jalanan depan menyetop taksi dan taksi itu menuju RSCM.

__ADS_1


Dara berlari menuju ruangan yang telah diberi tahu oleh pihak resepsionis rumah sakit itu. Ruangan VVIP mawar nama ruangan itu.


Krekkk


Dara membuka pintu ruangan itu, kakinya begitu lemas saat melihat 3 brankar rumah sakit yang saling berjejer didepannya. Kakinya terasa kelu kenapa bisa? Rangkaian pertanyaan menyeruak mememuhi otaknya. Kenapa bisa beruntun? Kenapa bisa semua keluarganya? Oh tuhan kenapa harus mereka? Kepala Dara tiba-tiba sakit sel kanker itu kembali bereaksi,"Dar" panggil suara seseorang yang memepuk bahunya.


Brukkk


Dara pingsang, Raffa langsung berteriak memanggil dokter saat melihat dara pingsan dengan wajah pucat Pasih.


Dara menyesuaikan cahaya masuk kedalam retina matanya ruangan serba putih sama seperti ketika ia bertemu dengan Al. Dara mencoba bangun dari tempat tidurnya dan ia ingat ia kemari karena keluarganya masuk RS bukan? Dara berjalan dengan tergopoh-gopoh menuju ruang rawat VVIP yang sempat ia kunjungi tadi ia tidak peduli meskipun darah inpus terus keluar dari punggung tangan kanannya.


Krekkk


Dara membuka pintu disana Raffa tengah duduk di sofa ruang inap itu dan tangannya memegang sebuah map.


Dara mengahampiri Raffa yang memijat keningnya frustasi.


"Kenapa bisa terjadi Raf?" Ucap Dara to the point bertanya akan kecelakaan yang menimpa keluarganya.


"Maksud Lo?".


"Lo nggak pernah cerita ke gue, kalo Lo sakit Dar, Lo sakit kanker otak stadium 3 awal K. A. N. K. E. R Andara" bentaknya kemudian membantingkan kertasnya didepan meja.


Dara kaget ia kemudian mengambil kertas itu dan membacanya disana benar hasil uji lab sampel darah Dara menunjukan bahwa ia positif kanker dan  masuk ke stadium 3 awal.


"Lo nggak pernah cerita ke gue Dar kenapa?" Ucap Raffa meminta penjelasan kepada Andara.


Belum sempat ia menjawab suara pintu terbuka menghentikan aksi Dara untuk memberi penjelasan.


"Keluarga pasien disuruh dokter menemuinya" ucap suster itu kemudian pergi. Dara mengangguk dan pergi dari hadapan Raffa namun tangannya di cekal Raffa dan Raffa berkata "gue tunggu penjelasan Lo Dar?".


Disinilah Dara sekarang berhadapan dengan pria yang memakai jas putih kebanggaannya menatap Dara dengan intens, kemudian dia mengambil sebuah surat dari dalam lacinya dan memberikan surat itu pada Dara.

__ADS_1


Ia membaca surat itu dengan teliti, meskipun ia sangat binggung dengan isi surat itu.


"Keluarga anda mengalami kecelakaan beruntun, itu hasil penyelidikan TKP dari polisi" ucapnya membuka obrolan.


"Bapak ridwan menderita kebutaann karena saraf matanya pecah tepatnya pada bagiann retina mata, Ibu Alin hatinya mengalami pembengkakan karena bagian abdomennya terhimpit Dashboard mobil dan Andira kemungkinan mengalami kelumpuhan karena ketidakmampuan sumsum tulang belakang memproduksi kalsium untuk membantu merawat tulang belakangnya yang mengalami keretakan" ucapnya menatap intens Dara.


"Kami dari pihak dokter dan rumah sakit telah berupaya mencari pendonor yang golongan darahnya sama dengan keluarga mu, tetapi juga pihak rumah sakit tidak bisa mendapatkan organ karena itu bukan wewenang pihak rumah sakit, sedangkan keluarga anda menerlukannya untuk bertahan hidup".


"Jadi kami minta dari pihak keluarga saja yang mencarikan pendonor yang mau, karena jika rumah sakit yang melakukannya bisa di anggap penyelewengan" lanjutnya.


Air mata membasahi wajah gadis itu, ia tak kuasa mendengar ucapan dokter yang menusuk hati dan pikirannya.


"Kami membutuhkan Donor organ 1 kali 24 jam karena jika tidak dapat dipastikan keluarga anda akan mengalami cacat permanen dan kebutaan".


Dara mengangguk mengerti kemudian ia pergi keluar dari ruangan itu, dengan air mata yang terus bercucuran sungguh pikirannya saat ini tengah diambang kebuntuan bagaimana ia bisa mencari pendonor yang mau mendonorkan sesuatu yang berharga milik mereka dengan nyawa mereka sebagai taruhannya? Oh tuhan kenapa cobaan lagi-lagi ada di kehidupan Dara disaat Dara telah menemukan sedikit celah kebahagiaan?.


Krekk


Dara duduk di hadapan keluarganya dengan map masih ditangan dan air mata berjatuhan dipipi ya.


"Pa, ma, kak Dira yang sabar ya Dara pasti bakal nyari pendonor buat kalian jangan nyerah buat bangkit. Maafin Dara kalo kalian benci dengan Dara, kalian harus tau kalo Dara selalu sayang sama kalian sampai kapan pun" ucapnya kemudian mencium kening satu persatu keluargannya.


Dreeet


Ponsel Dara berbunyi ia melihat ternyata itu panggilan masuk dari Lia maminya. Buru-buru ia menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.


"Halo assalamualaikum mi" ucap Dara lembut.


"Waalaikumsallam sayang kamu dimana kok belum pulang ini udah jam 7 malam loh nanti kamu sakit kalo kena angin malam" ucap wanita paruh baya dengan nada khawatir pada kondisi Dara.


"Maafin Dara mi, ya ini Dara lagi dijalan pulang kok mi" .


"Ya udah cepet pulang nanti papi pulang duluan bisa barabe mami, hati-hati di jalan. Assalamualaikum" ucap Lia.

__ADS_1


"Waalaikumsallam mi" lanjut Dara kemudian mematikan sambungan telponnya.


__ADS_2