
Kemudian Zizi meminta bantuan Yaya untuk memberikan sepucuk surat pada Hendri.
"Ya, gue minta tolong ama elu yah, Tolong gue kasih surat ini pada Hendri". Zizi memohon kepada Yaya.
"Gue boleh baca isi nya". yaya sambil bercanda.
"Jangan Ya, gue hanya malu aja sama elu". Zizi mengakui
"Oke oke, gue gak akan baca surat elu, gue janji surat ini akan sampai secepat nya kepada Hendri". balas Yaya sumringah.
"Terima kasih sahabat terbaik ku". Zizi terharu sambil memeluk Yaya.
Zizi dan Yaya kembali melanjutkan aktivitas mereka dan saat ini sebuah surat berada di tangan Yaya. Entah itu surat Cinta, entah itu surat ucapan terima kasih atau bisa jadi surat perpisahan hehehe.
Keesokan harinya ketika waktu istirahat jam pelajaran, Yaya memberanikan diri menemui Hendri. Sebenarnya Yaya dan Hendri tidak saling akrab, tapi mereka tahu bahwa mereka adalah sahabat terbaik Zizi.
"Hen, elu ada waktu gak?, gue mau bicara sebentar sama elu". Tanya Yaya pada Hendri
"Lu mau bicara apa ya, ngomong aja, gue bukan orang sibuk kok hehehe". jawab Hendri sambil tertawa.
__ADS_1
Melihat respon Hendri yang demikian, Yaya menjadi yakin kalau Hendri adalah orang baik dan orang yang tepat menjadi teman baik Zizi.
"Gini Hen, ada seseorang yang nitip sesuatu sama elu, tapi dia malu ngomong langsung sama elu, makanya dia minta bantuan gue". Yaya menjelaskan maksudnya.
'Seseorang, Sesuatu?' guman Hendri dalam hatinya.
"Oh ya Hen, Ini titipan orang tersebut (yaya memberikan surat) elu janji jangan buka sekarang ya, buka nya entar aja pas di rumah, pas waktu elu ada waktu luang". Yaya menyerahkan surat itu pada Hendri.
"Oke baiklah Yaya, kalau itu memang syarat nya". timpal Hendri.
"Ya udah gue ke kelas dulu ya, teman teman pada nyariin gue". pamit Yaya pada Hendri.
"Oke Yaya, No problem". balas Hendri.
'Hmmm, ini surat dari Siapa ya??
Apa saya ada secret Admirer saya di sekolah ini?
Kok saya gak pernah ngerasa ya??
__ADS_1
Apa jangan-jangan Yaya suka sama saya??
Kalau benar Yaya suka ama saya, pasti saya terima
Soalnya saya juga kagum ama si Yaya, selain cantik dia juga ahli bela diri'.
Berbagai pertanyaan muncul dalam fikiran Hendri, Berbagai spekulasi pun juga mengisi otak nya saat ini. Ya sudahlah kita tunggu aja nanti di rumah, saya harus menjaga amanah yang disampaikan Yaya tadi.
Sementara itu Yaya sudah sampai di kelas. Yaya pun menyampaikan bahwa surat dari Zizi telah sampai dengan selamat kepada orang yang di tuju.
"Zii, surat lu udah selamat sampai di tangan Hendri". Yaya memberi tahu zizi.
"Terima kasih banget Yaya, elu memang teman terbaik yang selalu bisa gue andalkan". balas Zizi.
"Oh Ya, apa tanggapan Hendri terhadap surat itu?" Zizi bertanya pada Yaya.
"Dia kaget Zii, sangat kaget, gue juga gak bilang kalau surat itu dari elu, yang gue bilang ada seseorang menitip surat buat dia trus gue minta dia buka surat itu pas lagi di rumah, pas lagi sendiri dan waktu senggang nya". jawab Yaya menjelaskan secara detail apa dan bagaimana dia memberikan surat itu kepada Hendri.
"Kok gue gak kefikiran seperti cara lu Ya?" sesal Zizi.
__ADS_1
"Siapa dulu donk, Yaya ini mahh, Best Friend elu, yang tau elu hahaha". Yaya tertawa puas saat ini.
Mereka pun asik dengan percakapan dan perbincangan. Waktu istirahat pun telah usai ditandai dengan bel masuk. Semua siswa siswi SMA xx telah pun memasuki ruang kelas masing masing.