SALAH JALAN (Belok)

SALAH JALAN (Belok)
BAB 2 : Ayam Goreng Kecap


__ADS_3

Seawal pagi, sudah terdengar suara DVD player dari kamar. Saya sedang asik berdandan ria di dalam kamar yang tergolong ukuran standar 3x3 meter. Ya, tergolong kecil untuk sebagian orang, tapi tergolong besar untuk saya.


Perabotan di kamar saya terbilang unik, di mana ada sebuah meja rias dengan cermin besar dan terdapat laci. meja rias itu berwarna pink. Isi laci meja rias itu jangan di tanya. mulai dari Lip gloos, celak, aneka bedak, maskara, dan lain lain lah.


Semua benda benda itu saya masukan ke dalam laci dan saya kunci. Saya takut kalau sewaktu waktu ayah merazia kamar saya san menemukan benda benda aneh tersebut. Selain itu adik saya juga suka usil dan mengganggu peralatan kecantikan tersebut.


Sementara untuk perabotan lainya masih standar standar aja dengan meja belajar, lemari pakaian, serta kasur yang berwarna abu abu cream dilapisi oleh sprei berwarna pink.


Pagi itu, ibu sedang memasak ayam goreng kecap kesukaan saya sebagai bekal untuk makan siang di sekolah karena hari ini saya ada kelas tambahan.


Ya, saat itu saya sedang duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 3, atau tahun terakhir bagi saya. Apalagi bulan depan akan mengadakan Ujian Akhir Nasional (UAN).


"hmmm aromanya wangi, pasti ayam kecap kesukaan ku". Zizi bermonolog di dalam kamarnya sambil mendengarkan lagu kesukaannya oops I Did it Again dari artis ternama Britney Spears.


"Oops, I did it again


I played with your heart, got lost in the game


Oh baby, baby


Oops, you think I'm in love


That I'm sent from above


I'm not that innocent". Zizi sambil menyanyi dengan riang nya


"Zizi, cepat nak, nanti kamu terlambat lagi". Ibu memanggil zizi yang terlalu lama di kamar.


"Iya bu, bentar lagi siap". Sahut Zizi yang sedang menghias wajahnya dengan make up.


Zizi yang masih dengan mode kecantikan nya masih belum juga menampakan batang hidungnya. ini membuat ibu Imah mulai khawatir dan mengancam Zizi dengan cara lembut nya.


"Ayo nak, udah jam 7 lewat, apa perlu ibu yang antar kan kamu ke sekolah?". Ibu mulai geram. padahal waktu baru menunjukan pukul 6.50.


"Tidak Bu, Zizi sendiri aja". Zizi tahu kalau ibu nya sudah berkata demikian berarti ibu sedang memarahinya.


Selang beberapa waktu, adik zizi yang saat itu baru berusia 6 tahun datang sambil mengerjai zizi.

__ADS_1


"Bang, ayah datang, ayah datang". Nissa sambil tersenyum gembira.


Sontak saja zizi yang tadi sedang ber make up ria langsung merasa panik. Zizi lalu melepaskan handuk berwarna pink yang ia sanggulkan di kepala. sementara itu bedak dan alat make up langsung ia masukan ke laci meja kamar nya. tak lupa ia mematikan musik yang menyala sebelumny. betul betul women style.


"Mana ayah dik?". tanya zizi pada Nissa.


"Itu di luar, di halaman depan". balas Nissa


lalu zizi melihat ke halaman rumah, tidak ada siapa pun di halaman.


'Pasti Nissa ngerjain' batin zizi


"Dik, kamu ngerjain abang ya?". tanya Zizi


Lalu tanpa menjawab, Nissa langsung berlari kearah ibu yang sudah selesai memasak di dapur. Lantas saja Zizi mengejar Nissa.


"Bu, Adik ngerjain Zizi lagi ni". sambil mencubit pipi Nissa.


"Zizi, sudah nak, nanti adik kamu menangis". Ibu membela Nissa


"Bu, Nissa bohongin Zizi, dia bilang ada Ayah di depan, tapi setelah Zizi cek gak ada". imbuh Zizi pada Ibu.


Nissa hanya mengangguk saja membenarkan apa yang abang tuduhkan kepadanya. Karena memang Nissa sengaja usil dan menjahili abang nya tersebut.


"Nissa, gak baik ngerjain abang mu dek". Ibu menasehati Nissa yang hanya mendengar apa yang ibu katakan.


"Habis abang kelamaan banget di kamar, Abang juga pakai bedak seperti Ibu, kan abang laki-laki Bu, Abang juga pakai sanggul handuk di kepalanya". jawab Nissa.


"Nissa, Abang kan sedang bersiap-siap ke sekolah dek, ya harus merapikan diri dulu donk, masa abang kayak cemong hehehe". Zizi menjawab sambil tertawa


"Sudah sudah". ibu menengahi kedua anak anak nya agar tidak perang mulut lagu.


"Zizi, ini bekal kamu untuk makan siang di sekolah, kamu kan hari ini ada kelas tambahan, pasti pulangnya sore." ibu menyodorkan bekal Zizi.


"Ayam goreng kecap kan Bu?" tanya zizi.


"iya, oh ya jangan lupa ini ayam kecap buat Yaya, jangan lupa kasih Yaya". Ibu juga memasakan ayam kecap buat Yaya.

__ADS_1


Yaya yang dekat dengan Zizi dan selalu membantu Zizi sudah dianggap anak sendiri oleh Bu Imah. Bagaimana tidak, Bisa dikatakan setiap hari, Zizi dan Yaya berinteraksi, Yaya juga sering ke rumah zizi dan tidak pernah segan segan membantu bu imah masak di dapur.


"oke Mom, Laksanakan". jawab Zizi


"Kamu sarapan dulu Zi, udah ibu sediakan di meja". Ibu menyuruh Zizi sarapan dengan lauk yang memang menggiurkan dan menggugah selera.


"Baik Bu" dan akhirnya Zizi pun menyantap sarapan paginya. seperti biasa, zizi tipe orang yang makanya sedikit karena ia sangat suka sekali menjaga badanya agar tidak gemuk.


Bagi Zizi, badan ideal adalah badan yang ramping, langsing, singset cetar membahana. Sementara gemuk adalah orang yang malas hehehe (jangan tersinggung ya readers ini murni pendapat pribadi dan bukan body shamming).


Selang 10 menit akhirnya Zizi selesai makan. Zizi pun pamit untuk berangkat ke sekolah.


"Bu, Zizi berangkat ya". sambil mencium punggung tangan ibunya.


"hati hati di jalan nak. Oh ya payung mu jangan ketinggalan". Ibu menyodorkan payung berwarna Pink, payung kesukaan putra satu satunya itu. Payung ping untuk jiwa yang lembut.


"Makasih Bu". dengan senyum sumringah zizi pun berangkat menuju sekolah. Jarak sekolah Zizi tidaklah terlalu jauh hanya sekitar 300 meter, tidaklah jauh untuk berjalan kaki.


Bukanya Ibu dan Ayah Zizi pelit atau perhitungan untuk membelikan nya kendaraan motor beroda dua, tapi mereka selalu menjaga anak dengan baik, terlebih dengan jalan kaki sedikit bisa meningkatkan kesehatan dan imun tubuh. apalagi Vitamin D alami dari sinar matahari pagi sangat bagus buat pertumbuhan tulang.


Ibu Imah sangat mengerti dengan keadaan dan kondisi Zizi, segala keperluan Zizi selalu disediakan dengan setulus hati.


Ibu mana yang tidak menyayangi anak nya. terlebih lagi anak pertama. Anak yang telah dinanti nantikan kelahiran nya dari awal. Anak adalah titisan Tuhan, Tuhan mempercayakan nya dengan memberikan mereka anak. Walaupun terkadang banyak kita lihat anak yang durhaka terhadap orang tuanya. apalagi seperti film film di salah satu stasiun TV dengan logo Ikan yang bisa terbang (Ku menangis membayangkan betapa kejamnya diri mu atas diri ku) salah lagu ya?? maaf kan author ya readers heheheh


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon Dukungan Readers yang Budiman untuk memberikan Vote, Like serta masukannya melalui kolom komentar. Masukan dari Readers semua sangat saya butuhkan demi keberhasilan novel-novel saya dimasa mendatang. Terima Kasih 🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2