SALAH JALAN (Belok)

SALAH JALAN (Belok)
BAB 3 : Yaya Sang Pelindung


__ADS_3

Zizi sudah sampai di halaman sekolah, Semua mata tertuju kepadanya. Alasan nya adalah karena penampilan Zizi yang selalu PINKY, tas berwarna pink, payung pun berwarna pink. Hanya seragam sekolah dan sepatu yang tidak berwarna pink, karena peraturan sekolah mewajibkan seragam putih abu abu dan sepatu berwarna hitam.


Di sekolah ini pula satu satunya siswa laki laki yang selalu memakai payung adalah Zizi. Jadi Zizi sangat terkenal seantero sekolah. Udah kayak artis aja Zizi.


Berbagai ocehan, bisikan serta omongan selalu Zizi dengarkan dari penghuni sekolah itu. Ada yang bilang Zizi banci kaleng, Sisy, bencong, sampai bilang waria pun ada bahkan yang lebih menyakitkan adalah wanita jadi jadian. (banci kaleng bukan banci keliling hehehe)


Namun itu semua tidak sedikitpun merubah penampilan Zizi. Dia cuek bebek dan acuh saja mendengar omongan orang orang. Ya, sepertinya zizi mempunyai mental yang tebal juga telinga tebal.


Zizi selalu ingat perkataan dari Ibu nya.


[Jadi lah Diri Sendiri, Walau Apapun Yang Orang Lain Katakan].


Kalimat itu selalu tertanam pada fikiran Zizi. itulah pelajaran hidup yang tidak pernah zizi lupakan sampai saat ini. Memgingat kalimat itu, semangat dan mental zizi segera naik lagi.


"Hei Zizi, ayo ke sini, ngapain bengong disana". Zizi mendengar seorang yang dikenalinya memanggil.


"Yayaaa". Zizi langsung berlari kearah Yaya yang berada di kantin sekolah sambil sarapan nasi goreng pagi.


"Lahh, elu belum sarapan Ya?" tanya Zizi. jelas jelas Yaya belum sarapan lah, pertanyaan zizi hanya sekedar basa basi belaka.


"Gak sempat tadi dirumah, telat bangun hehehe" Yaya sambil nyengir.


"Oh ya, elu gak bawa bekal juga kan ya? Hari ini gw bawa banyak bekal, jadi cukup untuk kita makan berdua. Ibu juga nitip ayam goreng kecap buat mu". Zizi menyampaikan titipan ibu nya buat Yaya.


"Ya ampun Zizi, Ibu lu memang baik banget, sempat sempatnya memikirkan gue". Yaya terharu atas perhatian ibu Ima kepadanya


"Lu tau sendirikan gimana Ibu gue, apalagi lu udah dianggap anak sama ibu gue". tambah Zizi jujur.


"Iya Zii, gw juga gak akan pernah lupa cara serta kebaikan ibu lu ama gue, ibu lu memang perhatian Zii". Rona mata Yaya seketika berubah menjadi sedih serta terharu.


'Lu sangat beruntung punya ibu sebaik ibu Imah Zii, Andai saja Ibu Imah adalah ibu gue, ibu yang selalu memperhatikan gue, mungkin gue menjadi anak paling bahagia di dunia ini, kadang gue iri sama elu Zii' batin Yaya.

__ADS_1


"Lu kenapa ya, kok sedih gitu". Tanya Zizi memperhatikan perubahan raut wajab Yaya.


"Ahh gak kenapa kenapa Zii, gue hanya terharu aja sama perhatian ibu lu ke gue". jawab Yaya sambil bersedih dengan muka murung.


"Ya udah kita ke kelas yuk". Ajak Zizi pada Yaya


"ayoo, lets go". timpal Yaya yang mencoba tegar walau perasaan hati sedang galau.


Merekapun berangkat menuju kelas yang letaknya tidak berapa jauh dari kantin tempat Yaya sarapan. Zizi masih lagi menggunakan payung pink nya sambil mengobrol ria dengan Yaya.


Namun, belum juga sampai di kelas, mereka di hadang oleh beberapa orang siswa yang sering mem-bully Zizi. Mereka adalah geng usil yang dikomandoi oleh Arya Wiguna.


"Hei cantik, godain kita donk". kata salah seorang anggota geng usil kepada Zizi. Memang sih Zizi kelihatan cantik dengan make up nya tadi pagi. gak sia sia donk dia ber make up ria pagi ini hehehe


Zizi dan Yaya tidak menyahut dan bahkan mengabaikan kehadiran mereka. Arya yang berada disana merasa diabaikan dan tidak digubris pun turun tangan dan menghadang jalan Zizi dan Yaya dengan sedikit emosi terpancar di wajahnya.


"Hei Cewe Jadi jadian, nanti malam kita jalan jalan yuk, gimana kalau kita nginap di hotel berdua, atau bersama dengan geng gue". Arya menggoda Zizi.


Zizi dan Yaya kembali hanya diam. tanpa respon apapun. Kalau di respon juga si Arya malah tambah ngelunjak, makanya mereka hanya diam saja.


Mendengar apa yang Arya sampaikan langsung membakar emosi Yaya. ya iya lah perkataan BANCI itu agak sedikit kasar dikalangan / dunia per-bences-an.


"Heii KODOK, lu ngapain gangguin orang mulu haa? kayak elu aja penguasa di sini". timpal Yaya dengan nada meninggi. Hahaha, Kodok, Yaya kadang kadang lucu ya emosinya bilang orang kodok.


"Ehh ada elu rupanya, Lu bilang gue apa??KODOK??mau jadi pahlawan kesiangan buat banci ini lu cahya? oh ya gw jadi heran, apa lu ini spesies BANCI juga sama kayak dia (sambil menunjuk zizi)". Arya menantang Yaya sambil merendahkan Yaya.


"Jaga omongan elu Arya, jangan mentang-mentang elu anak orang kaya dan terpandang, lu bisa injak-injak harga diri orang lain". Yaya mulai meninggikan suaranya. emosi ni emosi, mau berantem sini hehehe (batin author)


"Cuihhh, manusia yang gak diketahui kelamin nya kayak kalian pantas kena bully". Arya mulai sarkas. walaupun jelas jelas Zizi kelamin nya pria dan Yaya Perempuan. hehehe


"Najis Lu, orang kaya tapi gak punya otak, Jangan sampai kesabaran gue habis dan pecah kepala lu". ancam Yaya.

__ADS_1


"Weiiii..." baru saja Arya berteriak meninggikan suaranya, seorang guru lewat dan menegur mereka.


"Ada apa ini ribut ribut?". tanya guru tersebut.


"Ini bu, kita lagi adu peran buat acara perpisahan nanti bu". jawab Arya sambil memegang bahu Zizi.


"Ya udah, sekarang masuk ke kelas masing masing, gak dengar apa bel udah berbunyi". guru tersebut menyuruh mereka kembali ke kelas.


"Baik Bu". jawab mereka serentak


'Awas lu nanti Zizi, Yaya, gue bakalan bikin perhitungan ulang sama kalian berdua. kalian gak akan gue lepaskan, kalian akan gue bikin menderita' gumam Arya kesal.


Zizi dan Yaya pun tak mengindahkan gumaman Arya walaupun mereka mendengar dengan jelas ancaman dari Arya.


Arya adalah siswa pindahan dari sekolah swasta ternama yang cukup terkenal karena kedua orang tuanya orang terpandang dan juga kaya raya. Arya satu satu nya siswa yang datang ke sekolah ini dengan memakai mobil, tak tanggung-tanggung mobilnya sedan. (bukan edan ya hehehe)


Tapi Arya adalah siswa yang nakal dan suka sekali mengganggu termasuk tawuran, merokok dan huru hara. Sebenarnya banyak cewek matre yang sering jalan dengan mobil Arya. entah apa yang mereka lakukan, author pun gak tau hehehe.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon Dukungan Readers yang Budiman untuk memberikan Vote, Like serta masukannya melalui kolom komentar. Masukan dari Readers semua sangat saya butuhkan demi keberhasilan novel-novel saya dimasa mendatang. Terima Kasih 🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2