
Hendri pun sampai di rumahnya, dia sangat gembira sekali dengan membawa kue brownies buatan teman dekatnya.
'Sepertinya kue brownies ini enak, dari aroma nya saja jelas wangi'. Gumam hendri saat mencium aroma kue Zizi.
Alangkah terkejutnya Hendri disaat kue brownies buatan Zizi tersebut mendarat sempurna di mulut nya.
'Gila, pintar juga ni anak bikin kue, gak kalah sama yang di toko toko. Apa saya tinggalin buat mama dan papa aja ya, biar mereka juga bisa menikmati kue ini'. batin Hendri.
Hendri pun menyisihkan sebagian kue dan memasukanya ke dalam kulkas agar tetap segar.
Mama Hendri bernama Citra Dwi Ningsih, ia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Pendidikan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Lebih tepatnya Bu Citra ini adalah Bendahara Pengeluaran yang tugas nya mengelola uang keluar pada instansi setiap Bidang di Dinas Pendidikan.
Sementara Papa Hendri bernama Sofyan Hermansyah juga seorang Pegawai Negeri Sipil yang memiliki jabatan Kepala Bidang Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) juga di wilayah Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Jadi pekerjaan kedua orang tua Hendri berhubungan dengan Keuangan Daerah.
Hari ini Hendri hanya berada di rumah saja. Ia tidak ingin kemana mana karena merasa kelelahan serta dadanya yang terasa sesak. Dia memilih tidur saja dirumah.
'Huft, capek nya hari ini. kok gak seperti biasanya ya. padahal saya juga gak ngapa ngapain. hmm apa tanda tanda akan sakit ya'. Hendri bergumam sendiri.
Entah kenapa Hendri memiliki firasat yang aneh dari sebelumnya merasa dia sedang tidak baik baik saja. Bahkan perasaanya juga seperti ada yang mengendalikan.
Jam menunjukan pukul 17.20 Mama dan Papa Hendri pun sudah sampai di rumah. Dilihatnya motor Hendri yang terparkir di teras rumah.
"Tumben anak kita jam segini ada di rumah, biasanya main bola di lapangan depan". papa Hendri pun merasa aneh untuk hari ini.
"Banyak tugas kali Pa, papa kayak gak tau anak kita aja, Hendri sekarang udah SMA pa, bukan anak anak lagi, pasti banyak kerjaan sekolah hari ini." Mama masih berfikiran positif.
Mama pun masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan anak nya, 'di ruang tamu tidak ada, pasti di kamar'. gumam mama hendri.
Ya benar saja, Hendri saat ini sedang tidur pulas namun entah kenapa fikiran mama saat ini tidak enaka melihat anak nya yang tidur di sore hari. Mama mendekati hendri lalu meletakan punggung tangan nya di kepala Hendri. namun sepertinya Hendri tidak dalam keadaan demam.
'ini anak kenapa tidur sore ya? gak seperti biasanya dia sangat anti tidur sore. Apa hendri kecapekan kali ya? tapi biasanya dia bakalan mencari kesibukan lain agar tidak ketiduran di sore hari'. mama bergumam bertanya dan menjawab sendiri pertanyaan nya.
Mama pun meninggalkan Hendri sendiran dikamarnya kebetulan Papa juga sedang memanggil untuk dibuatkan kopi.
"Ma bikinin kopi cinta dong". seloroh papa sambil menggoda mama.
__ADS_1
"Hehe papa ada ada aja, ntar didengar Hendri kan jadi malu". mama tersipu malu digoda oleh papa.
Mama Hendri pun bergegas membuatkan kopi buat suaminya. Ya, kopi buatan mama benar benar melekat di lidah dan jiwa papa. Udah tua tua juga masih bucin hehehe.
Mama membuka kulkas dan iya mengambil biskuit yang ada dalam kulkas tersebut. Pandangan mama tertuju pada sebuah kotak Taparwer yang berisikan kue brownies. mama pun mengangkat dan ternyata ada tulisanya *Mama harus cobain kue ini, buatan teman Hendri dijamin enak*
'Anak ini ada ada saja'. gumam mama sambil tersenyum bahagia. Hendri memang anak yang baik pada siapa saja, apalagi sama keluarganya tercinta. perhatian kedua orang tua serta kasih sayang mereka dibalas kontan dengan sifat dan perbuatan nya.
"Pa, ni ada kue brownies, katanya dari teman Hendri, dia sengaja naroh di kulkas buat kita". Mama memberikan kue itu pada papa.
"Ya udah kita santap yuk". jawab papa to the poin.
Mama dan Papa Hendri pun memakan habis kue brownies tersebut dengan lahap nya. tentunya karena rasa kue yang memang enak.
"Ini beneran teman Hendri yang bikin Ma". tanya papa kurang percaya.
"Iya pa, ni masih ada tulisan dari Hendri di atas Taparwer nya". timpal mama.
"Kayak kue brownies yang di toko toko ya ma, rasanya enak". balas papa.
Setelah mandi dan ibadah dilaksanakan, keluarga itupun saat ini berada di meja makan untuk menyantap makan malam mereka.
Hari ini mama Hendri tidak masak sendiri karena belum sempat singgah di pasar untuk membeli keperluan dapur. Terpaksa mama membeli Lauk pauk dan sayur yang sudah jadi di warung langganan nya.
"Hen, kue brownies yang dalam kulkas udah mama dan papa habisi lho, tadi kamu tidur mama lihat ada kue dan tulisan kamu, lansung aja kami santap". ujar mama
"iya ma, kue itu memang untuk mama dan papa, Hendri sengaja ninggalin, gimana ma enak gak kue nya? itu teman hendri yang bikin lho". Hendri bertanya pada mama nya sembari memberi tahukan si empunya pembuat kue.
"Enak Hen". mama dan papa serentak menjawab.
"Buatan siapa Hen, rasanya kayak di toko toko gitu Hen". Timpal Mama.
"itu ma, buatan Zizi anak bu Imah, temen sekolah Hendri". balas Hendri.
"Owhh si Zizi anak Pak Leman ya". Timpal papa
__ADS_1
"Kamu temenan sama dia juga Zi, kan dia agak kemayu gitu, gak ada yang ngeledek kamu di sekolah". Tanya mama.
"Ya Hendri nyaman aja temenan sama Zizi ma, orang nya juga gak neko neko mah, baik, dan gak pernah macam macam juga sama Zizi". Hendri langsung membela Zizi.
"Gini nak, bulanya kami melarang kamu berteman dengan Zizi atau orang lain, tapi kamu harus pandai menjaga diri ya Nak, jangan sampai terjerumus kepada hal hal negatif atau melenceng dari hakikat kehidupan". Nasehat mama buat hendri.
"Oke siap mah, insya Allah Hendri akan selalu menjaga diri dari itu semua". Jawab hendri pasti.
"Oh ya Nak, hari ini mama perhatikan kamu sedikit berbeda, gak biasanya tidur sore hari, kan kamu anti tidur sore nak". mama bertanya dan mengingatkan kebiasaan Hendri.
"iya ma, entah kenapa hari ini Hendri capek banget ma, lelah, tadi juga dada Hendri sedikit sesak. Hendri bawa tidur aja, sekarang udah gak sesak lagi ma". timpal Hendri
"Kamu sakit Nak?klu sakit kita ke dokter aja gimana?". tanya mama.
"Udah ma gak usah, Hendri baik baik aja kok, buktinya sekarang aman aman aja". Hendri menolak diajak ke dokter.
"Ya udah kalau nanti terasa sakit lagi kita langsung ke dokter ya nak". pujuk mama.
"oke ma". jawab Hendri singkat.
"Yuk kita makan dulu, lauknya dihabisin aja, tadi mama gak sempat masak terpaksa beli di warung". ujar mama jujur.
"Iya ma, gak apa apa, Hendri sama Papa ngerti kok kalau mama sibuk". imbuh Hendri.
Mereka pun melanjutkan makan malam dengan khidmat tanpa ada lagi perbincangan ini dan itu.
.
.
.
.
...\=\=\=\=Hai Bestie, jangan lupa bantu Vote, Like serta Komentarnya ya biar author senantiasa semangat dalam menulis 🤗🤗\=\=\=\=...
__ADS_1