SALAH JALAN (Belok)

SALAH JALAN (Belok)
BAB 6 : Perasaan Zizi (Flashback)


__ADS_3

Saat ini Zizi terpaku dan senyum senyum sendiri ketika melihat Sukma. tak disadari nya ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya dari tadi


"Elu suka sama anak baru itu ya, jangan lu bilang kalau elu mengagumi nya??" Yaya bicara to the poin.


"Arhh elu Ya, mana mungkin gue suka sama anak baru itu Ya, gue ini laki laki, dia laki laki, mana bisa saling suka, menyalahi kodrat Ya." timpal zizi.


"Tapi gue lihat lirikan mata elu kayak menatap nya berbeda aja Zii, jujur deh ama gue, gue gak akan buka rahasia hehehe". Yaya sambil tertawa meledek.


"Sudah lah Yaya, gak ada apa apa bener deh, masa temen satu kelas aja dibilang suka". balas Zizi


Zizi memang tidak mau bercerita kepada Yaya tentang perasaan melenceng yang ia miliki saat ini kepada Sukma anak baru di kelasnya.


Bukan nya Yaya tidak tau bagaimana keadaan Zizi, bahkan Yaya tau tentang keadaan Zizi yang mempunya perasaan suka terhadap sesama jenis.


Dulu waktu berada di kelas 1 SMA, bahkan Zizi dengan tanpa perasaan malu meminta bantuan kepada Yaya untuk menyampaikan perasaan sukanya pada Hendri yang selalu baik padanya.


#FLASH BACK ON#


"Ya, akhir akhir ini gue sangat senang banget ada di dekat Hendri". Zizi mengaku


"Iya kan kalian udah temanan baik mulai sejak masuk ke SMA ini, wajar donk elu senang dekat Hendri". tukas Yaya


Hendri adalah teman baik Zizi selain Yaya. Pertemuan perdana mereka kala itu ketika Zizi mendaftar di SMA ini, tanpa di duga file syarat kemasukan seperti Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan syarat syarat lain jatuh ke selokan dan basah.


Hendri yang saat itu mengendarai motor melihat kejadian itu, lantas berniat untuk membantu Zizi. mereka pun berkenalan.


"Kenapa Sob". tanya Hendri pada Zizi


"Ini berkas saya jatuh dan basah deh, mana mau memasukan syarat ke SMA xx lagi dan ini hari terakhir". Zizi bercerita dengan wajah gusar dan cemas.


"Owhh kamu mau masukan berkas ke SMA xx juga ya". tanya Hendri


"Iya benar". jawab zizi


"Owh kebetulan saya juga mau ngantarin berkas saya ke SMA xx, Kenalkan saya Hendri". Hendri memperkenalkan diri.


"Saya Zizi, senang kenalan dengan mu" balas Zizi.


"Kalau kamu gak keberatan, ayo bareng sama saya boncengan ke SMA xx". ajak Hendri.


"Tapi berkas saya basah, mana foto kopian nya tinggal di rumah". masalah zizi.


"owh ya udah, gini aja, sini gue antar kamu ke rumah untuk mengambil berkas mu biar bisa diganti, kalau yang basah kayak gini udah pasti orang Tata Usaha gak bakalan terima". Hendri menawarkan bantuanya.

__ADS_1


"Kamu gak keberatan ni Hen". tanya Zizi.


"Kalau saya keberatan gak bakalan nawarin kami Zii, Ayo cepetan Tata Usaha Sekolah keburu tutup ntar". ajak Hendri lagi.


Zizi pun menaiki motor Hendri dengan hati yang gembira. Sambil mengucapkan banyak terima kasih nya pada Hendri.


Mereka pun sampai di rumah Zizi, kebetulan di sana ada Ibu Imah.


"Bu, berkas ziI tadi jatuh ke parit dan basah". Zizi mengadu pada ibunya.


"Astaghfirullah Zizi, kenapa bisa ceroboh?Foto kopianya masih ada kan nak?". tanya ibu Imah spontan.


"Iya Bu, udah musibah mau gimana lagi, ini Zizi mau ambil foto kopi nya". jawab zizi


"Itu teman mu kenapa di tinggal diluar, ajak masuk dulu" titah ibu.


"iya bu, bentar". jawab Zizi


Karena zizi kelamaan mencari berkas, maka Ibu Imah berinisiatif untuk mengajak masuk Hendri.


"Nak, masuk dulu, duduk di dalam, Zizi agak lama mencari berkasnya". Ajak Bu imah kepada Hendri.


"Baik Bu, Terima kasih". balas Hendri


"Nama mu siapa Nak?" tanya bu imah


"Saya Hendri Bu". jawab Hendri


"Udah lama temenan dengan Zizi" Bu Imah kembali bertanya.


"Baru aja Bu, tadi zizi berkasnya jatuh ke got dan basah Bu. kebetulan saya lewat disana dan berniat bantuin Zizi. dan kebetulan juga saya dan zizi sama sama mau masukan berkas ke SMA xx". Hendri menjelaskan pertemuanya dengan Zizi.


"Owhh gitu ya nak, makasih udah bantuin Zizi ya Nak, semoga kalian diterima di SMA xx". Bu Imah berterima kasih pada hendri.


"Sama sama Bu, Amin mudah mudahan bisa diterima Bu". jawab Hendri.


Ketika Bu Imah dan Hendri asik berbincang bincang, Zizi sudah berhasil menemukan Berkas yang dia cari dari tadi.


'Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga'. gumam Zizi.


Zizi pun menghampiri ibu dan hendri dan berpamitan untuk kembali menuju sekolah. Tapi sebelum mereka berangkat, Ibu mengajak Hendri untuk makan dulu di rumahnya.


"Nak, Kenapa buru-buru? Ajak teman mu makan dulu. Nak Hendri Ayo kita makan dulu". Ibu menawarkan Hendri makan.

__ADS_1


"Bu terima kasih, kapan kapan ya bu, kami juga lagi buru buru Bu, takutnya Tata Usaha keburu tutup." jawab Hendri.


"Owh gitu ya, kalian hati hati di jalan, jangan kencang kencang bawa motor nya Nak". nasehat Ibu.


"Baik Bu, Assalamualaikum". sahut Zizi dan Hendri Serentak.


"Waalaikum salam". Balas Bu Imah.


Singkat cerita mereka pun sampai di Tata Usaha tempat pendaftaran siswa baru. Setelah kejadian itu, mereka mulai berteman baik. Hendri yang tidak pilih pilih teman denga luwes mau berteman dengan zizi yang nota bene nya laki laki lembut.


Hari hari mereka lalui dengan berteman baik, Hendri sering membantu Zizi dalam mata pelajaran yang kurang di kuasai zizi. Bahkan Hendri pun hampir selalu membonceng zizi pergi bareng ke sekolah dan pulang juga berbarengan kecuali disaat Hendri mengikuti Less Bahasa Inggris di hari Kamis.


Oleh karena kebaikan Hendri tersebut lah, Zizi meminta bantuan Yaya untuk mengatakan bahwa Ia menyukai Hendri.


"Ya, gue rasa gue suka sama Hendri, perasaan gue sangat nyaman kalau berada di dekat Hendri". Zizi curhat ke Yaya.


"Oh My God Zii, are u sure?" tanya Yaya


Zizi hanya mengangguk malu terhadap Yaya. Ia tahu bahwa perasaan nya itu sangat bertentangan dengan kodrat nya sebagai laki laki.


Tapi respon berbeda justru diberikan oleh Yaya. Seolah olah Yaya mendukung apa yang ada di fikiran Zizi.


"Jadi elu mau gue lakuin apa Zii?" tanya Yaya.


"Ya, gue malu sama diri sendiri dan elu" balas zizi.


"Buat apa malu Zii, Be Your Self". timpal Yaya.


"Hmmm" Zizi hanya berdehem ragu akan meminta bantuan Yaya.


*Zi, Lu tenang aja, ada gue yang akan bantuin elu, kita itu sahabat dari kecil Zii, gue tau apa yang elu fikirkan sekarang, tolong jangan bohongi perasaan elu sendiri, itu hanya akan menyiksa elu". Yaya memberikan nasehat nya.


seketika Zizi terkesima atas dukungan yang diberikan Yaya.


"Yaya, elu memang Teman terbaik gue". lirih Zizi haru bahagia.


kemudian Zizi meminta bantuan Yaya untuk memberikan sepucuk surat pada Hendri.


.


.


\=\=\=Apakah isi Suratnya??? BERSAMBUNG\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2