
Pagi ini, seorang gadis tampak berlarian menuju sebuah kampus. Lagi-lagi seperti biasa nya dia terlambat bangun. Kebiasaan seorang pemuja oppa, mau berkorban untuk jadi penonton setia didepan laptop.
" ya tuhan, untung gue gak telat" ujarnya sambil mengusap keringatnya akibat berlarian dari parkiran kampus
Wanita ini, adalah Jihan Anara Wijaya, putri dari Ryan dan Sisil. Tepat pada usianya yg ke sepuluh tahun, mamanya pergi meninggalkan dirinya dan papanya untuk menghadap sang khalik. Kini gadis itu sudah besar, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
" gila lo ya han, telat trus.. Bisa gak sekali aja lo gak telat datangnya" omel baby, sahabat karib jihan
" lo tau kebiasaan gue, gue mana bisa tidur tanpa begadang ama oppa dulu" ujar nya cengengesan
" ya lo tau kan pagi ini kita kuliah ama dosen killer" lanjut baby
" iya2, bawel lo kayak mak mak!!"
Tak berapa lama pak Dodi dosen mereka pun masuk dan memulai mata kuliah mereka pagi ini.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Sementara itu, di kota lainnya..
Seorang pria mapan dan gagah sedang duduk sarapan dengan seorang wanita cantik berumur 40 tahunan yg tak lain adalah mamanya. Pria itu adalah Jibril, putra Ryan dan Aira.
" ma, Baby kapan pulang ma?" kata jibril menanyakan adik semata wayangnya yg kuliah diluar kota
" minggu depan katanya dia pulang nak. malam tadi dia nelfon mama"
" ma biel mau bilang sesuatu ama mama"
" apa?"
" mama setuju aja kok nak, mama akan ikut kamu ke jakarta" ujar aira
Aira, seorang single mother, membesarkan kedua buah hatinya tanpa sosok suami yg tak lain adalah hans alliano. Han meninggal akibat kecelakaan yg terjadi 5 th yg lalu. Hingga saat ini, Aira enggan menikah kembali. Dia hanya ingin fokus mengurus kedua buah hatinya.
" beneran mama setuju? makasih ya ma" ujar biel memeluk mamanya
__ADS_1
" iya, sama-sama sayang. Tapi mama minta, rumah kita ini jangan dijual ya nak. Ini peninggalan papa hans, mama gak mau kehilangan kenangan papa dirumah ini nak. " ujar aira
" gak mungkin biel jual ma, ini akan tetap jadi rumah kita. Di jakarta, biel sudah menyiapkan rumah buat kita, biel mama dan baby. Biar baby gak tinggal di apartement lagi."
" kapan kita pindah nak?"
" 1 minggu lagi ma, mama telfon baby suruh pulang biar bisa nolong mama beres2" ujar biel
" oke sayang, nanti mama telfon baby"
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di kantin, baby dan jihan tampak sedang menikmati makanannya.
" Gila ya, bisa bolong otak gue belajar ama pak dodi" gerutu jihan
" makanya, belajar yg bener. Biar lo pinter.. jangan oppa aja yg diurus" kata baby.
__ADS_1
" yeee emangnya gue elo. Elo sih enak, otak encer dari sononya. Lah gue, IQ jongkok" ujarnya yg membuat baby tertawa melihat sahabatnya itu. Baby memang anak yg cerdas, dari mulai SD hingga SMA dia selalu rangking 3 besar. Sementara jihan, seharusnya dia sudah tamat kuliah. Namun karena otaknya yg pas2an membuat dia harus berada di SMA selama 5 th, itu pun karena bantuan papanya.