
Aira hanya bisa meneteskan air matanya. Sementara ryan mulai menancapkan juniornya yg telah menegang kedalam ** aira. Ia benar2 merasakan nikmat yg selama ini ia tahan. Mulutnya tak henti2 nya mengeluarkan desahan.
ahhhgrrr ai sayang...
nikmat sekali vaginamu..
Aira hanya bisa pasrah dan tak bisa melakukan apa2. airmata terus keluar membasahi pipi cantiknya, sementara pikirannya membayangkan wajah han, lelaki yg saat ini begitu ia cintai. Aira merasa berdosa, merasa telah mengkhianati cinta suaminya.
Setengah jam kemudian ryan pun menembakkan cairan spermanya dirahim ai.
Ia pun membuka penutup mulut ai dan kembali menciuminya.
" maafkan mas aira, maafkan mas.. mas tidak bisa mengontrolnya.. " ujarnya sedikit menyesal
" kau jahat mas, jahat, sangat jahat" sambil menangis
" ai, kau yg jahat aira. Kau pergi tanpa mendengar penjelasan dariku, kau hilang bak ditelan bumi, aku hampir gila karena mencarimu sayang" kali ini suara ryan mulai terdengar melemah
__ADS_1
" aku dijebak sayang, aku dijebak oleh sisil. aku tidak mencintainya. Bahkan setelah aku bertanggung jawab padanya aku tak pernah menyentuhnya. Karena aku hanya ingin kamu, tubuhmu," ujar nya lagi.
" aku benci kamu mas.. pergii!!!!" ujar aira
" maafkan aku aira, maafkan aku" ujar ryan memeluk tubuh ai
" kenapa kau begitu membenciku?? apa sedikit saja tidak ada rasa cintamu untuk ku aira? apa kau lupa moment romantis kita? kisah kita? bagaimana dulu aku berusaha mengejar cintamu? apa kau lupa hahhh??" ujar ryan kembali masih memeluk erat aira
" akuu... aku.. " ujar aira terbata2
" sungguh sayang, cinta dan hidupku hanya buatmu. aku takkan merebutmu dari han. Aku tau dia pria yg baik, dia sangat menyayangimu. Namun izinkan aku untuk selalu didekatmu aira, didekat putra kita biel" ujar ryan dengan suar lemah
" pergilah mas, aku ingin sendiri" ujarnya lirih
" baiklah sayang, mas akan pulang. Aku mencintaimu mama biel" ujarnya mengecup kening aira dengan lembut
Ryan pun pergi meninggalkan kediaman han dan aira. Disatu sisi dia puas karena rindu yg selama ini akan tubuh ai sudah terlampiaskan. Namun hatinya merasa bersalah, karena ia mendapatkannya dengan cara memaksa.
__ADS_1
Aira hanya menangis dikamar mandi. ia merasa sangat kotor, telah mengkhianati suaminya. ia jijik dengan dirinya saat ini. Untung saja han pergi ke seoul selama seminggu, setidaknya jejak kepemilikan dari ryan akan menghilang.
Tak lama ia tersadar karena mendengar suara biel yg menangis mencarinya.
" ma .. ma.. ma...pa..pa.." ujarnya kepada aira
" iya tadi ada papa, biel bobok kan sama papa tadi?" ujar ai menggendong putranya.
Biel tersenyum senang, mungkin ia pun merasakan kalau papanya memang sangat menyayanginya.
Sementara ryan telah sampai dirumahnya. Ia pun disambut oleh jihan putrinya.
" hai anak papa, kamu sudah makan"
Jihan hanya tertawa, seakan2 dia mengerti apa yg sedang dibicarakan papanya.
Setelah menyerahkan jihan kepada pengasuhnya, ryan pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. pikirannya pun melayang kembali ke kenangan nya bersama aira beberapa jam yg lalu.
__ADS_1
" aira, kau tambah menggairahkan saja. Rasanya aku belum puas menikmati tubuhmu itu"
Ryan pun tertidur karena merasa sangat lelah.