SALAH JALAN (Belok)

SALAH JALAN (Belok)
BAB 8 : Surat Cinta Zizi (Part 2)


__ADS_3

Deg......


Jantung Zizi bagaikan terkena sambaran Petir di siang hari tanpa mendung tanpa hujan.


Saat ini Zizi diam seribu bahasa, dengan ekspresi kekecewaan yang tidak terkata. Ternyata orang atau lebih tepatnya laki laki yang ia sukai adalah laki laki normal yang tentunya menyukai lawan jenis.


Mereka pun saat ini telah sampai di rumah Zizi.


"Zii, elu kenapa diam aja? Dari tadi gue perhatiin elu kayak lagi galau aja, elu ada masalah atau sednag sakit?" Tanya Hendri sedikit kuatir akan keadaan Zizi.


"Eng enggak apa Hen, gue oke kok, mungkin karena capek aja". Jawab Zizi berbohong.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya, gue gak sabaran ni mau baca surat dari secret Admirer gue hehehe". Tukas Hendri sumringah


"Oke Hen, hati hati di jalan". Zizi menjawab dengan sedikit ragu.


'Ya Tuhan, kok perasaan saya hari ini gak enak sama sekali ya. Kenapa hati saya kayak sakit ya sekali, seolah olah ada akan ada kabar buruk. Semoga saja Hendri tidak berubah pada saya' batin Zizi dengan rasa takut.


Akhirnya Hendri pun sampai di rumah. Ia lantas tidak langsung membaca surat yang diberikan Yaya kepada nya melainkan menunggu hingga malam tiba, menunggu keadaan serta suasana hati terbaik nya.


Sore ini, kebetulan Yaya datang bermain ke rumah Zizi. Yaya seolah olah tahu bahwa Zizi sedang memiliki masalah.


Seperti biasa Yaya dengan candaanya menegur Zizi.


"Amboi amboi Zii, elu kenapa?muka cemberut aja dari tadi?".


"Deg deg, Kaget gue Ya, elu salam dulu napa Ya?" Timpal Zizi


"Gue emang sengaja kok ngagetin elu. Ada apa, cerita donk sama gue". Yaya mencoba menenangkan Zizi.


"Ya, gue ngerasa Hendri akan menjauh dari gue. Feeling gue kuat banget ya. Pertemanan gue ama Hendri kayaknya gak bakalan lama Huffftt". Zizi sambil berkata pasrah.


"Kenapa gitu Zii? Elu gak nulis macam macam kan di surat itu?". Yaya kembali bertanya.


"Enggak Ya, yang gue tulis hanya bentuk rasa kagum serta rasa suka gue sama Hendri. Itu pun gue masih ragu ragu menulisnya". Jawab Zizi.


"Nah terus?? Kenapa malah elu yang berat hati zii?. Tanya yaya lagi.


"Gue ngerasa apa yang gue lakuin ini salah Ya. Gue ngerasa Hendri tidak memiliki perasaan seperti itu ama gue. Dan gue juga ngerasa Hendri tidak tertarik sama gue tapi tertarik sama lawan jenis nya". Zizi mulai bercerita.

__ADS_1


Zizi pun menceritakan bahwa yang diharapkan oleh Hendri adalah surat dari seorang anak Cewe , apalagi itu Yaya, karena Hendri juga menaruh rasa suka sama Yaya.


Yaya merespon biasa saja apa yang diceritakan oleh Zizi. Ia sedikit pun tidak menaruh perhatian atau menyukai Hendri, karena bagi Yaya tidak ada urusan cinta cintaan di masa ia sekolah, entahlah nanti kalau ia sudah mulai kuliah.


Setelah Zizi bercerita panjang lebar, Yaya pun mulai mengerti keadaan saat ini. Ternyata Hendri hanya sebatas teman dan sahabat bagi Zizi. Tapi Yaya tetap memberikan semangat pada Zizi.


"Ah itu kan andaian elu aja Zii, jangan terlalu difikirkan, itu berat, biar aku saja". Timpal Yaya seperti menirukan peran Iqbal dalam salah satu adegan film percintaan anak muda yang berjudul DILAN.


Zizi pun untuk saat ini sudah merasa baikan dan tidak lagi memikirkan kejadian tadi siang. Siapa lagi kalau bukan Yaya yang selalu bisa mencairkan suasana hati nya.


Malam pun tiba. Setelah selesai Sholat Isya dan mengerjakan pekerjaan rumah nya, Hendri membolak balikan sebuah amplop yang diberikan oleh Yaya tadi siang.


Ia tersenyum geli tak lala menerima sebuah surat yang baru pertama kali ia terima seumur hidupnya. Dan dengan senang hati ia membuka surat itu.


"Srekkk". Bunyi amplop yang di sobek. Lantas ia membaca dan..


"Dear Hendri,


Sebelumnya aku minta maaf pada diri mu jika nanti isi surat ini tidak kamu sukai atau ada kata kata yang tidak pada tempatnya.


Hendri yang aku kagumi..


Hendri yang aku sukai..


Mungkin kamu akan bertanya-tanya siapakah orang yang mengirim surat ini. Mungkin kamu akan bertanya-tanya kenapa tidak langsung saja menemui mu. Itu karena aku sangat malu pada perasaan ku pada mu, aku belum cukup mempunyai mental yang kuat serta keberanian yang tinggi untuk mengatakan ini kepada mu.


Hendri pria baik..


Aku sangat menyukai mu, aku sangat mengagumi mu, aku juga terpesona oleh kebaikan mu.


Entah mengapa aku selalu ingin bersama dengan mu. Aku sangat menyukai mu, aura yang kamu pancarkan seolah menjadi inspirasi bagi ku.


Aku sangat nyaman berada di dekat mu, aku sangat senang ketika melihat mu, kamu umpama rembulan yang menyinari malam malam ku.


Kamu tampan, tutur kata lembut aku terpesona. Tidak pernah ku pungkiri hal itu.


Hendri...


Andai kata suatu hari kamu tau siapa yang menulis surat ini, aku hanya berharap kamu tidak membenci ku. Jujur saja aku belum siap seandainya kamu menjauh dari ku atau membenci ku. makanya aku hanya berani untuk mengungkapkan isi hati ku melalui surat ini.

__ADS_1


Hendri aku minta maaf yang sedalam-dalamnya andai kata kata ku membuat mu tersinggung atau membuat mu sakit hati. Tapi percayalah, aku tidak berniat membuat mu demikian.


Hendri...


Aku adalah pengagum rahasia mu, aku adalah secret Admirer mu.


Salam dari ku untuk orang baik seperti diri mu


Pengagum mu


A.S "


itulah isi surat yang ditulis oleh Zizi buat Hendri. Rupa rupanya Zizi masih tidak punya nyali untuk mengungkapkan isi hati nya pada Hendri pria yang ia anggap baik dan selalu membuat diri nya nyaman.


Setelah membaca kata demi kata serta kalimat demi kalimat dari surat tersebut, Hendri bertanya-tanya siapakah inisial A.S yang membuat surat itu?


Sejenak fikiran Hendri melayang di udara mengingat ingat siapakah dari teman teman nya yang mempunyai nama inisial tersebut.


'Yaya?? jelas bukan, Yaya kan namanya Cahya Dewi singkatan nya CD, atau Anisa Mayangsari hmmm, Anisa kan jadinya AM, siapa ya, jadi penasaran' gumam Hendri sambil memikirkan siapa dari teman teman nya yang mempunyai inisial A.S.


Hendri tidak pernah terfikir surat itu adalah dari Zizi karena fikiran nya saat ini adalah seorang sosok perempuan bukanlah sosok laki laki.


"Hmmm, besok aku akan cari tau langsung siapa inisial A.S, atau mungkin aku akan langsung bertanya kepada Yaya siapa yang menulis surat itu?Tidak Tidak, tidak mungkin aku tanya langsung pada Yaya, yang ada nanti Yaya malah Ilfil sama aku. Tapi setidaknya aku bisa dekat dengan Yaya" Hendri bermonolog sendiri.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=\=BERSAMBUNG\=\=\=\=\=\=\=


.


.


.


Semoga para readera yang budiman terhibur dengan cerita yang Author Suguhkan. sekali lagi mohon kesediaan nya untuk memberikan Like, Cote serta komentarnya ya. Makasih 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2