
Han dan aira menghentikan ciuman mereka, karena ryan kembali masuk keruangan untuk mengambil kunci mobilnya.
Ryan yg disuguhkan pemandangan ciuman mantan istrinya mendadak menjadi emosi. Namun dia masih sadar kalau aira bukan lah istrinya lagi.
" syhiit .. sialan.. kenapa sih gue masih belum rela aira jadi milik han!!!" ujar nya sambil memukul2 stir mobilnya.
Sementara han dan Aira melanjutkan aktivitas panas mereka.
" kosongkan jadwalku sampai sore!!!" ujar han pada sekretarisnya
Ia lalu menggendong aira menuju ruangan khusus nya di kantor. Disana sudah menjadi rumah kedua bagi han, karena terdapat ranjang, pakaian lengkap, mini bar, dapur kecil dan kamar mandi.
Aira dihempaskan diatas ranjang itu, lalu kembali bibir mereka saling melumat. Hingga pukul 04 sore, mereka baru selesai dengan aktivitas intim mereka.
drrtttt
drrtttt
hp aira bunyi, panggilan dari orang rumah
"ya bik ada apa? "
" tuan muda biel menangis mencari nyonya"
" hmm baiklah saya akan segera pulang"
Dan kemudian mematikan telfonnya.
Aira memandang big baby yg lagi netek dengan kuatnya. Ia lalu mengelus2 pipi han dan membangunkannya.
__ADS_1
" sayang bangun, aku harus pulang" ujar aira
" siapa yg telfon?" katanya
" bibik dirumah, biel menangis sekarang mencariku" ujar aira
" hmm baiklah sayang, pulanglah nanti aku menyusul"
" bye hubby, mmuachh" mengecup bibir han.
Sementara itu ryan yg telah sampai dikantornya. Namun fikirannya tetaplah wajah manis mantan istrinya itu.
" hmm baiklah, besok aku akan kerumahnya untuk menengok biel. setidaknya aku bisa memandangi wajahnya walau sebentar" katanya dalam hati.
Keesokan harinya, ryan menelfon han untuk meminta izin datang kerumah melihat biel.
" silahkan ryan, datanglah. Namun aku mungkin tidak bisa menemanimu karena hari ini aku akan terbang ke seoul untuk meeting. Tapi dirumah ada aira kok" ujar han
" baiklah, makasih ya han" ujar ryan sambik tersenyum karena ia menemukan sebuah rencana jahat nya.
Tak lama sampailah ryan dirumah han.
ting tong
ting tong
Aira pun membuka pintu
" hei mas, masuklah.. biel ada didalam" ujar aira ramah
__ADS_1
" makasih ai" ujar ryan
" oia mas, bisa kamu tolong tungguin biel sebentar, aku mau mandi sebentar. bibi lagi pergi kepasar mas" ujar ai
" oke, aku akan jaga biel"
Namun ryan terlihat gelisah, biel yg telah tertidur dipangkuannya itu pun diletakkan dikamar nya.
Ryan pun masuk kedalam kamar aira. Dia tidak bisa lagi membendung hasrat nya itu. Sungguh, begitu rindunya dia akan tubuh aira.
Sementara aira yg lupa membawa baju mandinya pun keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk pendek diatas lutut. Ia pun berjalan menuju lemari pakaian.
Namun tiba2 sebuah tangan memeluknya dari belakang
" astaga...!!!" pekiknya.
" jangan dilepas sayang, aku rindu kamu. sungguh" ujar ryan
" mas, lepas mas. ini salah, kamu gak boleh gini mas..." aira memohon kepada ryan
" kamu tau ai, aku sudah menunggu moment ini. aku rindu aroma tubuhmu, aku rindu semua yg ada didirimu" ryan langsung membalikkan tubuh aira dan melumat bibir cantiknya. Aroma sabun mandi ditubuh ai semakin membuat ryan begitu bernafsu.
" mas jangan mas.. aku mohon" kali ini aira menangis. Dia sadar kalau tak ada gunanya ia melawan, karena jelas tenaga nya kalah oleh ryan. Apalagi kamarnya kedap suara, jadi tidak akan ada yg menolongnya. Sementara kunci pintu kamar telah disembunyikan ryan entah dimana.
ryan yg sudah tidak sabar segera menarik paksa handuk ai. Terpampanglah hal yg selama ini begitu dirindukan oleh ryan. Gundukan payudara aira, ** aira, kemulusan tubuh aira,
Ryan pun mendorong tubuh aira keatas ranjang dan mengikat tangannya ke ujung tempat tidur. sementara mulut nya juga telah disumpal ryan menggunakan baju biel yg sengaja ia bawa ketika keluar dari kamar biel.
Ryan melancarkan serangannya. Ia menyetubuhi aira dengan penuh nafsu, melumat gundukan aira, menyedot nyedot, memilin2 dan kemudian memberi tanda kemerahan diseluruh bagian itu.
__ADS_1