
Setelah selesai dengan acara ngobrol dan makan kue brownies nya, Yaya dan Zizi pun menuju kelas masing masing. Di kelas 10 atau kelas 1 SMA ini, Yaya tergabung ke kelas X2 sementara Zizi tergabung di kelas X4, Hendri sendiri berada di kelas X1.
Jam pelajaran pun berakhir, Anak anak muslim pun menuju ke mushola untuk melaksanakan Shalat Zuhur. setelah selesai dengan ritual Sholat nya, Hendri kemudian langsung menuju taman belakang sekolah seperti janji temu yang ia sampaikan kepada Yaya sebelum nya.
Yaya pun saat ini sedang berada di mushola, yang namanya anak perempuan pasti sedikit lebih lama dari laki laki karena memakai kembali jilbab dan sedikit bersolek heehhehe.
Zizi, jangan di tanya, setelah tau Yaya dan Hendri akan mengobrol, dia sendiri terlihat pura pura tidak tau saja, Pura pura tidak terjadi apa apa. Dia sedang menunggu hendri di Parkir sekolah sambil digoda oleh kakak senior hehehe
Akhirnya, Yaya pun telah sampai di taman belakang sekolah. Lalu ..
"Udah lama lu Hen". Basa basi rara
"Baru 5 menit kok, gak lama lama amat sih". jawab Hendri
Lalu Hendri secara frontal menyampaikan maksud nya kepada Yaya.
"Ya kita to the point aja ya". hendri memulai
"Iya Hen, lebih cepat lebih baik". imbuh Yaya.
"Ini mengenai surat yang kemaren Ya, boleh gak gue tau siapa orang pemilik surat yang elu kasih tempoh hari ke gue. gue penasaran banget Ya. Asli gue penasaran banget san nyari nyari inisial di dalam surat ini." Hendri menyodorkan surat itu kepada Yaya.
Yaya hanya senyum tipis melihat surat itu.
"Boleh gue baca gak Hen". Yaya meminta izin pada Hendri untuk membaca surat itu, kali aja Hendri agak sungkan atau malu.
"Iya boleh Ya, lu baca aja, gak ada kata kata yang tidak baik kok di sana, kata kata nya juga sopan." Hendri mempersilahkan
'saya sangat berharap kamu yang tulis surat itu Ya, karena akan saya pastikan jawaban nya adalah IYA'. Hendri membantin.
Sementara itu Yaya sedang asik membaca surat itu, terlintas dalam fikiran nya bahwa Zizi romantis juga ya walaupun salah tujuan. hehehe
'Apa yang Zizi sampaikan tentang surat ini 100 persen benar persis apa yang disampaikannya, Zizi memang gak pernah bohong sama sekali, selalu jujur, teman ku itu memang sahabat terbaik.' Batin Yaya sambil tersenyum kecil di sudut bibir nya.
__ADS_1
"Apa lu bersedia bilang ke gue Ya, siapa orang yang punya surat ini?Gue penasaran, sumpah". Hendri memohon pada Yaya.
"Gimana ya Hen, gue udah janji ama dia untuk Jaga Rahasia, gue gak mau khianati kepercayaan nya Hen. gue juga gak mau dibilang teman pengkhianat dan gak tempat janji Hen". Kilah yaya pada Hendri.
"Apa dia teman deket elu Ya?" tanya hendri
"Maaf Hen, kalau gue jawab pertanyaan elu berarti gue udah ingkar Hen, please Hen jangan tanya itu lagi sama gue atau clue apapun, soalnya gue gak enakan Hen". Yaya meminta agar tidak bertanya lagi seputar surat itu.
Hendri yang dari tadi menatap Yaya, entah keberanian dari mana datang nya, dia malah berani memegang tangan Yaya membuat Yaya sedikit grogi, soalnya selama ini gak ada cowok yang berani memegang tangan nya dengan mode serius seperti ini.
"Ya, Tatap mata gue Ya". Hendri mendekatkan matanya ke mata Yaya. Sebenarnya Hendri ingin melihat sejauh mana kejujuran yang terpancar dari mata Yaya. Hal ini membuat Yaya refleks melihat bola mata Hendri.
'Hmmm Bola matanya Indah, Lebih indah apabila di lihat dari dekat seperti ini'. batin Hendri.
Yaya pun segera tersadar dan melepaskan pegangan tangan Hendri. Dia masih lagi dengan mode grogi.
"Ops Maaf Ya, gue gak sengaja, maafin gue ya". Hendri melepaskan pegangan tangan nya.
"Iya santai aja Hen'. Yaya menjawab dengan nada gugup.
Setelah perbincangan dengan Yaya tersebut, Hendri pun mulai mengambil kesimpulan.
'Seperti nya bukan Yaya yang menulis surat ini, dari sorot mata dan tatapanya tidak ditemukan tanda tanda ia sedang berbohong. Siapa ya?hmmm Yaya, seandainya itu kamu, ya sudalah, mungkin lain waktu saya akan mendekati mu Yaya'. Hendri membatin sendiri.
Hendri pun berjalan menuju parkiran karena sudah dipastikan Zizi sudah berada dan menunggu di sana.
"Zii, udah lama ya nungguin gue?Maaf tadi gue ada perlu dikit ama Yaya makanya agak telat". Hendri jujur tentang pertemuan nya dengan Yaya barusan.
"Gak apa apa Hen, santai aja, gue juga gak buru buru kok. By the way kalau boleh tau ada perlu apa sama Yaya?" tanya zizi pura pura tidak tau.
"Ini zii, masalah surat kemaren, gue penasaran banget sama pengirim surat itu, misterius orang nya hehehe". Hendri bercerita pada zizi.
"Udah ketemu jawabannya Hen, kan kemaren lu bilang Yaya yang memberikan surat itu ke elu". zizi bertanya
__ADS_1
"Yaya gak mau cerita Zii, dia takut di cap sebagai pengkhianat dan ingkar janji pada orang yang punya surat". Hendri menjawab dengan sedikit nada kecewa.
'Ya iyalah, Yaya kan best friend gue gitu lho hehehe'. batin Zizi yang semakin hari semakin percaya bahwa Yaya memang bukan teman abal abal, Yaya adalah teman yang totalitas.
"Memang nya pengirim gak di tulis siapa namanya Hen". tanya zizi.
"Ada Zii, tapi dia hanya menuliskan inisial nama aja, jadi gue gak bisa nebak itu siapa". jawab Hendri.
"Oh ya, elu udah coba nyari lewat absensi yang ada di masing-masing kelas Hen". Zizi pura pura memberikan solusi.
"udah Zii, semua kelas 1 udah gue cari tapi gak ada nama cewek yang inisial seperti itu". balas Hendri
'Gila lu Hen, lu benar benar penasaran banget ya, gue berfikir ini pertama kalai lu disukai orang ya hehe, by the way Lu nyarinya nama perempuan sih Hen, coba lu nyari juga yang laki laki pasti nemu hehehe'. Batin Zizi sambil tersenyum simpul.
"Hen, kelas 2 atau kelas 3 lu udah coba cek?"Zizi kembali memberikan masukan.
"Iya Zii, rencananya besok gue akan cari lagi Zii". tukas Hendri.
"Ntar gue bakalan bantuin elu mengorek ngorek info dari Yaya, kali aja dia mau cerita ama gue Hen". Zizi mencoba memberikan win win solution palsu buat masalah Hendri.
"Oke Zii, makasih banyak atas bantuan elu, lu memang teman terbaik gue zii". Hendri menyampaikan rasa bangga nya pada zizi.
"Santai aja Hen, bantuan gue mungkin belum seberapa dibandingkan bantuan elu ke gue Hen. Elu malah gak pernah bosan bantuin gue". ZiI pun menyampaikan rasa bangga nya punya teman seperti Hendri.
Tidak terasa, mereka pun telah sampai di rumah Zizi. Sebelum Hendri pulang, Zizi memberikan sebuah kotak Taparwer (gak boleh nyebutin brand kan hehehe) kepada Hendri. Kotak itu berisi Kue brownies yang kemaren malam Zizi buat. Zizi pun meminta review rasa dan tekstur kue brownies itu kepada Hendri. Kali aja Zizi bisa nyambi jualan kue di sekolah atau malah bisa membuka toko kue. Rezeki orang siapa yang tau kecuali Tuhan Yang Maha Esa.
.
.
.
.
__ADS_1
...\=\=\=\=Bestie seperti biasa tolong bantu dengan Vote, Like dan komen nya ya, biar author tambah semangat lagi menulis dan update Bab demi Bab, Makasih BESTIE 🤗🤗\=\=\=\=...