SALAH JALAN (Belok)

SALAH JALAN (Belok)
BAB 9 : Pencarian Hendri


__ADS_3

Keesokan harinya, Hendri masih bertanya tanya siapa perempuan yang berinisial A.S di sekolah nya. sampai sampai Hendri dengan sengaja masuk ke ruang kelas lain nya hanya untuk melihat nama nama yang tertera di buku absensi kelas tersebut.


Ya, Hendri benar benar di buat penasaran oleh surat kaleng atau lebih tepat surat misterius yang diberikan Yaya tempoh hari.


Kali ini Hendri sudah berada di kelas Yaya. Rasa ragu sedang menghantui nya saat ini. Bagaimana tidak, awalnya Hendri memperkirakan suray tersebut adalah dari Yaya. Tapi keraguan itu akhirnya ditepis oleh Hendri, ia memberanikan diri masuk ke kelas Yaya.


Hendri pun mulai menuju depan kelas, diatas meja guru terdapat sebuah map yang tentunya berisi daftar nama siswa kelas tersebut yang terkemas dalam absensi.


Tapi sebelum Hendri sampai ke sana, Yaya langsung menghampirinya dan bertanya.


"Hen, tumben lu ke sini, kayaknya ada keperluan penting deh"


"Oh enggak kok, cuma lagi kebetulan aja Ya, sekalian mau lihat absensi kelas ini". jawab Hendri.


"Owh gitu ya, tumben lihat absensi kelas gue, ada apa ayo ngaku". Seloroh Yaya


"i i itu ibu bahasa Indonesia tadi katanya absensi nya ketinggalan disini, ibu itu minta tolong sama gue buat nganterin ke kantor. ada gak di atas meja ini". Hendri terbata berbohong sambil mencari ide.


"Owh ntar gue cek ya". Yaya sambil cek meja guru di depan kelasnya.


"Hmm kayak nya gak ada deh Hen, Coba elu cek di kelas sebelah, ibu itu tadi juga ngajar di sana". Yaya sedikit memberikan solusi.


"Ok Ya, ntar gue cek ke sana". balas Hendri.


Sebenarnya Hendri ingin sekali mengajak Yaya ngobrol berdua aja. tentunya karena ia penasaran di tambah lagi dia juga mengagumi Yaya. Tapi sia masih ragu ragu, antara ragu Yaya menolak permintaan nya dan takut Yaya memarahi nya.


Namun perasaan takut dan ragu itu segera ditepis oleh nya. Hendri memberanikan dirinya untuk mengobrol dengan Yaya.


"Hmm Ya, Nanti istirahat siang elu sibuk gak?" tanya hendri pada yaya.


"Nggak kok hen, kenapa mang nya Hen?" Yaya balik bertanya.


"Owhh kalau gitu nanti Jam 12.15 sehabis shalat Zuhur kita ketemuan bentar ya, ada yang ingin gw tanyakan sama lu". timpal hendri.


"Owhh pasti tentang surat kemaren yah??". selah Yaya.

__ADS_1


"Loh kok elu tau? tanya hendri


"Yah apalagi coba kalau bukan urusan surat itu, kan elu ama gue juga gak pernah ngobrol intens kan, yah kayak biasa aja gitu". Yaya menimpali


"Hehehe..Oke deh, ntar jangan lupa ya, di taman belakang tempat elu biasa nongkrong". Hendri tertawa sedikit kecut sambil memberi tahu lokasi mereka ngobrol nanti siang.


"Ok Siap bosss". jawab Yaya.


'Hufff ternyata Yaya humoris juga ya, gak seperti apa yang saya lihat sebelumnya, dia suka diam, agak kaku, dan gak banyak bicara. kayaknya bakalan asik ni ngobrol ntar siang' gumam hendri dalam batin nya.


Singkat cerita, mereka pun berlalu. Hendri menuju kelas sebelah dan berpura pura ke kelas itu padahal hanya sebatas pintu saja hehehe.


Waktu istirahat pertama pun telah tiba. Seperti biasa, Yaya dan Zizi kembali bertemu. Yah nama nya juga best friend, Bestie gitu lhoo.


"Gak jajan lu Zi?" tanya Yaya


"Gak ahh masih kenyang, lagian gue juga bawa kue brownies buatan sendiri, asli jari jemari Zizi yang membuat nya secara langsung, live dan ekslusif". Zizi mencoba bercanda dengan Yaya.


"wahh hebat lu zii, udah bisa bikin kue sekarang". Yaya memuji.


Seketika Yaya mencicipi kue itu dan sungguh diluar dugaan nya, kue buatan Zizi memang enak dan Zizi tidak sedang mengada ada.


"Wahhh enak banget kue nya. Rasanya kayak brownies yang di toko kue lho. sumpah enak. lu bawa banyak ni, ntar siang mau gue kasih ke Hendri hehehe". seloroh Yaya sambil bercanda


"lho kok kasih ke Hendri sih Ya? gue bikinya buat kita, kalau Hendri mah ntar pas dia ke rumah gue kasih". Zizi sedikit kesal.


"Ah elu zi, gue cuma becanda doank. oh ya by the way ni ya, ntar habis zuhur, Hendri ngajak ketemuan gue di taman belakang". Yaya memberi tahu Zizi rencana pertemuan nya.


"Oh ya, pasti dalam rangka surat itu ya?" tanya zizi.


"begitulah" timpal yaya.


"Ya, lu boleh janji kan ya, jangan kasih tau itu surat dari gue, feeling gue benar benar gak enak ni". zizi berkeluh kesah.


"Ok Boss, by the way, mang nya apa sih isi surat elu, Berat banget kayaknya isi surat itu. gue sendiri juga penasaran ni Zi". Yaya ingin tahu apa isi surat zizi.

__ADS_1


"Hmm baiklah, gue akan cerita sama elu karena elu adalah teman sekaligus orang yang paling bisa gue percaya". Zizi pasrah.


Zizi pun menceritakan isi surat yang telah ia tulis kepada Hendri beberapa waktu lalu. Surat tersebut hanyalah sebuah ungkapan kagum, merasa nyaman serta perasaan suka Zizi terhadap Hendri. Pengirim Surat tersebut pun tidak mencantumkan nama nya, hanya sebuah inisial A.S saja. setelah sekian waktu bercerita, Yaya pun sekarang mengerti ternyata zizi punya sifat tertutup dan mungkin sifat itu bisa membuat malu dirinya bahkan bisa menghancurkan persahabatan nya dengan Hendri.


"Owhh jadi gitu cerita nya, berarti surat elu ke Hendri seperti elu lagi ngerjain Hendri gitu kan ya". timpal yaya.


"Yah, kesan nya begitu lah, gue hanya gak ingin merusak persahabatan baik dengan Hendri". jawab Zizi


"Nah kalau emang gitu, lu santai aja kali Zi, yang gue fikir itu elu bilang I LOVE U atau Aku Cinta Kamu atau I Miss U atau Wo Ai Ni bla bla bla hahaha". seloroh yaya sambil menertawakan Zizi.


"Dih, Gila kali gue Ya, bilang itu sama Hendri, bisa bisa Hendri benci seumur hidup ama gue." zizi mengakui.


"Ya udah elu tenang aja Zi, gue gak akan buka rahasia".


"makasih Ya". balas Zizi


"Oh ya Zi, andai Hendri tau surat itu dari elu, kan elu tinggal bilang sama dia, elu lagi ngerjain dia, atau lu juga bisa bilang surat itu sebagai ucapan terima kasih karena telah berteman baik dengan elu". Yaya mencoba memberikan alternatif solusi seandainya suatu hari Hendri mengetahui siapa empunya surat itu.


"Elu pinter banget Ya, gue gak cukup ngomong terima kasih sama elu ya". Zizi sedikit terpukau.


"Ya udah lu traktir gue KFC aja deh hehehe". Yaya tertawa kegirangan.


"Oke deh, gue janji akan traktir elu, buat elu apa yang enggak sih Ya". akhirnya mereka berdua pun tertawa gembira.


'Benar benar lega rasanya fikiran ini setelah dari kemaren terasa berat memikirkan surat itu. ternyata curhat dengan Yaya membuat semuanya jadi Plong' Gumam Zizi sambil termenung.


Memang dalam hidup ini kita memerlukan orang orang yang sangat kita percayai, kita butuh teman untuk berbagi, kita butuh teman untuk meluahkan perasaan, meluahkan kegelisahan serta rasa gundah dalam hati. Tapi bukan untuk meluahkan emosi ya hehehehe


.


.


.


\=\=\=\=\=MOHON VOTE, LIKE dan DUKUNGAN dari teman teman semu nya \=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2