SALAH JALAN (Belok)

SALAH JALAN (Belok)
BAB 4 : Cerita Sedih Yaya


__ADS_3

Setelah keributan antara Zizi, Yaya dan Arya bersama geng usil berhasil dileraikan, akhirnya mereka pun masuk ke kelas masing-masing.


Zizi dan Yaya mempunyai kelas yang sama yaitu XII IPA 1 sementara Arya Wiguna menguni kelas XII IPA 2. adapun anggota geng usil ada tersebar di kelas IPA dan IPS.


Jam pelajaran hari ini memasuki 2 jam terakhir yaitu pelajaran matematika. Zizi sebenarnya kurang suka dengan matematika karena guru yang mengajari mereka terbilang garang dan suka marah marah.


Apalagi hari ini guru matematika yang bernama Pak Andri itu seperti membawa masalah rumah tangganya ke sekolah dan ke ruang kelas.


"Kalian kenapa berisik banget?Diajari sopan santun gak sih di rumah?Orang tua mau masuk malah pada berisik, salam nya dijawab jangan didiamkan" begitulah cara pak Andri menegur siswa kelas nya.


semua siswa hanya berani diam saja, tak berani membantah apalagi menjawab perkataan pak Andri.


"Keluarkan PR kalian dan kumpulkan di meja depan" perintah Pak Andri.


Semua siswa menaruh buku PR nya di depan, tetapi lain halnya dengan Zizi, dia ketinggalan buku PR nya di meja belajar.


"Ada lagi yang belum mengumpulkan PR? jawab dengan jujur sebelum saya kasih hukuman berat" Pak Andri mengancam.


Dengan berat hati Zizi mengangkat tangan nya dan diiringi dengan teman nya yang lain bernama Rani.


"Kasih saya alasan kenapa kalian berdua tidak membuat PR" tanya pak Andri


"Maaf Pak, saya kelupaan membawa buku PRnya, tapi saya udah buat kok pak" jawab Zizi.


Rani pun mengungkapkan hal senada dengan Zizi, bahwa buku PR nya tertinggal di rumah.


"Owhh kalian kompak banget ya, baiklah hukuman hari ini untuk yang tidak membuat PR adalah Zizi Push Up 30 Kali dan Rani Skot Jam 20 kali" perintah Pak Andri


"Ba baik Pak" mereka oun Pasrah.


Setelah menerima hukuman mereka pun melanjutkan pelajaran. Singkat cerita jam matematika pun sudah berakhir dan akhirnya mereka bisa bernafas lega.


"Hufffttt Tekanan banget gue di kelas pak Andri" keluh Zizi pada Yaya.


"Lah elu siapa suruh gak bawa buku PR" balas Yaya.


"Iya gue lupa Yaya, manusia kan bukan makhluk sempurna, pasti ada salah dan khilaf nya" balas Zizi.


"Ya udahlah daripada kita disini terus lebih baik kita Sholat dulu di mushola, setelah itu kita makan, gimana?" tanya Yaya ke Zizi.


"Ok Baik lah, kita makan ditempat biasa ya" balas zizi

__ADS_1


Akhirnya mereka pun berangkat menuju Mushola sekolah dan setelah selesai dengan ritual nya, mereka pun menuju tempat mereka biasa makan siang.


Ya, tempat itu asalah Taman dibelakang kelas mereka, taman yang indah, walaupun mereka hanya duduk seadanya di pinggiran taman itu yang ada bebatuan, tapi kenikmatan menyantap makanan diruang terbuka itu memberikan warna sendiri bagi mereka.


"Yaya, bantuin gue donk, Tolong lu pindahin Ayam Goreng Kecap ini ke dalam Plastik ini dulu deh, gw mau kosongin kotak makan ini biar elu bisa makan disini, gak apa apa kan?". Zizi bertitah karena Yaya tidak membawa Kotak makan nya.


"Sorry Zi, kalau gue merepotkan elu" balas Yaya.


"Sejak kapan elu merepotkan gue hemm? Yang ada gue lah yang selalu merepotkan elu" balas Zizi.


Akhirnya Zizi pun berhasil membagi dua nasi bekal yang disediakan oleh ibu nya.


"Ayo Makan " Ajak zizi


"Oke Makasih" jawab Yaya.


Sesang asyik-asyiknya makan, tiba-tiba wajah Yaya berubah sedih. entah kenapa penyebab nya. Awalnya Zizi merasa Ayam goreng kecap buatan ibunya tidak enak seperti biasanya.


"Elu kenapa Ya? gak enak ya Ayam Goreng kecap ibu gue?" tanya Zizi.


"Bu bukan " jawab Yaya.


Yaya akhirnya meneteskan air matanya.


"Elu kenapa nangis Ya? apa elu tersinggung ama omongan gue?" tanya Zizi


"Ti Tidak Zii, gak ada hubungannya sama elu Zii" jawab Yaya.


"Lah terus kenapa bisa sedih gitu?" Zizi kembali khawatir.


Akhirnya Yaya menceritakan apa yang ia fikirkan dan kenapa dia menjadi sedih begini.


#FLASH BACK ON#


Seawal pagi Yaya sudah bangun dari tidur nya, ia melaksanakan Kewajibannya sebagai muslim yaitu sholat subuh. Selesai sholat, Yaya bergegas merapikan kamarnya lalu menuju ke kamar mandi untuk ritual paginya di kamar mandi.


selesai mandi, Yaya pun memakai baju, bersolek seperti perempuan yang lain dengan make up sederhana dan farfum khas nya.


Yaya pun menuju dapur untuk sarapan dan menyediakan bekalnya sendiri. Sebelum sampai di dapur, Yaya tak sengaja mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Papa Yaya bernama Lukman sementara Mamanya bernama Sarah.


Banyak hal yang dibahas dari pertengkaran tersebut, mulai dari keuangan sampailah perceraian. Sebenarnya keluarga Yaya bukanlah keluarga kekurangan, bahkan bisa dibilang papa Yaya mempunyai perusahaan sendiri. Tetapi perselingkuhan Papa nya dengan sekretaris di perusahaan lah membuat kehebohan ini.

__ADS_1


Ya, papa Yaya dijebak oleh sekretarisnya yang bernama Shinta. Shinta sendiri mengaku ditiduri oleh Lukman dan saat ini hamil 2 bulan. tetapi Lukman bersikeras menolak dan mengatakan kalau itu bukan anaknya karena ia merasa tidak pernah melakukan hubungan haram itu bersama Shinta.


Pak Lukman sendiri tidak pernah menduakan Sarah dengan perempuan lain karena cinta nya hanya untuk Sarah dan anak nya Yaya.


Yaya yang tadinya mau sarapan dan membawa bekal akhirnya mengurungkan niatnya dan langsung saja keluar rumah menuju sekolah.


Oleh karena itu, Yaya yang tidak biasanya sarapan di kantin pagi ini terpaksa sarapan di kantin sekolah hingga akhirnya ia dan Zizi jalan bareng ke kelas.


#FLASH BACK END#


"Zii, maaf kan gue ya, karena terlalu banyak curhat masalah keluara gue sama elu". tandas Yaya.


"Ya, elu udah gue anggap saudara gue, lagian gue juga sangat banyak sekali merepotkan elu dengan masalah gue, jadi jangan pernah sungkan untuk bercerita pada gue, apalagi minta maaf Ya" pinta Zizi.


"Jadi sekarang apa rencana elu Ya" Zizi bertanya pada yaya tentang kelanjutan niat licik Shinta sekretaris Papa nya.


"Gue akan menyelidiki dan mencari kebenaran apa yang Papa gue sampaikan Zii, gue juga enggak percaya sama apa yang papa gue lakuin. pokok nya gue akan cari kebenaran nya" tukas Yaya.


"Elu luar biasa Ya, gue akan membantu elu apapun yang bisa gue lakuin buat elu Ya." balas Zizi.


"Makasih Zii, semangat dari elu bikin mood gue jadi baik lagi, Awaa aja tu Cewe, sampai ketahuan gak benar akan gue kasih pelajaran dengan tangan gue sendiri" tekad Yaya.


Dan mereka pun akhirnya menghabiskan waktu istirahat dengan menyantap bekal ayam goren kecap buatan ibu Zizi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon Dukungan Readers yang Budiman untuk memberikan Vote, Like serta masukannya melalui kolom komentar. Masukan dari Readers semua sangat saya butuhkan demi keberhasilan novel-novel saya dimasa mendatang. Terima Kasih 🙏🙏🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2