salahkah aku yg masih merindukanmu

salahkah aku yg masih merindukanmu
season 2 part 4


__ADS_3

Malam ini, Aira tengah ditemani makan oleh baby dan jihan. Sementara biel, tampak sudah rapi dan bergegas untuk pergi.


" bi, kamu gak makan bareng mama nak?" tanya aira


" Nggak kayaknya ma, biel udah ada janji ama saga dan kai" katanya berjalan menuju mamanya.


Namun ia heran, siapa gadis yg tengah duduk disebelah mamanya. Rasanya dia tidak asing dengan wajah gadis itu.


" ini siapa ma?" tanya biel


" oh iya mama lupa. Kenalin ini Jihan, temen baby di jakarta. Jihan, ini biel, kakak baby" kata aira


" hallo kak, aku jihan" kata jihan sopan


" hai, saya biel, kakaknya baby"


" ma, biel pergi dulu ya. udah telat nih ma" katanya seraya mengecup kening mamanya serta adiknya baby


" hati-hati kak, salam buat kak saga" kata baby dengan imut


" iya, tar kakak sampein salam buat adik ipar kakak" kata biel menggoda adiknya


Baby hanya tersipu malu mendengar kata-kata biel. Baby memang sudah lama menyimpan rasa untuk saga, namun ia tidak berani untuk mengungkapkan kepada saga perihal perasaan yg selama ini ia miliki.

__ADS_1


Setelah makan, aira menyuruh kedua gadisnya untuk istirahat. Namun tiba-tiba ponsel jihan berbunyi. Panggilan dari papanya.


" hallo papa"


" ya sayang, kamu sudah sampai?" tanya ryan


" sudah pa, ini baru siap makan malam dengan mama baby" kata jihan


" boleh papa ngomong dengan mama baby sebentar?" ujar papanya


" boleh pa" kata jihan sambil menyerahkan ponselnya pada aira


" ma, papa jihan mau ngomong sama mama" kata jihan


Deg deg deg


Jantung aira berdetak kencang, suara itu.. suara itu mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yg selama ini menempati sebuah ruang terdalam di hatinya.


" ya tuan" kata mama aira terbata-bata


" maaf, putriku agak sedikit merepotkan nyonya. Kalau dia nakal silahkan tegur dia" kata ryan


" jihan anak yg baik tuan, tidak mungkin dia merepotkan" kata aira

__ADS_1


" baiklah, terima kasih nyonya. Saya tutup dulu telfonnya. Selamat malam" kata ryan mengakhiri panggilannya


" selamat malam" kata aira


Setelah itu, baby dan jihan masuk kedalam kamar, sementara aira, masih termenung menatap langit gelap dari balkon rumahnya.


Ia teringat 5th yang lalu, saat suaminya hans, kecelakaan. Di saat terakhirnya, dia berbisik sesuatu kepada aira bahwasannya aira harus tetap melanjutkan hidupnya meski tanpa ada dirinya. Dan hans ingin agar aira kembali lagi kepada ryan, karena hanya ryan yg bisa menjaga aira dan anak-anak mereka. Hans telah mengetahui tentang kematian sisil, dan tentang ryan yg tidak mau untuk berumah tangga kembali setelah itu.


" ya tuhan, apa mungkin itu tadi mas ryan. Aku tidak mungkin salah, itu benar2 suara ryan. Jika itu benar, berarti jihan adalah adik Biel. hmm, aku harus menanyakan sesuatu kepada jihan agar rasa penasaranku terjawab" kata aira melangkahkan kakinya meninggalkan balkon


Krekkk


Aira membuka pintu kamar putrinya. Dia melihat baby sudah terlelap namun tidak dengan jihan.


" sayang, kamu belum tidur?" kata aira


" belum ma, jihan belum ngantuk" kata jihan


" bisa temenin mama ngobrol sebentar? mama juga belum ngantuk nak" kata aira


" baik ma" kata jihan turun dari ranjangnya


Aira membawa jihan menuju taman belakang rumahnya. sebelumnya dia telah menyuruh bik sumi untuk membuatkan 2 cangkir teh hangat untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2