salahkah aku yg masih merindukanmu

salahkah aku yg masih merindukanmu
mengalah untuk pergi


__ADS_3

ai mengemasi barang-barangnya, ia akan pergi dari kehidupan ryan. Kehidupan yg pernah membuat ia sangat amat bahagia. Setelah selesai berkemas, ia pun menelfon ryan.


" mas, aku pamit. tolong kamu bahagiakan sisil, karena dia sedang mengandung anakmu. Aku gak mau kamu sia-sia in dia. Aku sayang kamu mas" ujarnya sambil menangis tanpa mendengar perkataan ryan. Ia langsung buru- buru memutuskan telfon dan naik kedalam taksi yg sudah ia pesan.


Di kantor, sebelum ai menelfon. Ryan menerima sebuah paket yg sama dengan ai dan ia telah melihat isi paket itu semuanya. Belum sempat ia berfikir ai pun telah menelfonnya dan meninggalkannya.


Ryan pun buru-buru meninggalkan kantor dan masih berharap ia akan menemukan ai dirumah mereka. Namun usaha ryan hanya sia2, ia mendapati rumah kosong tanpa ada sosok ai. Ryan pun hanya terduduk lemas didepan pintu rumahnya. Apa yg selama ini ia takutkan pun terjadi.


Ryan mencoba menghubungi ai namun nomor ai tidak bisa dihubungi. Ia pun mencoba berfikiran positif, mungkin ai sedang berada dirumah mamanya.


" hmm besok aku akan kerumah mama mencarinya" ujar ryan lirih sambil menghapus airmatanya.


malam ini ia hanya mencoba menenangkan fikirannya dengan pergi ke sebuah club. Angga yang mengetahui masalah sahabatnya itu pun berusaha untuk berada disamping sahabatnya.


" bro, udah bro lo udah minum banyak. Jangan siksa diri lo bro. Gue yakin ai pasti akan kembali ke elo." ujar angga


" Gue udah berbuat dosa ama dia ngga, gue salah. Gue benci ama diri gue sendiri ngga.." ujarnya sambil menjambak rambutnya.


" ya udah, kita pulang ya.. elo udah mabuk berat" bujuk angga

__ADS_1


Ryan hanya mengangguk dan mengikuti perintah angga.


Sampai didepan pintu rumahnya, mereka disambut oleh seorang wanita.


" ngapain lo kesini???? " ujar angga dengan wajah tak suka


" suka2 gue lah, gue mau liat papanya anak gue" ujar nya santai


" Yakin itu anaknya ryan?? jangan2 itu anak teman tidur lo yg lain!!!"


" jaga mulut lo ya, ini anaknya ryan. gue cinta ama ryan, gue gak pernah mengkhianati dia" ujar nya marah


Angga lalu buru2 masuk kedalam rumah ryan dan menutup pintu agar sisil tidak bisa masuk.


" angga, awas lo ya.. gue gak akan terima lo giniin. gue akan buat perhitungan ama lo ngga!!!!" ujar sisil marah


Angga tidak peduli. yang dia tau sekarang ia harus mendampingi ryan, sahabatnya yg sedang terpuruk.


Besok paginya ryan bangun, kepalanya masih terasa berat. Ia mencoba menstabilkan kondisinya. Tak lama angga pun masuk kekamar.

__ADS_1


" eh udah bangun lo, ayo kita makan. gue udah masak"


" bisa juga lo masak" ujar ryan


" gue ini bujangan bro, belum ada yg ngurus. gak mungkin kan pesen makanan terus"


Lalu mereka pun menuju meja makan.


" apa rencana lo hari ini bro? ujar angga


" gue mau nyusul nana kerumah nyokapnya. "


" gue ikut, gue gak akan ngebiarin elo sendirian. Andara juga akan ikut kita ntar" ujar angga


" terserah lo ngga.. " ujar ryan


Mereka pun melanjutkan sarapannya, namun angga bisa melihat kesedihan yg teramat dalam diwajah sahabatnya itu. Ryan begitu lemah, tidak punya semangat hidup.


" gue akan terus bantu lo agar lo kembali ama nana bro" ujar angga didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2