
Keesokan harinya, aira sekeluarga telah sampai di jakarta. Sebuah hunian mewah dan elite jadi pilihan biel untuk rumah mereka. Interior yg sesuai dengan selera sang mama, simple tapi elegan.
" Makasih ya sayang, buat semua kerja keras kamu selama ini" kata aira memeluk putra semata wayangnya
" sama-sama ma, biel akan lakukan apapun untuk kebahagian kalian" kata biel
" ya udah, kita makan dulu. Mama tadi udah pesen makanan buat kita"
" baby sama jihan mana ma?" tanya biel
" mereka ada dikamar, lagi menikmati suasana katanya"
" ma, siap makan biel pamit mau langsung keperusahaan ya ma. Siang ini ada janji temu dengan perusahaan Wijaya"
" apa? wijaya?" kata aira kaget
Padahal biel sudah mengetahui semuanya dari sang almarhum papa hans, siapa keluarga wijaya baginya. Namun sang mama belum mengetahui kalau biel sudah mengetahui semuanya, termasuk rencana almarhum hans yg ingin agar aira kembali kepada ryan.
" iya ma, wijaya group, perusahaan property nomor 2 terbaik di Asia ma. Kenapa mama kaget gitu?" kata biel mencoba memancing sang mama
" ouhhh gak papa, ya udah kita makan dulu yuk" kata aira berusaha untuk menyembunyikan kegugupannya.
" oke, biel panggil Jihan dengan Baby dulu ya ma"
1 jam kemudian, Biel telah sampai diruangan meeting nya. Hatinya sedikit was-was, pasalnya ini adalah pertemuan pertamanya dengan sang ayah kandung. Sebelumnya, Biel hanya mencari tahu saja tentang ayah kandungnya itu tanpa berniat untuk menemuinya.
__ADS_1
" selamat siang pak Jibril," kata ryan sambil menyalami biel
" oh, selamat siang tuan wijaya" kata biel
" pa, aku anakmu pa. Aku merindukanmu" kata biel dalam hati
" Wah, saya salut dengan anda, diusia muda sudah sesukses ini pak jibril" kata ryan memuji biel
" Saya hanya melanjutkan usaha papa saya tuan" kata jibril merendahkan diri
2 jam kemudian, Biel dan Ryan telah selesai dengan kesepakatan kerja mereka. Ryan pun pamit untuk kembali keperusahaan wijaya.
Tiba-tiba, Biel menerima panggilan telfon dari mamanya
Mendengar berita adiknya, biel buru-buru keluar dari kantor menuju rumah sakit. Sesampainya disana, dia melihat mamanya yg sedang terisak dipangkuan baby.
" ma, jihan kenapa?" kata biel
" tadi kami ke kampus kak, lalu jihan ditabrak motor, dan penabraknya kabur" jelas baby
" ma,papanya baby sudah ditelfon?" kata biel
" belum kak, sebentar ya baby telfon dulu"
" mungkin ini waktunya aku bertemu Ryan" kata aira didalam hatinya.
__ADS_1
Dokter yg menangani jihan pun sudah keluar dari ruangan.
" bagaimana keadaan anak saya dok?" kata aira
" Alhamdulillah semua baik2 saja nyonya. dia sudah siuman dan sedang dipindahkan keruangan rawat inap"
" terima kasih banyak dokter" kata biel
" sama-sama, kalau gitu saya permisi dulu" pamit dokter
30 menit kemudian, Ryan datang kerumah sakit karena menerima telfon dari baby, sahabat putrinya.
" pak biel, kenapa anda disini?" kata ryan terkejut karena dia melihat rekan bisnisnya itu. Tanpa ryan sadari, aira berdiri dibelakang biel karena ia merasa gugup untuk bertemu kembali dengan ryan setelah 23 tahun.
Namun aira memberanikan diri untuk bertemu dengan ryan.
"Mas Ryan" kata aira lirih
" Ai? kamu benar aira?" kata ryan terkejut melihat mantan istrinya kini berada dihadapannya.
" ya, aku ai "
Ryan yg tak percaya segera menarik aira kedalam pelukannya.
" ai, aku merindukanmu. 23 tahun aku menantikan moment ini, bertemu denganmu, memelukmu" kata ryan menitikkan airmata bahagianya.
__ADS_1